Uncategorized

Prinsip-Prinsip Sukses 'Si Anak Singkong'

Pernah lihat iklan buku Chairul Tanjung, Si Anak Singkong? Kalau di Gramed dijual seharga Rp58.000,00. Semenjak buku ini diiklankan, saya sudah tertarik sekali untuk membacanya. Maklum, Pak Chairul Tanjung adalah salah satu pengusaha legendaris di Indonesia. Yang gatau beliau sepertinya hanya orang yang jarang baca berita :). Walaupun usianya masih 50 tahun, tetapi kontribusinya sudah amat sangat luar biasa untuk Indonesia.

Hari Jumat kemarin sengaja saya membeli bukunya untuk dibaca-baca selama perjalanan di Bus Kuning menuju Universitas Muhammadiyah Yogyakarta mewakili UI dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS). Sebenarnya awal beli buku ini juga setelah mendapatkan rekomendasi dari sahabat saya @dindindf, katanya memang bagus. Ya sudah saya beli. Selama perjalanan, buku yang saya anggap tipis itu (ternyata tebal), berhasil saya lahap habis. Nah, terus apa dong pelajaran yang bisa diambil dari Si Anak Singkong?

Walaupun sebenarnya usia saya dengan Pak CT kurang dari separuhnya (saya 21, beliau 50) tetapi menurut saya di buku tersebut terdapat prinsip-prinsip kunci bagaimana seorang CT mengembangkan bisnis jutaan dolar yang menobatkannya sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Asyiknya dari buku ini adalah, Pak CT menceritakan awal perjalanannya dari beliau masih kecil hingga usianya yang kelima puluh. Beberapa pelajaran yang bisa kita ambil adalah sebagai berikut:

1. Berbakti Kepada Orang Tua

Cerita diawali dari kisah saat Pak CT diterima kuliah di Universitas Indonesia (FKG UI – beda fakultas tapi satu almamater ^^). Tahukah biaya pendaftaran yang beliau gunakan ternyata berasal dari hasil penjualan kain halus satu-satunya milik ibu yang sangat disayanginya? Pak CT sangat menghormati orang tua dan berbakti dengan menunjukkan prestasi saat beliau kuliah dan yang paling penting adalah memutuskan untuk tidak bergantung kepada orang tua dalam biaya kuliah dan biaya hidup. Semata-mata untuk menghormati orang tua beliau dan tidak tega jika memberatkan kedua orang tua.

Kisah-kisah manapun akan selalu menceritakan hal yang sama, barang siapa yang memuliakan kedua orang tuanya maka dia akan mendapatkan kehidupan yang mulia pula. Maka mulailah untuk mencoba, walaupun sedikit untuk melakukan hal-hal yang membahagiakan dan menyenangkan bagi orang tua. Bolehlah saat ini sukses dan kaya raya, tetapi jika itu membuat kita merendahkan orang tua, kekayaan itu akan habis dalam sekejap.

2. Kreatif dan Inisiatif

Ada sebuah kisah menarik saat Pak CT menjadi ‘agen fotokopi’ diktat, di mana beliau berani membantu menfotokopi diktat dengan harga yang lebih murah, namun masih menguntungkan yang akhirnya beliau dikenal sebagai salah satu mahasiswa terkaya pada zamannya hanya karena menjadi agen fotokopi (saat masih kuliah di FKG). Sebenarnya di sinilah letak yang paling utama dalam bisnis. Kreatif dan inisiatif. Di saat misalkan yang lain hanya mengikuti yang lainnya, seorang yang kreatif mampu melihat peluang-peluang tak terlihat di dalamnya.

Berbisnis bukan hanya masalah bakat, tetapi kreativitas. Tentu saja kreativitas bisa dilatih.  Cobalah untuk melakukan dan melihat sesuatu secara berbeda, di sana kreativitas bisa tumbuh. Kreatif saja tidak cukup, tetapi juga harus berinisiatif secepat mungkin untuk memulainya. Mungkin kita punya puluhan gagasan kreativitas tetapi kita tidak kunjung memulai. Sekali lagi, bukan hanya bakat, tetapi kreativitas dan inisiatif. Kreatif pasti bisa dilatih, sementara inisiatif terletak pada kemauan dan keberanian. Satu hal lagi, kedua hal tersebut harus menghasilkan profit besar dengan cara yang baik dan benar, agar bisnis bisa sustain. Kalo nggak bisa bangkrut. Mungkin sahabat bisa juga membaca Biasakan Menghitung Profit, Bukan Hanya Omzet

3. Jagalah Silaturahim dengan Siapapun

Saya tersentuh sekali dengan kisah Pak CT yang sudah sukses itu mengundang kembali guru-guru sewaktu masa SMA nya di SMA Boedi Oetomo sekedar untuk melepas rindu, mengucapkan terima kasih, dan memberikan kenang-kenangan. Pernahkah terpikirkan demikian? Banyak orang yang bilang bahwa Pak CT adalah orang yang beruntung usahanya bisa berkembang karena punya banyak backingan alias orang yang bermain di belakang. Menurut saya ya di situlah letaknya kekuatan silaturahim bukan? Semakin banyak jaringan, semakin mudahlah urusan. Pak CT mengajarkan untuk menjaga silaturahim, terutama dengan orang-orang yang memang pernah berjasa dalam hidup. Jangan sekali-kali menjauhi, apalagi melupakannya.

