Akademik Pengembangan Karir

Sharing Pengalaman Mengikuti Sertifikasi Dosen (SERDOS) SMART 2021 Sejak Awal Hingga Dinyatakan Lulus – Part 2

Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai sharing mengikuti sertifikasi dosen dari Kemendikbudristek tahun 2021, kali ini saya ingin sharing tentang proses sertifikasi dosen untuk fase Tahap 2 (T2) dan Tahap 3 (T3).

Fase T2 ini tidak kalah seru dengan fase T1. Setelah fase T1 kita perlu menyiapkan sekitar 8 dokumen untuk bisa eligible sebagai peserta SERDOS, di fase T2 ini adalah penilaian portfolio dosen yang sebenarnya. Ada 2 dokumen yang akan dinilai pada fase T2, yaitu:

  • Data Penilaian Persepsional
  • Dokumen Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tridharma Perguruan Tinggi

Semua data ini akan dimasukkan melalui SISTER pada Perguruan Tinggi. Nantinya tampilan di SISTER pada menu ‘Sertifikasi Dosen’ akan memiliki tampilan seperti ini,

Tampilan Menu Sertifikasi Dosen (SERDOS) untuk dosen yang masuk T2

Pada fase T2 ini kita diminta untuk,

  1. Validasi Biodata Peserta
  2. Mengunggah Pasfoto
  3. Isian Daftar Riwayat Hidup
  4. Mengisi Instrumen Persepsional Diri
  5. Penyusunan Dokumen PDD-UKTPT Untuk Serdos

Untuk poin (1) dan (2) cukup jelas, di mana kita diminta untuk mengisi biodata di SISTER dan memastikan kembali data yang diisi adalah benar. Salah satu tips yang paling saya ingat untuk bagian ini adalah mengisi NPWP. Dengar-dengar dari SDM kampus saya banyak berkas yang dikembalikan karena NPWP nya tidak terisi sehingga harus mengulang lagi prosesnya dari awal. Sayang, bukan?

Tips Mengisi Daftar Riwayat Hidup

Untuk poin ketiga, daftar riwayat hidup juga merupakan aspek yang sangat penting. Daftar riwayat hidup ini nantinya akan menarik data yang kita unggah melalui SISTER, dan harus kita pastikan bahwa setiap entri yang kita masukkan memiliki cukup bukti. Apa yang ada di daftar riwayat hidup akan digunakan oleh asessor untuk meng cross check apa yang kita ceritakan dalam PDD-UKTPT sebagai bentuk unjuk kinerja kita dalam melaksanakan tri-dharma perguruan tinggi.

Daftar riwayat hidup ini akan berisikan rekam jejak kita dalam pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Pastikan bahwa entri di SISTER tersusun rapi, sehingga dapat menjadi bukti yang valid untuk menunjukkan kinerja dosen dalam melaksanakan Tri-Dharma Perguruan Tinggi. Berikut adalah contoh entri yang ada di SISTER saya untuk penilaian SERDOS,

Entri Kategori Pengajaran
Entri kategori Publikasi Karya
Entri Kategori Pengabdian Masyarakat

Adapun tips dari saya adalah: Cicil entri riwayat hidup Anda sejak dini dan jangan menunggu panggilan SERDOS! Kenapa? Karena untuk mengupload entri dan juga bukti – bukti dokumennya sangat memakan waktu. Apalagi jika deadline SERDOS sudah semakin dekat, maka kita akan semakin kesulitan jika dokumennya tidak siap. Daftar riwayat hidup ini bisa dicicil. Jadi kalau misal kita punya publikasi baru, masukkan. Jika kita punya berkas pengabdian masyarakat baru, masukkan langsung, dan seterusnya. Kesalahan saya adalah tidak mencicil sejak dulu. Hal ini mengakibatkan ketika datang masa SERDOS saya harus mengupload seluruh dokumen satu per satu.

Dan ingat, memasukkan entri perlu disertai bukti dokumen pendukung. Untuk pengajaran bisa merupakan SK dari departemen, untuk penelitian bisa dengan bukti terbit artikel, dan untuk pengabdian masyarakat bisa dengan SK atau dokumentasi hasil dari pengabdian masyarakat yang dilakukan.

