Uncategorized

Refleksi Akhir Tahun 2013

Setiap akhir tahun dan menuju pergantian tahun yang baru, saya biasanya memiliki ‘ritual’ untuk menuliskan dua hal: pertama adalah refleksi akhir tahun 2013 saya yang berisi perjalanan dan pencapaian apa yang saya dapatkan di tahun 2013. Sementara yang satu lagi tentunya adalah resolusi 2014 yang semakin harus bisa dicapai. Menulis ini biasanya saya lakukan di atas atap rumah sambil memandangi indahnya langit yang dipenuhi letupan kembang api. Tahun baru saya lebih suka menikmati kembang api yang dibeli, dibakar, dan disulut orang lain. Tidak pergi ke mana-mana, namun melakukan kontemplasi dan evaluasi diri.

Sungguh sangat tidak terasa sekali 365 hari telah berlalu semenjak saya menuliskan Refleksi akhir tahun 2012 dan Resolusi 2013 yang membuat hari-hari saya lebih semangat. Benar-benar tidak terasa sekali rasanya. Begitu cepat berlalu. Berikut ini adalah catatan-catatan refleksi akhir tahun 2013 yang bisa saya share untuk teman-teman pembaca sekalian.

Tantangan demi Tantangan Menghadang di Tahun 2013

Masa tahun 2013 merupakan salah satu masa-masa yang paling ‘krusial’ dalam hidup saya. Yup, pada masa inilah saya menghadapi salah satu fase yang buat semua mahasiswa menjadi sebuah penentu ketuntasan kuliahnya: Fase SKRIPSI! Yes, benar sekali. 2013 ini merupakan tahun keempat saya kuliah di departemen Teknik Industri UI yang saya cintai. Tidak terasa juga padahal kemarin rasanya baru masuk kuliah, eh ini sekarang malah sudah di penghujung tahunnya.

Rasa deg-degan belum menemukan topik skripsi pun saya rasakan bahkan saat menjelang detik-detik seminar 1 (seminar pengajuan proposal penelitian). Mencari topik ini memang salah satu langkah krusial, karena jika kita tepat memilih topik bukan hanya kelulusan yang didapat tapi kita juga happy ngerjainnya. Bayangin bagi mereka yang topik skripsinya sudah ga sreg di awal, ngerjainnya males, dan upaya lulus pun bisa tersendat. Sampai akhirnya dosen pembimbing saya mengajukan sebuah topik untuk membuat model dasar analisis kebijakan MP3EI dengan pendekatan sistem dinamis. Pada saat saya mendengarkan pemaparan dosen pembimbing saya tentang topik itu, saya benar-benar merasakan jadi seorang mahasiswa yang keren karena topik skripsinya keren. Dan berdasarkan pemaparan itu, I thing it seems easy. Legit lah.

Berdasarkan resolusi 2013 pasal satu sudah tertulis jelas – “Lulus skripsi dengan predikat A dan Cum Laude.” Bismillah, semoga bisa. Waktu itu H-7 hari menjelang seminar 1. Saya harus mempresentasikan usulan judul ini ke penguji. Cum laude harga mati. Setidaknya itu bisa menjadi hadiah kecil untuk kedua orang tua saya nanti pada saat wisuda.

It’s easy. Lolos. Senang? Bangeeet!

Kayaknya ceritanya datar ya? haha.. Belom kelar.

Di samping skripsi, saya juga mengurus sebuah bisnis perusahaan pelatihan. Resolusi 2013 saya pada pasal ke sekian juga menyatakan bahwa saya akan menerbitkan 3 BUAH BUKU yang akan menjadi best seller. Muluk abis! Tapi saya ga main-main, awal Januari saya submit outline buku STUDENTPRENEUR GUIDEBOOk ke redaksi GagasMedia dengan harapan bisa diterima dan jadi best seller (mimpi banget rasanya waktu itu). Selain itu saya juga punya cita-cita untuk bisa keliling Indonesia, silaturahim dengan ketua-ketua Komunitas TDA Wilayah seluruh Indonesia. Tidak hanya itu, saya juga ingin ke London! Banyak banget maunya.

Skripsi pada awalnya yang ada di bayangan saya adalah sebuah penelitian yang tidak terlalu berat. Namun setelah 2 bulan saya menyelami topik saya ini, saya baru sadar akan sesuatu yang mengerikan setelah diberitahu pembimbing saya bahwa topik itu sebenarnya tidak layak untuk dijadikan skripsi.