Silaturahim, dapat memperlancar rejeki dan memperpanjang usia. Begitu kata nabi.

4. Kerja Keras dengan Standar Tinggi dan Hasil Terbaik

Di buku si Anak Singkong ini diceritakan bahwa Pak CT sewaktu mudanya dulu adalah seorang aktivis pergerakan, lancar akademik, namun juga seorang pengusaha. Ketiganya beliau lakukan dengan semangat terbaik dan penuh dengan totalitas.

Saat ini, orang akan menilai seseorang bukan dari yang dikatakan, tetapi apa yang sudah dilakukan. Maka, jika dipercaya untuk memegang sesuatu, lakukanlah yang terbaik karena hal itu yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan untuk naik ke level berikutnya. Kuncinya adalah tetapkan standar tertinggi (walaupun bukan berarti perfeksionis). Kualitas kerja kita dan semua orang itu, tergantung dari goals dan standar-standar yang ditetapkan. Pak CT, tidak segan untuk menetapkan standar tertinggi.

5. Berani Mengambil Resiko

High Risk, High Return, itu seolah memang sudah menjadi hukum alam. Jika menginginkan sesuatu yang besar, jika ingin mewujudkan mimpi yang besar, maka semakin besar pula pengorbanan dan resiko yang harus diambil. Begitu pula yang dikisahkan di Si Anak Singkong ini. Terlihat betapa ‘berani’ nya sewaktu Pak CT mengambil alih bank dan studio yang akhirnya menjadi Bank Mega dan TransCorp. Mungkin kita hanya melihat saat ini dalam bentuknya yang sudah sukses, tetapi pada awalnya kita akan melihat kisah perjalanan yang benar-benar ‘ngeri’. Resiko kehilangan puluhan miliar rupiah, tetapi jika yakin, jalankan! Cerita yang sangat inspiratif dan lebih lengkapnya silakan baca sendiri ya.

6. Menjadi Rahmatan Lil ‘Alamin

Menurut saya, inilah inti dari buku Si Anak Singkong. Mengisahkan bagaimana Pak CT kemudian menuturkan kata demi kata yang merujuk pada satu hal: Jadikan Islam itu rahmat BAGI SEMUA. Rahmat untuk SEMESTA ALAM. Islam bukan hanya untuk Islam saja, tetapi untuk Nasrani, Kristen, Katolik, Hindu, Budha, bahkan Yahudi sekalipun.

Menurut saya kunci sukses beliau salah satu aspek kuatnya terletak di sini. Dengan segala kelimpahan harta yang beliau miliki, beliau memperbaiki SMA Boedoet yang terbengkalai bersama sahabatnya, mendirikan sekolah unggulan dan memberi beasiswa prestasi untuk anak-anak korban Tsunami di Aceh, menyantuni fakir miskin dan dhuafa, bahkan memberikan ruang bagi non-muslim untuk bekerja di Bank Mega Syariah! Sesuatu yang sangat tidak umum, yang justru di situlah kemudian merupakan praktek dan aplikasi nyata dari apa yang disampaikan Rasulullah bahwa Islam itu untuk semua. 🙂

Secara keseluruhan buku ini bagus. Kenapa? Karena ini buku biografi dari seorang yang memang sudah proven suksesnya, karyanya, dan kontribusinya untuk bangsa ini. Apa yang saya senangi dari karya biografi? Experience! Pengalamannya! Itu yang tidak tergantikan. Bayangkan, Pak CT menuliskan 50 tahun pengalaman hidupnya yang habis saya baca dalam dua hari saja. Belajar banyak, bukan?

Tapi memang buku ini agak kurang cocok bagi mereka yang suka baca buku sekali lahap. Buku ini tebal ternyata, tidak setipis yang digambarkan iklan. 6 kunci prinsip di atas hanya sebagian kecil yang saya ceritakan. Lebih lengkapnya diceritain berbagai macam kisah inspiratif dalam hidup Pak CT berkisar tentang 6 prinsip di atas.

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca buku ini? Monggo di share pelajaran Si Anak Singkongnya ^^

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

2 Comments

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!