Uncategorized

Pilih jadi Orang Pintar Atau Bodoh?

SEMUA orang pasti ingin menjadi orang yang pintar. Tidak ada orang di dunia ini yang ingin dianggap sebagai orang yang bodoh. Termasuk saya. Maka dari itu semenjak kecil saya seringkali dilatih oleh orang tua untuk selalu belajar yang benar dan sungguh-sungguh. Berusaha untuk mendapatkan peringkat dan prestasi terbaik, agar nantinya bisa menjadi siswa yang pintar dan unggul di sekolah.

Semakin lama saya tumbuh dan berkembang, seringkali saya melihat ada sebuah fenomena yang terbalik. Jika saya bertanya, untuk apa sih kita menjadi orang yang pintar? Apa yang akan kita dapat jika kita pintar di sekolah? Kemudian bagaimana nasib bagi mereka yang di sekolahnya sering gagal bahkan dicap bodoh oleh guru dan teman-temannya? Saya baru menyadarinya sewaktu mahasiswa, ternyata banyak fenomena seperti inilah yang terjadi.

“Orang pintar mendapatkan banyak kesempatan untuk melamar dan mendapat kerja. Sementara orang bodoh putus asa mencari pekerjaan, membuat usaha dan membuka bisnis, kemudian merekrut orang-orang pintar untuk menjalankan bisnis mereka. Jadi, bos-bos orang pintar sebenarnya adalah orang bodoh.”

Ada lagi sebuah fenomena,

“Orang pintar seringkali takut untuk melakukan kesalahan sehingga dia berusaha untuk selalu benar terhadap apa yang dikerjakan, sementara orang bodoh yang tidak tahu apa-apa dan seringkali melakukan kesalahan merekrut orang pintar untuk mengerjakan keperluannya.”

Apa lagi ya? Oh iya ada lagi,

“Orang pintar berusaha menjadi pintar untuk mendapatkan ijazah dan memuluskan mencari kerja. Sementara orang bodoh berpikir ijazah ada untuk melamar ke mertua dan mencari cara dengan ijazah itu dia bisa membayar orang-orang pintar di sekelilingnya.”

Jadi pilih mana, jadi orang pintar atau orang bodoh? Apakah kita harus menjadi orang yang bodoh?

Maksudnya bukan seperti itu. Hikmah yang bisa diambil adalah terlalu pendek jika kita hanya menilai kepandaian dan kecerdikan seseorang hanya dari aspek akademis atau kepintarannya saja (hard skill). Masih ada hal lain yang harus diperhatikan seperti aspek keberanian mengambil resiko, komunikasi yang baik, serta aspek soft skill yang lain.

Maksud dari tulisan ini adalah bukan mengajak mereka yang sudah pintar menjadi bodoh, tetapi justru menyemangati bagi mereka yang sudah pintar untuk memupuk aspek soft skill untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Sehingga kita terhindar menjadi orang pintar yang bodoh dan menjadi orang pintar yang semakin pintar.

Bagaimana pendapat sahabat sekalian?

Ingin mengobrol dengan saya Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!