Achievement Campus Life Pengembangan Diri

Pengalaman Mengikuti Seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LPDP Luar Negeri 2018

Written by Arry Rahmawan

Inilah kisah Pengalaman seru saya dalam Mengikuti Seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LPDP Luar Negeri 2018

Mohon maaf sebelumnya kepada para pembaca bahwa saya baru sempat update blog saya lagi. Berhubung saat ini juga masih hangat-hangatnya momentum tahun baru 2019, insyaAllah saya berkomitmen untuk terus berbagi hal – hal yang insyaAllah bermanfaat dan dapat membantu sahabat pembaca semuanya. Untuk mengawali posting akhir tahun ini, saya ingin menceritakan pengalaman saya di 2018 yang cukup menyedot fokus dan tenaga saya, yaitu mengikuti seleksi Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LPDP Luar Negeri 2018.

Sedikit rollback, pada tanggal 28 Desember lalu, seluruh peserta yang mengikuti seleksi LPDP 2018 sedang menantikan pengumuman dari panitia dari akun web LPDP. Banyak dari peserta yang sudah menunggu dari pagi jam 8, kemudian waktu berjalan begitu lambat, sampai saya juga deg-degan menunggu hasil seleksi BUDI LPDP LN 2018 itu. Tibalah akhirnya pukul 16.00 WIB dan saya cek ternyata hasil seleksinya BELUM JUGA KELUAR! Saya pun kemudian mencari – cari info ke teman sesama pejuang LPDP, dan jawabannya sama ternyata memang belum waktunya keluar, hehe..

Lalu tibalah waktu maghrib dan smartphone saya pun berbunyi dengan sahut menyahut, pertanda ada keramaian dari grup dan benarlah bahwa pengumuman seleksi LPDP LN 2018 diumumkan pada pukul 18.00 WIB. Sambil berusaha mengatur napas dan degup jantung yang sedikit berdebar, saya buka akun LPDP saya dan di situ saya menemukan sebuah kalimat,

“SELAMAT ANDA TELAH LULUS SELEKSI SUBSTANSI”

Perasaan saya campur aduk, karena yang saya tahu, seleksi substansi ini adalah seleksi terakhir yang menandakan bahwa saya dan teman – teman lainnya telah lolos seleksi untuk menjadi awardee BUDI LPDP LN

Seperti yang mungkin sahabat pembaca ketahui bahwa BUDI merupakan salah satu jalur beasiswa yang ditawarkan oleh LPDP Kementerian Keuangan bekerjasama dengan Kementerian Ristek Dikti. Sesuai dengan judulnya, beasiswa BUDI dikhususkan bagi dosen tetap di perguruan tinggi negeri dan swasta (dibuktikan dengan memiliki Nomor Induk Dosen Nasional/NIDN) yang ingin melanjutkan studi doktoralnya baik di dalam maupun di luar negeri. Berhubung sudah kurang lebih saya ‘dinas’ di Universitas Indonesia selama 3 tahun dan cukup menimba pengalaman sebagai ‘dosen muda’, saya mencoba mendaftar untuk mengikuti seleksi BUDI LN 2018 ini. Karena judulnya LN, maka yang saya ceritakan di blog ini adalah pengalaman saya saya mengikuti seleksi BUDI ke Luar Negeri.

Oke, jadi apa saja yang perlu dipersiapkan ketika saya mengikuti seleksi BUDI LPDP LN 2018 ini? Sebagai informasi, ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP, jadi ini merupakan salah satu perjalanan penting, menegangkan, dan juga menyenangkan dalam hidup saya. So, buat Anda khususnya rekan sesama dosen yang juga ingin mendaftar beasiswa BUDI LPDP LN pertama kali, jangan khawatir karena jika dipersiapkan dengan baik, insyaAllah rezeki tidak ke mana.

Jadi, bagaimana perjalanan saya mengikuti dan akhirnya mendapatkan beasiswa BUDI LN 2018 ini?

Pertama, siapkan niat di awal tahun untuk sekolah lagi

Bagi seorang dosen tetap, menetapkan niat yang kuat untuk sekolah lagi tidak mudah lho. Karena kondisi kepegawaian yang sudah tetap, umumnya kita sudah masuk ke zona nyaman. Bagi saya sendiri, untungnya ada dorongan dari Prodi dan Fakultas saya yang tidak bosan-bosannya menyuruh saya sekolah, hehe.

Karena niat ini sudah ditetapkan di awal tahun, maka selama setengah tahun pertama 2018 saya mencari – cari informasi beasiswa BUDI LPDP LN. Informasi dapat dilihat di website BUDI LPDP LN, atau Anda bisa mengunduh panduan BUDI LPDP LN 2018 di link ini.

Catatan: panduan untuk BUDI LN 2019 sangat mungkin berubah. Harap mengacu pada peraturan yang lebih aktual

Di tahun 2018 ini, timeline yang saya dapatkan adalah seperti berikut ini

Timeline beasiswa BUDI LPDP LN dan DN 2018

Saya mendapatkan timeline tersebut di Bulan Juli, berarti kira – kira ada persiapan sekitar 2 bulan.