Tips Pengisian Instrumen Persepsional Diri

Untuk pengisian instrumen persepsional diri, nanti penilaian akan dilakukan oleh atasan langsung (kepala departemen), 3 rekan sejawat, dan 5 orang mahasiswa. Masing – masing orang nanti akan menilai 4 kompetensi dari diri kita, yaitu:

  • Kompetensi pedagogik, terkait cara mengajar
  • Kompetensi profesional, terkait dengan pengusaan keilmuan
  • Kompetensi sosial, terkait dengan hubungan sosial kita dengan kolega
  • Kompetensi kepribadian, terkait dengan baik/buruknya perilaku kita di mata kolega & mahasiswa

Nantinya kolega dan mahasiswa akan mengisi kuesioner dari skala 1-7 untuk masing – masing kompetensi tersebut. Penilaian akhirnya nanti akan dirata – rata. Untuk SERDOS SMART tahun 2021 ini, rerata masing-masing komponen kompetensi harus > 4,0 dan rerata tota nilai persepsional di atas 4,5 (>4,5).

Kalau ini tidak ada tips apa – apa kecuali memang kita menjadi orang baik, ya. Saya pun tidak mengetahui siapa yang menilai saya karena kolega saya ditunjuk langsung oleh atasan (ketua departemen). Jika semua kolega sudah selesai mengisi, maka nantinya di SISTER akan ada hasil perhitungan nilainya langsung. Alhamdulillah, dari penilaian kolega saya mendapatkan Nilai Persepsional Diri (NPD) yang memuaskan dan dinyatakan lulus, baik per komponen ataupun rerata total instrumen NPD nya.

Tips Penyusunan PDD-UKTPT

Jikalau ada bagian yang paling seru dan menguras kreativitas saya sebagai dosen di waktu yang singkat, maka jawabannya adalah mengisi dokumen PDD-UKTPT. PDD-UKTPT singkatannya adalah Pernyataan Diri Dosen dalam Unjuk Kerja Tri Dharma Perguruan Tinggi (ya Allah panjangnya). Dokumen ini terbagi menjadi 3 bagian, yaitu dokumen unjuk kinerja pengajaran, unjuk kinerja penelitian, dan unjuk kinerja pengabdian masyarakat. Hal yang membedakan dengan daftar riwayat hidup adalah dokumen ini bentuknya narasi / cerita. Kalau saya sebagai dosen kewirausahaan teknologi melihat ini sebagai unique selling point kita kepada asessor kenapa kita berhak mendapatkan sertifikat pendidik.

PDD-UKTPT ini merupakan bentuk yang lebih detil dari deskripsi diri yang biasa ada pada Serdos sebelumnya. Pada serdos sebelumnya, dosen diminta untuk membuat deksripsi diri sebanyak lebih dari 150 kata yang menjelaskan 4 kompetensi sebagai seorang pendidik. Nah sekarang, dokumen deskripsi diri ini diganti jadi 3 dokumen PDD-UKTPT. Lebih unik lagi, untuk dokumen PDD-UKTPT pengajaran bentuknya adalah video dan harus diupload pada platform yang bisa dilihat secara publik. Dalam hal ini saya memilih Youtube saja biar simpel. Sementara untuk dua dokumen lain (penelitian dan pengabdian masyarakat), bentuknya adalah narasi.

Oh ya, dalam pengisian PDD-UKTPT ini saya juga diberikan kesempatan untuk menentukan bobot pelaksanaan tri-dharma perguruan tinggi. Saya memilih bobot 40% untuk pendidikan, 50% penelitian, dan 10% pengabdian masyarakat. Penilaian ini juga sesuai dengan banyaknya portfolio yang saya upload di SISTER

Berikut akan saya contohkan dokumen PDD-UKTPT saya.

Dokumen PDD-UKTPT Bidang Pengajaran (Bobot 40%)

Adapun dokumen PDD-UKTPT bidang pengajaran berupa video. Pada video ini kita diminta untuk mendeskripsikan mata kuliah utama yang kita ajar di kampus. Dari panduan SERDOS, setidaknya ada 3 hal yang wajib disampaikan dalam video, yaitu:

  • Delivery: Materi apa yang disampaikan dalam perkuliahan
  • Interaction: Bagaimana interaksi dalam menyampaikan materinya
  • Assessment: Bagaimana melakukan evaluasi pembelajarannya

Sebagai bentuk unique selling point, saya menambahkan unsur portfolio dalam video tersebut. Portfolio ini adalah hasil karya mahasiswa yang berdampak langsung bagi masyarakat ketika mengikuti mata kuliah saya. Adapun mata kuliah yang saya ajukan untuk dinilai adalah Pemodelan Sistem, berikut adalah cuplikan videonya.

