Uncategorized

Productivity = Less Sleep?

Pertanyaan itu seringkali timbul di kepala saya. Apakah produktivitas itu identik dengan mengurangi jatah tidur kita? Banyak dari kita yang menganggap bahwa tidur merupakan salah satu ‘biang kerok’ yang membuat waktu kita menjadi tidak produktif. Kebanyakan tidur membuat kita menjadi malas dan justru tidak menghasilkan apapun. Mengurangi waktu tidur berarti memiliki waktu jauh lebih banyak dari orang lain dalam sehari untuk bisa beraktivitas.

Saya adalah seorang yang dulu percaya bahwa produktivitas itu berarti mengurangi waktu tidur dan mengisinya dengan hal yang lebih bermanfaat. Berapa waktu tidur saya per hari? Tiga jam saja. Bahkan ada beberapa teman saya yang penasaran, “Ry, loe tidur berapa jam sih bisa berkarya nyaris di berbgai bidang?” Saya jawab “tiga jam” dan mereka terkaget-kaget. Mereka pun terinspirasi untuk mengurangi jatah tidurnya juga. Benarkah produktivitas itu berarti mengurangi waktu tidur kita? Ternyata…. Tidak juga.

Saya ingin sedikit bercerita. Dulu, sewaktu saya SMA saya menjalani sebuah ujian orientasi masuk salah satu ekskul yang memaksa saya tidur hanya 2-3 jam dalam sebulan. Dampaknya adalah siklus tidur saya benar-benar berubah. Saya mampu hanya tidur 3-4 jam sehari. Jumlah yang terhitung sedikit, dan mengisi waktu sisanya dengan hal-hal yang lain.

Saya banyak menulis, membaca, melakukan aktivitas belajar, ambil kursus, dan lain sebagainya. Waktu tidur saya korbankan. Saya dulu punya keyakinan, bertambahnya amanah bukan berarti menghapus porsi di amanah sebelumnya. Tetapi menghapus porsi waktu tidur saya. Ekstrim memang.

Akhirnya pada awal semester 1 dan 2 kuliah saya benar-benar mendapatkan akibatnya. Orientasi masuk kuliah membuat aktivitas saya semakin padat dan melelahkan. Waktu tidur yang saya gunakan maksimal 3 jam saja. Sehingga pada waktu itu saya terkapar tidak bisa bernapas. Ada yang aneh dengan paru-paru saya. Saya dibawa ke rumah sakit, rontgen. Kata dokter, terlambat sedikit saja ada kemungkinan saya sudah tiada selamanya. Saya kena pengempisan paru-paru.

Hmm..

Saya berjuang keras untuk melakukan terapi. Dokter bertanya mulai dari pola hidup sampai pola makan saya. “Pantas kamu kena sakit ini, siklus tidur kamu buruk. Kamu ingin mengejar produktivitas, tetapi mengorbankan produktivitas yang lain. Bukankah kunci produktivitas itu salah satunya adalah kesehatan?”

Saya terdiam. Dokter itu benar. Ibaratnya saya membayar produktivitas jangka pendek dengan produktivitas jangka panjang. Tahukah Anda dampak-dampak kesehatan yang harus dibayar orang yang kurang tidur? Saya sendiri masih ingat dulu memang saya bisa mendapatkan waktu yang lebih banyak dari orang lain dalam sehari, tapi di sisi lain rasanya saya menjadi orang yang selalu mengantuk, kurang fokus, dan merasakan lemasnya badan.

Saya mengutip beberapa fakta yang lebih ilmiah tentang dampak kurang tidur dari DetikHealth sebagai berikut:

Para peneliti di West Virginia University School of Medicine meninjau ulang data dari 30.397 orang yang berpartisipasi dalam studi yang dilakukan oleh National Health Interview pada tahun 2005. Berdasarkan tinjauan tersebut, diketahui bahwa orang yang memiliki jam tidur kurang dari 7 jam setiap malam berisiko terhadap penyakit jantung.

Dalam sebuah studi terhadap 1.240 orang pada tahun oleh para peneliti dari Case Western University, menemukan bahwa orang yang tidurnya kurang dari 6 jam di malam hari berisiko menderita polip kolorektal yang dapat menjadi kanker hingga 47 persen dibanding orang yang memiliki jam tidur yang cukup.

Ternyata orang-orang di bawah usia 45 tahun yang tidak memiliki jam tidur yang cukup setiap malamnya memiliki risiko kematian dua kali lipat dibandingkan orang yang memiliki jam tidur yang cukup. Hal ini terjadi karena banyaknya efek buruk kurangnya jam tidur malam terhadap kesehatan seseorang.

Alhamdulillah saya sadar akan kekeliruan saya selama ini. Saya pun akhirnya diberikan kesehatan kembali oleh Allah. Dengan kesehatan ini, saya pun meyakini bahwa intinya bukan mengurangi waktu tidur. Produktivitas adalah di mana kita bisa mengatur waktu dan energi kita untuk mengerjakan segala pekerjaan kita. Tidur merupakan sebuah kebutuhan dan juga amanah yang sama-sama penting dengan amanah lain. Tidur adalah sebuah amanah untuk mengistirahatkan diri kita agar bisa selalu hidup sehat.

So, jadilah orang yang balance. Bekerja banyak boleh, namun istirahat serta asupan gizi juga harus mendukung. Baca juga tulisan saya tentang roda keseimbangan hidup. Ternyata produktivitas tidak melulu sejalan dengan mengurangi tidur. Boleh sih, mengurangi tidur tetapi batas normal tidur biasanya 6 – 8 jam. Yang membuat kontraproduktif adalah ketika waktu tidur kita melebihi waktu normal. Misalnya hingga 12-14 jam sehari. Wah, kalau itu ya harus dikurangi. Hehe..

Hanya ingin merefleksi. Semoga bermanfaat bagi sahabat yang ingin meningkatkan produktivitas. Ingin membaca karya saya tentang peningkatan produktivitas? Download saja ebook SimplyProductive!

Bagaimana menurut Anda? Benarkah productivity = less sleep?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!