Uncategorized

Selamat Jalan, Guruku Tercinta

Hari ini rasanya seperti mimpi. Saat pagi mengecek inbox email, tiba-tiba ada pesan dari seorang teman yang mengungkapkan duka cita karena salah seorang guru terhebat saya meninggal dunia, Pak Houtman Z Arifin. Mungkin sahabat mengetahui kehebatan beliau yang melegenda dengan cerita berhasilnya seorang office boy yang kemudian menjadi seorang vice president Citibank. Sebuah cerita yang luar biasa.

Saya sendiri langsung teringat dengan kenangan sewaktu saya bertandang ke rumah beliau yang rasanya itu baru terjadi kemarin. Beliau berpesan kepada saya, “Saya senang sekali dengan anak muda yang penuh dengan ide dan gagasan, tetapi tetap aksi nyatalah yang menentukan apakah kebaikan itu bisa terwujud atau tidak.” Sebuah sentilan sewaktu saya mengungkapkan gagasan-gagasan tentang bisnis dan ide pengembangan masyarakat. Bahkan beliau menantang saya untuk membuat sebuah proposal proyek gerakan sosial masif yang akan beliau tanggung secara langsung seluruh biayanya.

Walaupun pertemuan saya dengan Pak Houtman singkat dan mungkin beliau juga tidak ingat dengan saya, tetapi saya akan selalu terkenang dengan gebrakan beliau yang benar-benar seorang yang berorientasi aksi. Beliau selalu tidak pernah banyak berkata. Jika itu memang kebaikan, maka lakukanlah! Salah satu nasihat yang pernah saya dapatkan dari beliau, “Makna dan keberhasilan hidup itu bukan bergantung dari seberapa banyak sertifikat yang kamu dapat, tetapi bagaimana keberadaanmu senantiasa dinanti di hati setiap orang karena mereka merasakan manfaat dengan adanya keberadaan dirimu.”

Saya sempat menitikkan air mata sewaktu beliau menceritakan filosofi tentang buku beliau, Visa ke Surga. Jikalau kita ingin ke Jepang, Amerika, atau Eropa saja kita butuh visa, bagaimana jika kita ingin ke surga? Kalau kita ingin masuk ke sebuah negara, kita akan dengan hati-hati mempersiapkan segalanya. Mulai dari berkas-berkas, pengecekan formulir, persyaratan, paspor, bahkan hingga interview. Lantas apakah langsung dapat? Belum tentu, karena semua berkas harus diperiksa terlebih dahulu apakah memang sudah memenuhi syarat.

Sama persis dengan visa ke surga. Sudahkah kita mempersiapkan segala macam berkas-berkas yang kita perlukan untuk bisa menginjakkan kaki ini di surgaNya? Berapa banyak ibadah yang sudah kita lakukan dengan ikhlas tulus kepadaNya? Berapa banyak manfaat yang sudah kita semaikan di dunia untuk kebaikan manusia ciptaanNya? Setelah sekian banyak kita melakukan keduanya, bisakah kita memastikan bahwa kita mendapat visa itu? Tidak, untuk itulah setiap visa ke surga yang turun bukan karena amalan yang kita lakukan, tetapi memang karena rahmat Allah yang menyebabkan visa itu turun.

Jika orang yang sudah banyak beribadah dan menyemai manfaat saja masih belum pasti mendapat visa, bagaimana dengan mereka yang menyia-nyiakan hidup mereka tanpa kebaikan sama sekali? Bahkan, seorang Nabi Muhammad yang visanya sudah pasti turun pun masih terus melaksanakan shalat wajib dan sunnah, bahkan tahajud setiap hari secara konsisten.

Selamat jalan, guruku tercinta. Terima kasih sudah mengajarkan banyak ilmu di sebuah pertemuan singkat sewaktu engkau mengundangku untuk bertandang. Semoga apa yang kutuliskan ini bisa menjadi tabungan ilmu bermanfaat yang kau berikan, dan membuatmu semakin cepat mendapatkan visa ke surgaNya.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!