Akademik Pengembangan Karir

Sharing Pengalaman Mengikuti Sertifikasi Dosen (SERDOS) SMART 2021 Sejak Awal Hingga Dinyatakan Lulus – Bagian 1

Pada tulisan kali ini saya ingin berbagi kepada sahabat, khususnya bagi pembaca yang juga sesama kolega dosen di Indonesia mengenai proses Sertifikasi Dosen atau Serdos. Alhamdulillah di tahun 2021 ini, saya mendapat “panggilan” dari kampus (walaupun saya sedang proses tugas belajar di luar negeri) untuk mengikuti proses sertifikasi dosen karena saya dinyatakan “eligible”. Proses sertifikasi ini dimulai pada awal Bulan Oktober 2021. Alhamdulillah pada Bulan Desember 2021 ini saya mendapatkan pengumuman dari SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) UI bahwa saya dinyatakan lulus SERDOS,

Begitu pengumuman keluar dan berwarna hijau (menandakan saya lulus), saya pun langsung sujud syukur dengan perasaan lega. Mengapa? Karena untuk mengikuti SERDOS ini dibutuhkan persiapan matang dan strategi secara khusus, terlebih format SERDOS 2021 ini terbilang baru dan berbeda dari proses serdos-serdos sebelumnya. SERDOS 2021, yang diberi nama SERDOS SMART dirancang untuk memudahkan peserta mengikuti prosesnya karena semua full online dan transparan. Namun, berkas yang harus disiapkan juga banyak dan beragam. Pada waktu saya mengikuti proses ini, saya mendapat informasi serba mendadak, sehingga jujur saja untuk mengikutinya saya sempat merasa keteteran. Atas izin Allah, alhamdulillah saya lulus sehingga tidak perlu lagi mengulang semuanya dari awal.

Apa itu SERDOS dan Apa Manfaatnya?

Sertifikasi Dosen (SERDOS) adalah sebuah proses penjaminan mutu dosen di Indonesia yang artinya memiliki kompetensi di 4 bidang, yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dosen – dosen yang telah lulus SERDOS maka dapat diartikan sudah memenuhi standar minimal di 4 kompetensi ini untuk menjadi seorang dosen profesional. Selain bermanfaat sebagai penambah kredibilitas dosen dalam menunjukkan kompetensinya, Sertifikat Dosen juga bermanfaat untuk kenaikan jenjang karir dan tentunya (sebagai bonus) bisa menambah tunjangan finansial dosen.

Apa Prasyarat agar Bisa Mengikuti SERDOS?

Adapun prasyarat utama (berdasarkan PP Nomor 37 Tahun 2009) yang perlu dipenuhi sebelum ikut sertifikasi adalah,

  1. Memiliki pengalaman kerja sebagai dosen pada sebuah perguruan tinggi sekurang-kurangnya 2 tahun. Adapun perhitungan 2 tahun ini dimulai sejak menerima SK Tanggal Mulai Menjadi Dosen (TMMD) yaitu pada saat pengangkatan dari Calon Pegawai menjadai Pegawai Tetap. TMMD saya dimulai pada 01 November 2016, sehingga saat ikut SERDOS ini kurang lebih saya sudah memiliki pengalaman kerja selama 5 tahun.
  2. Memiliki jabatan akademik sekurang – kurangnya Asisten Ahli (AA).

Jika dirasa rekan – rekan sudah memenuhi kedua syarat di atas, maka ada peluang untuk mengikuti SERDOS. Tinggal kita pelajari apa saja proses yang ada di SERDOS SMART 2021 ini.

Proses SERDOS SMART 2021

Sebagai bentuk rasa syukur, pada artikel ini saya ingin berbagi kepada teman – teman kolega dosen pada khususnya agar persiapan ikut SERDOS nya juga matang (tidak keteteran seperti saya). Saya menulis ini juga sekaligus ingin berbagi pengalaman karena kebanyakan artikel yang ada di internet saat ini lebih menjelaskan prosedur SERDOS SMART 2021. Mudah – mudahan tulisan ini bisa bermanfaat untuk rekan – rekan kolega dosen yang juga sedang berupaya lulus SERDOS dengan format SERDOS SMART 2021.

