Uncategorized

Pentingnya Membentuk Kebiasaan yang Baik

Saya tercenung saat melihat artikel yang ada di blog ini sudah berjumlah 250 lebih. Belum lagi ditambah dengan beberapa tulisan saya yang dipublikasikan di media massa. Kalau saya ingat lagi, di awal tahun 2012 ini jumlah tulisan saya masih sedikit dan bisa dihitung hanya beberapa saja. Banyak juga yang bertanya bagaimana di tengah padatnya aktivitas, saya masih dapat tetap menulis?

Jawabannya sederhana, karena menulis sudah menjadi suatu kebiasaan bagi saya.

Awalnya Membentuk, Akhirnya Dibentuk

Dulu saya teringat awal berkomitmen untuk menulis setiap hari di blog ini. Saya berpikir, banyak sekali knowledge, experience, skill yang mungkin bisa saya bagi kepada sahabat semuanya di blog saya. Waktu itu awal tahun 2012 saya mulai dengan menuliskan resolusi 2012 yang salah satunya adalah menulis artikel sebanyak 200 buah di media apapun (yang sekarang alhamdulillah sudah tercapai).

Mengapa menulis setiap hari? Saya terinspirasi dari Pak Jamil Azzaini, yang di tengah padatnya kesibukan beliau tetapi masih bisa menulis setiap hari. Kenapa saya tidak? Akhirnya saya memulai menulis pada tanggal 1 Januari 2012. Setiap hari, whatever it takes. Ternyata menulis setiap hari tidak semudah itu. Adakalanya malas menulis, menemukan ide buntu, sulit mengembangkan kreativitas, dan lain sebagainya.

Awalnya saya menulis sepekan sekali, merapat menjadi 2 kali sepekan. Kemudian saya bisa menulis dua hari sekali. Sampai akhirnya setelah 3 bulan saya menulis setiap hari. Tak disangka perjuangan tersebut saya lakukan dari bulan Mei ke Oktober sekarang dimana sudah berlangsung selama 6 bulan dan akhirnya menjadi kebiasaan baik saya. Menulis setiap hari. ūüôā

Untuk membentuk kebiasaan baik sebenarnya sederhana, beberapa orang menyarankan melakukannya sebanyak 30 hari berturut-turut tanpa putus, yang lain bilang 40 hari berturut-turut. Saya tidak ingat persisnya, namun jika saran ini diikuti akan benar adanya. Yang awalnya saya malas untuk menulis, akhirnya semakin hari saya malah menjadi ‘gatal’ untuk selalu menulis. Jika sehari saja tidak menulis rasanya ada sesuatu yang kurang. Beberapa di antaranya lahir sebagai bentuk buku digital, salah satunya buku terbaru saya SimplyProductive.

Anda bisa melihat bagaimana awalnya kita membentuk sebuah kebiasaan dan bagaimana kemudian pada akhirnya kebiasaan yang membentuk kita. Kita jadi ‘tergantung’ kepada kebiasaan kita itu. Jika kita tidak melakukan kebiasaan yang sudah kita bentuk di awal, rasanya akan ada sesuatu hal yang kurang.

Pertanyaannya, syukurlah jika kebiasaan itu baik. Bagaimana jika buruk?

Kebiasaan buruk pun sebenarnya berlaku. Sebagai contoh, jika Anda membiasakan setelah bangun subuh tidur lagi dan hal tersebut berturut-turut dilakukan maka kemungkinan besar Anda akan selalu tidur setelah subuh. Jika Anda membentuk kebiasaan menunda sesuatu misalnya, maka Anda akan terbiasa untuk menunda-nunda pekerjaan karena menjadi kebiasaan Anda.

Semakin banyak kita membentuk kebiasaan yang baik, semakin untung pula diri kita di masa yang akan datang. Tetapi sebaliknya, banyak sekali orang yang sudah tergantung pada kebiasaan buruknya sehingga sulit melakukan perubahan pada dirinya sendiri.

Jadi, sudahkah Anda memiliki kebiasaan yang baik? Kalau ada, apa sajakah kebiasaan itu? Yuk di share di kotak komentar di bawah.

Ingin mengundang saya sebagai pembicara seminar atau pelatihan tentang habit forming? Silakan email ke contact@arryrahmawan.net

Ingin berkomunikasi lebih lanjut? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!