Kedua, unduh panduan resmi beasiswa dan baca dengan detil

Setelah mengetahui timeline nya, saya segera mencari buku panduan BUDI LPDP LN 2018 yang resmi sebagai panduan beasiswa saya. Secara umum, beasiswa BUDI LPDP LN 2018 ini tahapan seleksinya sama dengan jalur lainnya.

Seleksi terdiri dari 3 tahap:

  1. Seleksi berkas
  2. Seleksi Berbasis Komputer
  3. Seleksi substansi dan Leaderless group discussion

Seleksi Berkas, adalah seleksi di mana kita harus melampirkan seluruh berkas yang diminta LPDP. Berdasarkan panduan BUDI LPDP LN 2018, maka berikut ini adalah beberapa berkas pendaftaran yang perlu dilengkapi/upload:

  • Proposal penelitian, yaitu proposal rencana penelitian doktoral yang kita ajukan ke profesor
  • Scan Ijazah Magister Asli (S2)
  • Scan Transkrip Nilai Magister Asli (S2)
  • Sertifikat Bahasa Asing, saya upload sertifikat TOEFL IBT. Di tahun 2018, syarat bahasa adalah untuk TOEFL IBT > 80, IELTS > 6.5 dengan band score masing – masing tidak boleh di bawah 6.5
  • Surat penugasan ijin dari pimpinan PT homebase, berdasarkan data yang ada di Forlap DIKTI.
  • Letter of Acceptance Conditional / Unconditional yang berlaku. Alhamdulillah sebelum 2 minggu waktu penutupan pendaftaran, saya mendapatkan LOA unconditional dari profesor saya di Delft University of Technology. LOA ini sifatnya opsional, alias tidak wajib untuk diserahkan saat pendaftaran. Namun, harap berhati – hati karena di panduan 2018, disebutkan bahwa nantinya PILIHAN KAMPUS TIDAK DAPAT DIRUBAH. Sehingga, ketika menentukan pilihan kampus dan jurusan, pastikan yang sekiranya peluang untuk mendapatkan LOA unconditional paling besar.
  • Scan KTP
  • Surat keterangan berbadan sehat dan bebas narkoba dengan masa berlaku paling lama 6 bulan sejak penutupan pendaftaran, dan ditambah surat keterangan bebas TBC bagi yang ingin studi ke luar negeri yang dikeluarkan dari Rumah Sakit/Puskesmas/Klinik Pemerintah
  • Surat rekomendasi dari tokoh atau atasan langsung
  • Esay dengan judul “Kontribusiku untuk Indonesia.”

Seleksi Berbasis Komputer, adalah seleksi tahap kedua setelah dinyatakan kelulusan dari tahap pemberkasan pertama. Seleksi Berbasis Komputer (SBK) ini cukup berbeda dibanding dengan tahun sebelumnya. Mungkin juga karena masih mencari format yang pas, namun intinya SBK ini cukup menegangkan karena isunya jika di bawah passing grade yang ditetapkan maka tidak dapat lulus.

SBK terdiri dari 3 tes, yaitu:

  1. Tes Potensi Akademik (TPA), terdiri dari tes verbal, logika, dan aritmatika
  2. Tes Karakteristik Pribadi (TKP)
  3. Essay on The Spot (EOTS), yaitu menulis esai dalam Bahasa Inggris, terkait pendapat kita dengan isu – isu Indonesia terkini. Topiknya bisa sangat beragam dan untung – untungan juga. Saya mendapatkan topik tentang dibukanya bantuan asing untuk bencana gempa di Palu Donggala. Teman saya yang lain mendapatkan isu terkait dengan isu halal vaksin, sementara teman saya yang lainnya mendapatkan isu tentang pernikahan dini (child marriage).

Kesemua tes tersebut dilaksanakan dengan menggunakan komputer yang biasa digunakan untuk tes CAT (Computer Assisted Test)-CPNS. Saya kebagian mendapatkan tempat test di BKN (Badan Kepegawaian Negara) Kanreg V, Ciracas. Setelah selesai mengerjakan tes tersebut, hasil tes kita langsung dapat dilihat karena dihitung dan dipublikasikan langsung. Karena hal tersebut, kita jadi dapat memperkirakan apakah sekiranya kita lolos atau tidak ke tahap berikutnya. Misalnya, untuk LPDP LN Reguler 2018, isunya memiliki passing grade di angka TPA 200. Informasi tersebut memang bukan informasi resmi dari LPDP, tetapi banyak sekali teman-teman seperjuangan yang LPDP reguler mendapatkan nilai di bawah 200 dan dia tidak lulus atau tidak tembus ke seleksi substansi.