Pada tulisan ini, saya membagi fase SERDOS menjadi 3 tahapan. Tahap 1 (T1) adalah fase persiapan yang perlu dilakukan agar kita bisa “dipanggil” atau “dicalonkan” menjadi dosen yang akan disertifikasi karena kita eligible. Tahap 2 (T2) adalah fase di mana kita sudah eligible untuk mengikuti SERDOS dan kita memasukkan bukti – bukti kita melakukan Tri Dharma Perguruan Tinggi untuk bisa dinyatakan sebagai dosen profesional. Tahap 3 (T3) adalah tahap penilaian, di mana tim asessor akan menilai portfolio yang kita isi di T2. Setelah itu barulah pengumuman!

Berdasarkan pengalaman saya, Proses SERDOS ini memakan waktu sekitar 2-3 bulan sejak T1 hingga T3. Semua proses dapat dilakukan secara online melalui SISTER (Sistem Informasi Sumber Daya Terintegrasi) yang dimiliki Kemendikbudristek atau Universitas masing – masing.

Fase T1

Fase ini adalah fase pra-SERDOS, di mana fase ini perlu kita lakukan agar bisa eligible sebagai peserta SERDOS. Loh, eligible gimana maksudnya? Bukankah cukup dengan pengalaman 2 tahun dan memiliki jabatan fungsional Asisten Ahli? Sayangnya tidak. Pada fase T1 ini, terdapat sederet checklist yang harus dipenuhi agar eligible. Checklist ini nantinya dilengkapi di SISTER. Jika semua checklist sudah terpenuhi dan kita menjadi eligible, maka saat Kemendikbudristek membuka kuota Sertifikasi (yang entah kapan) maka nama kita akan dipertimbangkan.

Salah satu kesalahan fatal yang saya temui dari kolega saya lainnya adalah mereka beranggapan SERDOS itu dipanggil dulu, baru menyiapkan. Padahal kenyataannya terbalik, “persiapkan dan rapikan dulu semua checklist di SISTER, dapatkan status eligible, baru kita dipanggil untuk masuk fase T2.” Karena saya mendapatkan arahan dari pimpinan, saya ikuti saja instruksinya untuk merapikan data checklist di SISTER sejak tahun 2020 (padahal waktu itu belum tahu kapan SERDOS akan dibuka). Alhamdulillah karena data SISTER saya sudah rapi, di tahun 2021 saya dipanggil ke Fase T2 dan “melompati” senior saya yang tidak rapi datanya dan belum siap datanya ketika dipanggil karena ada dokumen yang kurang.

Apa saja yang perlu disiapkan di Fase T1?

Berikut adalah 8 daftar checklist yang harus diinput dengan rapi di SISTER untuk menjadi dosen eligible SERDOS, yaitu

  1. Data Daftar Riwayat Hidup Dosen
  2. Dokumen Ijazah
  3. Dokumen SK Jabatan Fungsional
  4. Dokumen SK Penetapan Golongan / Ruang kepangkatan atau yang setara
  5. Dokumen Laporan Kinerja Dosen (LKD) 2 Tahun Berurut-turut
  6. Data/Dokumen hasil Tes Kemampuan Dasar Akademik (TKDA) dari Lembaga yang diakui Kemendikbudristek
  7. Data/Dokumen Hasil Tes Kemampuan Bahasa Inggris (TKBI) dari Lembaga yang diakui Kemendikbudristek
  8. Dokumen Sertifikat Program PEKERTI atau AA dari perguruan tinggi pelaksana Program PEKERTI/AA yang diakui Kemendibudristek

Untuk poin 1-4 adalah paling mudah dan cukup jelas. Berkas tersebut dapat diunggah di sister pada bagian Profil > Data Pribadi, Profil > Inpassing, Profil > Jabatan `Fungsional, dan Profil > Kepangkatan

Untuk poin 5 (LKD), adalah laporan kinerja dosen tahunan yang biasa dilaporkan dosen setiap semester. Di Universitas Indonesia, LKD bentuknya kurang lebih seperti ini,

Contoh Ilustrasi Dokumen LKD untuk SERDOS

LKD tersebut di atas nantinya perlu ditandatangani oleh atasan langsung (kepala departemen) dan pimpinan fakultas untuk disahkan. LKD ini menunjukkan keaktifan atau kinerja tridharma perguruan tinggi kita sebagai input SERDOS.