Topiknya terlalu berat, model kebijakannya terlalu besar, dan kompleksitasnya tinggi. Kata pembimbing, itu lebih tepat dijadikan thesis S2 atau bahkan… Disertasi S3. Berat rasanya mulut ini ingin berkata, “Bapak kok tegaaa…. T_T” *sambil menangis bombay*

Jadilah dalam rentang bulan Februari – Juni, saya berada pada masa-masa paling mencekam:

  • Menyelesaikan skripsi yang tingkat kerumitannya cukup kompleks
  • Dikejar-kejar editor GagasMedia yang haus akan darah naskah serta revisi
  • Menjadi ketua Komunitas TDA Kampus 2013 – 2015
  • Mengurus sebuah bisnis perusahaan jasa pelatihan

Akankah saya bisa meraih cum laude? Akankah buku Studentpreneur Guidebook saya bisa selesai? Akankah Komunitas TDA Kampus ini akan berjalan? Apakah bisnis saya lancar?

Tahun 2013 adalah tahun di mana saya sangat-sangat belajar untuk mengatur efektivitas dan efisiensi waktu kita yang sangat terbatas dan hanya ada 24 jam saja.

Dan… Saya benar-benar belajar banyak tentang hal itu.

Impian – Impian yang Digapai

Bagaimana kemudian nasib skripsi saya? Jeng jeng jeng… Setelah diumumkan, alhamdulillah saya meraih predikat skripsi A (sangat baik) dengan total Indeks Prestasi Kumulatif Cum Laude sebesar 3.79 dan merupakan lulusan ketiga terbaik di departemen saya. Tuntas sudah akhirnya kuliah yang saya mulai sejak 4 tahun yang lalu. Terbayang bagaimana nanti pada saat wisuda, ini bisa menjadi sebuah hadiah kecil untuk orang tua yang sudah berjuang untuk mengantarkan saya mencapai titik ini. Mungkin tidak seberapa, namun ternyata orang tua saya sangat bangga sekali. Ini bukti buat ayah dan bunda, bahwa saya kuliah dengan sungguh-sungguh walaupun saya juga sibuk berbisnis. Pendidikan, buat saya penting, sekalipun saya memiliki bisnis dan bisa menghasilkan uang sendiri. Setelah wisuda, berbeda dengan pilihan teman-teman saya yang lain, saya meneruskan bisnis saya dan melanjutkan kuliah S2 di fakultas dan departemen yang sama.

Pada tahun 2013 ini juga, Komunitas TDA Kampus tidak hanya berjalan, namun juga berhasil membuka wilayah di 8 kota dan memiliki anggota aktif hingga lebih dari 1000 orng di seluruh Indonesia. Wilayah itu ada di Semarang, Jogja, Batam, Lampung, Makassar, dan lain sebagainya. InsyaAllah akan terus bertambah. Mohon doanya agar virus kewirausahaan yang positif  dan lurus bisa terus disebarkan di seluruh Indonesia. Informasi lebih lanjutdapat menghubungi situs Komunitas TDA Kampus atau kepoin Twitternya di @TDA_Kampus.

Bagaimana dari sisi bisnis? Alhamdulillah di tahun 2013 ini perkembangannya bisa dibilang pesat. CerdasMulia Training saat ini sudah memiliki payung badan hukum legal berupa PT, pindah kantor dari rumah ke gedung, dan dipercaya untuk merancang pelatihan bagi klien-klien korporat. Saya pun akhirnya membuka satu perusahaan lagi yaitu Trust Performance Inc (TRUPER) yang membantu para entrepreneur untuk mengembangkan bisnis mereka dengan cara yang mudah dipahami dan menyenangkan. Untuk seorang bujangan, omzet dan keuntungan untuk diri saya sudah sangat lebih dari cukup di tahun 2013. Maka dari itu saya pun menuntaskan resolusi saya untuk menyunting Nook HD baru dan Macbook Air terbaru, untuk menjadi asisten saya (beli maksudnya) sebagai hadiah atas capaian bisnis ini. Semoga kamu kuat ya Macbook Air kerja keras bareng sama saya, hehehe… *pukpuk*

Capaian selanjutnya yang sebenarnya masih saya rasakan ‘ajaib’ adalah berhasil menerbitkan buku Best Seller: Studentpreneur Guidebook. Pernah suatu kali saya berpikir bahwa tidak mungkin buku pertama saya langsung laris bahkan best seller di toko-toko buku. Masuk toko buku saja sudah merupakan capaian berarti buat saya (Trims GagasMedia). Ternyata alhamdulillah, 3 pekan setelah buku itu diluncurkan, Studentpreneur Guidebook berhasil menjadi salah satu buku best seller, termasuk di Jakarta, Bogor, dan Jogjakarta. Sungguh capaian yang tidak terduga.

Di tahun 2013 ini pula saya mencatatkan rekor memberikan pelatihan dan seminar terbanyak, nyaris 100 kali di berbagai kota di Indonesia. termasuk Jogjakarta, Batam, Lampung, Samarinda, Bogor, dan masih banyak lagi kota-kota lainnya. Ini sesuai juga dengan target resolusi saya di tahun 2013 yang ingin bisa tampil 100 kali untuk menimba pengalaman dan ilmu. Walaupun belum sempurna, namun setidaknya sudah mendekati. Hehe..

Itulah beberapa impian saya yang tercapai dari resolusi 2013. Bagaimana dengan capaian-capaianmu di 2013 ini?

The Insight

Sungguh, tahun 2013 yang begitu cepat berlalu ini memberikan banyak pelajaran untuk diri saya pribadi pada khususnya. Capaian yang teman-teman pembaca lihat di atas mungkin adalah hal ‘enak’ yang dilihat dari luar. Banyak dari mereka yang bilang saya adalah orang yang beruntung. Namun, jika Anda tahu bahwa sebenarnya untuk mencapai itu semua saya harus benar-benar mengubah kebiasaan saya tentang mengatur waktu dan mengurangi jatah tidur saya. Ya, sudah tidak terhitung berapa banyak hari di mana saya bekerja keras untuk bisa mencapai hal tersebut seperti di atas. Skripsi saya memfokuskan diri 4 bulan full secara intensif, saya membaca lebih dari 300 jurnal tentang model ekonomi pembangunan, saya berlatih presentasi untuk sidang skripsi berkali-kali, saya berkali-kali merevisi skripsi. Saya belajar, bagaimana sesungguhnya jika kita sudah memulai sesuatu, maka kita harus mengerjakannya secara total. Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas, adalah indikasi bagaimana seseorang bisa mengerjakan sesuatu dengan total.

Buku Studentpreneur Guidebook yang bisa Anda nikmati saat ini, merupakan hasil perjuangan keras saya bersama tim GagasMedia selama kurang lebih 10 bulan. Saya sempat menjerit dalam hati saat naskah tulisan-tulisan saya dicoret, minta revisi, dipasang deadline, mulai dari yang tadinya menulis itu menyenangkan, hingga tertekan karena menulis pernah saya rasakan (salah terus soalnya). Saat itu saya seringkali terlintas dalam pikiran apakah sebaiknya proyek buku ini dibatalkan saja? Apa sebaiknya saya undur saja setelah saya selesai skripsi? Namun, di sinilah saya belajar bahwa kesalahan-kesalahan kita sebenarnya ada untuk memperbaiki diri kita. Kesalahan adalah sebuah pembelajaran yang harganya tidak ternilai karena dia eksklusif datang untuk kita.

Tahun 2013 ini juga memberikan saya pelajaran bahwa memang penting kita membuat sebuah resolusi untuk menentukan ke mana arah hidup kita. Setidaknya jika kita tidak mendapatkan semua yang kita inginkan, kita bisa ‘mendekati’ kondisi ideal yang kita inginkan. Tuhan pasti akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan hanya sekedar apa yang kita inginkan. Tugas kita adalah berikhtiar yang terbaik sesuai dengan rencana atau mimpi yang sudah kita tuliskan. Peluk mimpi itu, yakinkan diri bahwa kelak kita bisa mencapainya, kemudian beraksi nyata agar visi dan impian kita bukan hanya sekedar halusinasi.

Orang bilang membuat resolusi di awal tahun adalah omong kosong. For me… it works.

Resolusi 2013 adalah sebuah komitmen, dan refleksi tahun 2013 ini adalah Laporan Pertanggungjawabannya. Masih banyak yang belum bisa saya penuhi, seperti ke London misalkan. Tahun 2013 ini saya hampir ke London 2 kali namun keduanya gagal. Yang pertama karena saya tidak ada biaya, yang kedua sudah ada biaya namun visanya tidak keluar. Jika memang bisa kita perjuangkan, maka perjuangkanlah mimpi kita. Namun jika memang yang terbaik bukan itu, tidak ada yang lebih baik selain menerimanya dengan tersenyum. Senyuman inilah yang kelak justru akan menggantikan mimpi kita sebelumnya dengan capaian-capaian yang lebih indah.

Terkait dengan buku yang baru terbit satu dan bukannya 3, saya belajar bagaimana agar membuat resolusi yang lebih realistis. Seringkali saya atau mungkin Anda dalam menentukan resolusi adalah sekedar menuliskan keinginan tanpa mempertimbangkan aspek realita apakah hal tersebut bisa dicapai atau tidak. Waktu itu saya ‘memaksakan diri’ agar bisa mencapainya padahal saya tahu akan ada skripsi, memimpin TDA Kampus, dan lain sebagainya. Lebih baik kita mencapai impian-impian kecil kita dengan langkah pasti, dibandingkan dengan memiliki impian besar namun kita sebenarnya tahu itu tidak bisa dicapai.

Itulah sedikit catatan refleksi saya di tahun 2013, yang alhamdulillah buat saya merupakan tahun yang lebih gemilang dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Bagaimana dengan refleksi 2013 Anda? Maukah Anda membaginya dengan saya?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!