Seleksi Substansi, adalah seleksi tahap ketiga apabila peserta sudah dinyatakan lulus seleksi SBK. Menurut saya, seleksi substansi ini adalah yang paling penting dan memiliki bobot terbesar. Seleksi substansi ini terdiri dari 2 macam tes, yaitu,

  1. Tes Wawancara
  2. Leadership Group Discussion

Jarak waktu pengumuman kelulusan SBK sampai ke tahap seleksi substansi bisa lebih dari 1 bulan. Maka dari itu, persiapkan segala hal yang mungkin ditanyakan oleh interviewer dengan sebaik – baiknya. Pada saat saya sesi wawancara BUDI LPDP LN 2018, ada 3 orang interviewer yang mewawancarai saya. Satu ibu psikolog, satu bapak profesor, dan 1 orang LPDP nya. Untuk yang psikolog akan bertanya lebih cenderung melakukan verifikasi terhadap apa yang kita tulis di esai pada saat seleksi berkas. Misalnya di sana saya menyinggung bahwa saya orang yang adaptif, maka psikolog akan bertanya kepada saya bagaimana kemudian saya bisa beradaptasi di tempat yang baru. Kemudian untuk yang pak profesor, menanyakan segala macam tentang riset saya, mulai dari proposal, prospek kebermanfaatannya untuk Indonesia, kemudian publikasi saya yang sudah berapa banyak, dan mengapa memilih kampus tujuan yang saya inginkan tersebut. Terakhir, untuk bapak yang dari LPDP lebih bertanya tentang nilai – nilai nasionalisme. Misalnya akan bertanya tentang pemahaman kita terhadap pancasila dan isu – isu nasionalisme terkini di Indonesia. Untuk interview ini, saya menggunakan 80% English, 20% dalam Bahasa Indonesia untuk yang sesi wawancara nasionalisme. Untuk tips mengikuti tes wawancara nanti insyaAllah akan saya bahas lebih detil di postingan terpisah.

Setelah interview, kemudian saya mengikuti seleksi Leaderless Group Discussion (LGD) pada hari yang berbeda. LGD ini pada intinya nanti kita akan diberikan sebuah isu, lalu kita akan diminta untuk memainkan sebuah peran dalam rangka menanggapi isu tersebut. LGD untuk LPDP LN menggunakan English, full. Pada waktu itu grup LGD saya terdiri dari 6 orang dan diberikan waktu sekitar 25 menit untuk menyelesaikan isu yang diberikan. Topik yang saya dapatkan adalah menanggapi tentang isu suap dan sel mewah di Lapas Koruptor dan bagaimana menyelesaikannya. Kunci dari LGD ini adalah kita harus berkomunikasi secara konstruktif dan solutif. Hindari dominasi pribadi namun tetap pastikan bahwa kita berkontribusi untuk memberikan solusi.

Yap, itulah 3 rangkaian tes yang saya lewatkan untuk mendapatkan beasiswa BUDI LPDP LN 2018 ini. Alhamdulillah atas izin Allah SWT, saya lulus dari seleksi substansi, yang diumumkan kurang lebih 2 pekan setelah saya melakukan tes substansi tersebut.

Ketiga, Milikilah Mentor yang berpengalaman

Salah satu tips penting yang sangat membantu saya dalam mendapatkan beasiswa BUDI LPDP LN 2018 ini adalah dengan keberadaan mentor yang senantiasa membimbing dan memonitor progress kerja saya. Selain dukungan penuh yang saya terima dari keluarga dan juga kolega di Departemen Teknik Industri UI, saya juga memiliki mentor yaitu senior saya yang merupakan awardee BUDI LPDP LN 2016 dan juga sedang berkuliah di Belanda, tepatnya di VU Amsterdam. Alhamdulillah, berdasarkan tuntunan dan arahan dari mentor, mulai dari apply TOEFL IBT, mendaftar ke TU Delft, hingga mendaftar BUDI, capaian saya selalu dimonitor. Hal ini membuat saya merasa terpacu dan harus selalu memberikan performa yang terbaik untuk mendapatkan BUDI LPDP LN 2018 ini.

Sekali lagi, segala puji bagi Allah, pada tanggal 28 Desember 2018 akhirnya diumumkan bahwa saya lolos seleksi substansi BUDI LPDP LN 2018. Lega rasanya, persiapan dan perjuangan yang dilakukan dari Bulan Juni 2018 berakhir dengan manis. Ada kali tuh saya menyiapkan dari 3 bulan sebelum dibukanya BUDI LPDP LN 2018. Dan…. semuanya berakhir dengan baik dan manis 🙂

Itu saja mungkin yang ingin saya bagikan dulu kepada sahabat pembaca, khususnya adalah sesama kolega dosen yang ingin mendaftar BUDI LPDP LN 2019 tahun ini. Semoga bermanfaat untuk memberikan gambaran agar persiapannya menjadi lebih baik lagi. Saya juga insyaAllah berencana untuk membuat seri artikel berikutnya terkait BUDI LPDP LN 2018 ini dengan lebih detil untuk masing – masing jenis seleksinya.

Nantikan di artikel berikutnya ya!

Salam,
Arry Rahmawan

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0856 4087 9848 (Melinda) atau email ke arryrahmawan@ui.ac.id. Anda juga dapat terkoneksi langsung dengan Arry Rahmawan melalui beberapa jalur media sosial berikut ini:

Free Online Course di YouTube : Channel Arry Rahmawan
Free Kultwit di : Twitter @ArryRahmawan
Free Inspirational Quotes : Instagram @ArryRahmawan
Free Inspirational Notes : Grup Facebook

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

3 Comments

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!