Poin ke-6 & 7 yaitu TKDA dan TKBI, adalah hasil tes kemampuan akademik dan bahasa Inggris berupa sertifikat yang diakui Kemendikbudristek. Berikut adalah daftar lembaga yang diakui untuk TKDA dan TKBI,

Daftar lembaga TKDA dan TKBI yang diakui Kemendikbudristek – berdasarkan panduan SERDOS SMART 2021. Lembaga dapat berubah sewaktu – waktu.

Saya sendiri mengambil TKDA UGM secara online (karena saya ada di Belanda) dan juga saya menggunakan sertifikat TOEFL yang saya dapatkan pada tahun 2019 ketika mendaftar PhD di TU Delft. Kedua sertifikat ini tidak ada batasan expired nya, namun harus diambil setelah tanggal pengangkatan sebagai dosen. Dan juga kedua tes ini memiliki nilai ambang batas untuk lulus. Nilai ambang batasnya adalah,

Passing Grade TKBI dan TKDA SERDOS SMART 2021

Bagi Anda yang belum punya sertifikat ini, saran saya sebaiknya ambil sertifikat jauh – jauh hari sebelum ada panggilan SERDOS. Karena saat ada panggilan SERDOS, kuota layanan penyedia sertifikasi otomatis penuh dan seringkali kita akan kesulitan mendapatkan kuota tersebut. Sertifikasi dapat diambil kapan saja, tinggal kita rajin atau sering – sering mampir ke situs penyedia layanan sertifikasi untuk mengecek jadwal sertifikasi mereka.

Poin ke-8 cukup jelas, yaitu kita diminta untuk upload sertifikat AA DAN PEKERTI di SISTER sebagai syarat untuk menjadi dosen eligible untuk SERDOS. Sertifikat AA dan PEKERTI ini nantinya diajukan melalui menu Kualifikasi > Diklat, dan pastikan statusnya “Data telah Valid” seperti berikut ini,

Status sertifikat AA dan PEKERTI yang sudah valid

Jika sudah merapikan semua checklist di fase T1 ini, maka kita akan mendapatkan status eligible untuk mengikuti SERDOS. Untuk mengecek status tersebut, maka kita bisa melihatnya di menu Layanan SERDOS pada SISTER. Maka akan muncul tampilan berikut ini,

Tanda bahwa Anda sudah termasuk eligible untuk mengikuti Serdos periode berikutnya

Alhamdulillaah.. Ternyata di SERDOS SMART 2021 ini, untuk bisa eligible kita harus benar – benar memastikan bahwa data rapi sampai muncul status eligible tersebut. Langkah berikutnya tentu adalah banyak – banyak berdoa, shalawat, bersedekah, dan minta ridho orang tua agar dipanggil untuk T2.

Berdasarkan pengalaman saya, alhadulillah ketika saya selesai merapikan checklist untuk T1 ini di akhir April 2021, saya kemudian “dipanggil” untuk ikut SERDOS pada Bulan Oktober 2021. Artinya saya bersiap untuk masuk ke T2.

Dan insyaAllah pengalaman saya mengikuti SERDOS di T2 akan saya bagikan pada postingan berikutnya agar tidak terlalu panjang, ya. Hehe… Tentunya di T2 prosesnya tidak kalah seru dibandingkan T1. Tapi itu nanti saja saya ceritakan di lain kesempatan.

Semoga sedikit kisah ini dapat bermanfaat untuk para pejuang SERDOS ya!

Salam,
Arry Rahmawan

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar