Uncategorized

Pola Hidup Ekonomi Lama dan Baru

Bagi Anda yang saat ini sedang menempuh pendidikan atau kuliah di tingkat akhir, pasti sedang berpikir selanjutnya ingin bekerja menjadi apa ya? Wajar, karena kalau kita hidup di Indonesia, bagi orang tua yang tahu tentang apa pentingnya pendidikan dan memiliki biaya untuk itu akan merasa memiliki kewajiban untuk menyekolahkan anak-anaknya hingga sampai ke perguruan tinggi, setidaknya sampai jenjang S1. Baru setelah itu sang anak dituntut untuk menghasilkan uang untuk dirinya sendiri.

Secara umum, kita pasti juga diajarkan untuk mengikuti pola yang sama dengan bagaimana orang tua kita diajarkan. Kita diamanahkan untuk sekolah setinggi-tingginya dan sebaik-baiknya agar nanti kita bisa mendapatkan tempat kerja yang bonafid, bagus, dan bisa menghasilkan banyak uang.

Maka, setelah lulus kuliah, inilah pola yang paling umum akan terjadi di generasi dahulu,

Jadi, setelah kuliah – maka carilah kerja dan bekerjalah dengan keras. Hasilkanlah uang, agar kelak kita bisa menabung sedikit demi sedikit agar kita dapat melakukan hal yang kita cintai.

Pola ini, sayangnya membuat banyak sekali membuat produktivitas orang bekerja menjadi lebih rendah karena memang pola hidup seperti sudah dianggap lumrah.

Namun, sebenarnya saat ini jika mau ditelisik lebih dalam sudah jauh berbeda dibanding jaman dulu. Saat ini, dengan dukungan teknologi dan perkembangan yang ada, hidup bisa menjadi lebih mudah. Orang bisa dengan lebih mudah mengekspresikan apa kesukaan mereka menjadi sebuah profesi yang menghasilkan. Semua bisa didapat dengan lebih murah, daya beli semakin tinggi, dan kreativitas pun semakin tumbuh. Dengan kesadaran seperti ini, maka sekarang dan ke depannya pola hidup ekonomi baru akan menjadi seperti berikut ini,

Di mana sesungguhnya kita bisa memulai melakukan apa yang kita cintai dan mengasilkan uang dari situ. Maka itulah diperlukan karakter entrepreneur, di mana dengan kesukaan yang kita miliki, kita juga perlu ‘ilmu’ bagaimana menciptakan atau menyambut peluang apa yang diminta atau yang ada di pasar maka kita bisa dari awal membuka lapangan kerja untuk diri kita sendiri dengan melakukan apa yang kita sukai. Namun dengan catatan, bahwa semua harus kita lakukan secara disiplin.

Anda memilih untuk pola hidup model lama boleh, di mana kita perlu bekerja keras dulu, menabung sedikit demi sedikit, hingga akhirnya nanti bisa melakukan apa yang kita sukai. Namun, Anda pun boleh memilih untuk memulai melakukan hal yang Anda sukai sejak awal, menghasilkan uang dari sana, dan terus melakukan hal yang Anda sukai hingga Anda menjadi seorang expert atau ahli. Asyiknya saat Anda sudah menjadi seorang ahli ini adalah justru uanglah yang akan datang kepada Anda, bukan lagi Anda yang akan pontang-panting tidak karuan menghasilkan uang.

Apa yang Anda pilih? Pola hidup ekonomi lama atau pola hidup ekonomi baru? The choice is yours.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!