High Performance Me

Sebab Sulitnya Menemukan Passion (1)

Seminggu terakhir ini saya menerima banyak sekali email yang menanggapi tulisan-tulisan saya untuk menemukan dan mengembangkan passion. Memang akan sangat enak dan nyaman sekali jika kita bisa bekerja sesuai dengan passion kita. Saat ini, sedikit sekali orang yang bekerja tidak sesuai dengan apa yang mereka sukai. Padahal, untuk bisa menghasilkan terbaik itu berasal dari kinerja terbaik pula. Jika kita berbicara dengan kinerja terbaik, maka tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan cinta akan pekerjaan tersebut. So, if you find your passion, you can work happily and make your result more productive.

Tetapi memang tidak mudah menemukan passion itu. Salah satunya dari email-email yang masuk, menyatakan bahwa mereka belum menemukan passion mereka hingga saat ini (bahkan setelah membaca tulisan saya). Saya sendiri memerlukan waktu sekitar 3 tahun untuk menemukan dan ‘menguatkan diri’ bahwa itulah passion saya. Kenapa kita begitu sulit menemukan passion? Berikut adalah ulasan tentang 5 sebab sulitnya menemukan passion. Jika Anda sudah ke sana kemari mencari passion dan belum ketemu juga, maka tulisan ini akan bermanfaat untuk Anda.

Namun sebelumnya, jika Anda berkenan silakan baca dulu beberapa tulisan saya tentang passion:

Cara mudah menemukan passion

Showing Your Passion, why Not?

10 Menit Menemukan Passion Anda

Finding Passion to Grow your Business

Sudahkah Anda menemukan passion Anda setelah membaca tulisan di atas? Jika belum, maka sekarang saya akan menulisnya secara terbalik. Jika tulisan di atas membahas bagaimana untuk menemukan, maka sekarang akan dibahas tentang apa saja yang membuat Anda hingga saat ini belum menemukan apa passion Anda.

#1: Terlalu Banyak Berpikir sehingga Lupa Merasakan

Dalam pengalaman saya menemukan passion, saya semakin percaya bahwa passion itu lebih mudah ditemukan dengan merasakan, bukan memikirkan. Saya menghabiskan 3 tahun waktu saya untuk berpikir, “passion saya di mana ya?”…………… “passion saya di mana ya?”…………. dan…. “passion saya di mana ya?” Terlalu banyak berpikir membuat kita lupa bahwa passion itu sudah ada di dalam diri kita.

Ini terjadi sewaktu saya kemudian memutuskan untuk mengerjakan apapun dan memisahkan mana pekerjaan yang membuat saya terus bersemangat dan mana pekerjaan yang membuat saya boring. Setiap pekerjaan yang saya lakukan, berbeda-beda, saya mencoba untuk feel, feel, and feel the sensation. Yup, dan tahukah Anda? Dari sini saya kemudian menemukan bahwa passion saya adalah menulis dan mengajar (public speaking).

Saya merasakan sebuah feel yang saya sendiri tidak bisa menjelaskan saat saya menulis dan berbicara di depan umum. Saya begitu bersemangat dan ingin terus-menerus menulis. Bahkan, jika saya stress sekalipun, saya mengobatinya dengan menulis. Blog ini, jika Anda tahu usianya belum genap 1 tahun (mulai online Agustus 2012). Namun tulisan di dalamnya sudah lebih dari 360 tulisan. Tulisan di blog ini belum termasuk tulisan-tulisan khusus saya di media massa lain dan buku yang saya buat. So? Just feel what you do. Bahkan jika Anda masih pelajar sekalipun, coba cek pelajaran apa yang membuat feel Anda sangat senang, antusias, bersemangat. Coba pause sebentar pikiran kita untuk mengaktifkan sensor feeling dan hati kita.

#2: Malu Mengakui Passion

Tahukah Anda, beberapa orang menertawakan saya saat saya bilang bahwa suatu saat saya akan menjadi penulis yang handal. Mereka banyak menertawakan saya karena saya seharusnya menjadi seorang engineer. Penulis identik dengan mereka orang-orang lulusan sastra. Sementara saya, baik S1 dan S2 saya ada di bidang industrial engineering.

Inilah yang sering membuat kita mundur dan malu mengakui passion kita. Seringkali kita merasa passion kita kurang tepat karena berbeda dengan apa yang kita pelajari selama ini. Lebih parah lagi: passion kita bukanlah passion prospektif untuk menghasilkan duit! Jadilah kita kembali ke pertanyaan awal, “Passion saya di mana ya?”

Banyak teman saya yang malu mengakui passion mereka, padahal sudah ketemu. Mereka hanya tidak berani jujur kepada diri sendiri. Saya, karena sudah menemukannya maka tugas sayalah untuk mengembangkannya. Siapa bilang menulis tidak bisa menghasilkan uang? Contoh dari menulis di blog ini misalnya, saya sering mendapatkan tawaran mengajar atau mengisi kuliah tamu tentang  blogging and creative writing (dengan fee US$200-300/sesi) . It’s come from passion first!

Tipsnya, apapun passion yang sudah Anda temukan, akuilah. Sekalipun passion Anda hanya membaca buku novel fiksi sekalipun! Dari passion tersebut, Anda bisa menjadi penulis handal, editor, kritikus sastra, bahkan sutradara film! Bahkan seorang yang passionnya jalan-jalan, bisa menjadi penulis terkenal dari pengalaman-pengalamannya keliling dunia.

Jika Anda tidak berani mengakui keunikan diri Anda sendiri, maka bersiaplah untuk hidup di kehidupan orang lain.

Tulisan selanjutnya akan membahas lebih lanjut tentang sebab mengapa menemukan passion menjadi sulit.

Semoga tulisan ini bermanfaat. Apa komentar Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

1 Comment

  • Menurut saya sangat membantu dan menginspirasi dari tulisan di atas, ya Allah buat mas arry di panjangkan umurnya, diberkahi hidupnya, dan dimudahkan semua urusannya, serta tergolong menjadi orang2 masuk surga karena kekayaan dan keilmuannya, amiiin

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!