Uncategorized

Pengusaha Muda Perlu Memiliki Akar yang Kuat

Setahun memimpin salah satu komunitas kewirausahaan mahasiswa terbesar di negeri ini, yaitu Komunitas TDA Kampus merupakan salah satu hal yang menyenangkan sekaligus juga penuh tantangan. Antusiasme mahasiswa untuk bisa memulai usaha mandiri dan menjadi pengusaha sukses ternyata cukup besar.

Satu hal yang menjadi tantangan terbesar bagi komunitas ini adalah bagaimana menjadi semacam penuntun bagi anggotanya bahwa seorang pengusaha muda perlu memiliki akar yang kuat sebelum memulai usaha, dan tentu akar dari segala akar dalam memulai bisnis adalah niat.

Menata niat dalam hati kita memang gampang-gampang susah. Saat dalam kondisi yang sederhana, bisa jadi niat kita menjadi seorang pengusaha adalah untuk membantu orang-orang lemah. Saat kita sudah bisa hidup enak dan menghasilkan banyak uang, bisa jadi kita malah keenakan dan tidak ingin membagi apa yang kita miliki, di mana kemudian tujuan kita menjadi pebisnis adalah uang bahkan kekuasaan.

Apa yang mau saya tuliskan pada kesempatan hari ini sebenarnya adalah hal yang ringan, namun jawabannya berat.

“Apa niat kita menjadi pengusaha?”

Dalam perjalanan dan pengalaman saya, kita akan bertemu dengan banyak hal yang seringkali merubah niat-niat kita. Terutama jika bisnis sudah menghasilkan uang. Bukan lagi dalam jumlah sedikit, namun jumlah yang banyak.

Semakin tumbuh tinggi sebuah pohon, tentu semakin besar juga angin dan terpaan ujiannya. Bayangkan jika tidak memiliki akar yang kuat, tentu pohon itu akan roboh. Bayangkan jika kita tidak memiliki mental yang kuat dalam menerima banyak uang, maka kita akan lebih senang berfoya-foya untuk kesenangan diri sendiri, membeli banyak mobil mewah padahal yang biasa dipakai cuma satu, dan lain sebagainya.

Materi hanyalah sebuah alat, bukan tujuan. Saya lebih senang memaknai materi sebagai alat untuk mencapai kesuksesan dalam menjadi seorang pengusaha: menghasilkan dampak kemandirian dan inspirasi bagi banyak orang. Jika kita sudah menjadikan materi sebagai tujuan hidup, hati-hati karena kita akan melakukan apapun untuk mencapainya. Namun, jika kita berorientasi kebermanfaatan dan performa kerja, maka materilah yang akan mengikuti kita.

Selalu utamakan membentuk “to be” daripada “to have”, karena dengan menjadi seseorang yang berarti, pasti materi akan mengikuti. Uang akan mengikuti orang-orang yang hebat, sementara orang-orang yang hebat lebih fokus pada ingin membentuk dirinya menjadi seperti apa, ketimbang berpikir berapa uang yang harus mereka punya.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!