PDD-UKTPT Pengajaran Arry Rahmawan – Mata Kuliah Pemodelan Sistem

Alhamdulillah video tersebut menjadi salah satu video PDD-UKTPT paling populer dengan jumlah view mencapai lebih dari 6,000 penonton. Bagi Anda yang saat ini juga sedang mengikuti SERDOS dengan format yang sama, saya persilakan untuk mempelajari video saya, termasuk kekurangan – kekurangan yang harus ditambal. Saya akui, video ini sangat banyak kekurangannya. Diambil dengan menggunakan kamera smartphone karena peralatan yang terbatas dan seadanya. Tetapi alhamdulillah bisa disubmit tepat waktu.

Dokumen PDD-UKTPT Bidang Penelitian (Bobot 50%)

Untuk dokumen PDD-UKTPT penelitian, saya menceritakan tentang keaktifan saya dalam meneliti. Saya menceritakan keterkaitan bidang penelitian saya dengan arah strategis penelitian nasional. Kemudian saya berikan juga 1-2 publikasi kunci yang saya hasilkan. Adapun bentuk narasinya adalah sebagai berikut,

Sejak tahun 2017, saya aktif terlibat dalam riset dengan topik pengembangan dan aplikasi metode pemodelan sistem untuk membantu Indonesia mencapai roadmap Sustainable Development Goals (SDGs). Saya tergabung sebagai anggota peneliti muda di laboratorium Systems Engineering, Modeling, dan Simulation (SEMS) Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Adapun roadmap riset yang dijalankan laboratorium ini berasal dari turunan prioritas riset yang dicanangkan oleh pemerintah, yaitu membantu Indonesia untuk mewujudkan konsumsi energi di sektor industri yang lebih bersih serta berkelanjutan (goals 7) dan pengembangan infrastruktur logistik maritim yang mampu mereduksi ketimpangan sosial di Indonesia sesuai dengan Nawacita (goals 10). Roadmap ini sangat relevan dengan latar ilmu yang saya dalami saat S1 dan S2, yaitu pemodelan dan rekayasa sistem, sehingga saat menjadi dosen saya dapat melanjutkan riset sesuai dengan pokok ilmu yang telah saya pelajari.

Salah satu hasil karya ilmiah saya yang unggul adalah makalah ilmiah berjudul, "Industry 4.0 technology implementation impact to industrial sustainable energy in Indonesia: A model conceptualization.” Makalah ilmiah tersebut diterbitkan oleh Energy Procedia El Sevier pada tahun 2019 dan terindeks SCOPUS. Makalah tersebut menjelaskan tentang model konseptual berbasis sistem dinamis yang dapat digunakan untuk mengetahui apa dampak dari penerapan teknologi industri 4.0, seperti cloud computing, flexible manufacturing, big data analytics, augmented reality, dan autonomous algorithm terhadap konsumsi energi di sektor industri suatu negara. Penelitian ini sangat penting untuk pengambil kebijakan strategis di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki roadmap untuk mengimplementasikan teknologi industri 4.0 sebagai arah pembangunan tahun 2020 - 2024 dan juga memiliki visi menjadi negara dengan konsumsi energi sektor industri yang lebih bersih. Benarkah penggunaan energi turun signifikan dengan diterapkannya teknologi tersebut? Jika iya, bagaimana mengukur dampaknya? Jika tidak, apa yang sebaiknya harus dilakukan? Pertanyaan tersebut coba kami jawab melalui pemodelan sistem menggunakan pendekatan sistem dinamis. Melalui makalah ilmiah ini, kami mempublikasikan model konseptual yang kami gunakan sebagai basis pembuatan model komputasinya, di mana merupakan hal yang pertama kali dilakukan pada waktu itu. Melalui publikasi makalah ini, kami berharap dapat memberi kerangka kerja yang jelas bagi pengembang model yang sedang mengembangkan model dengan tujuan yang sama.

Sejak 2 tahun terbit, publikasi tersebut sudah disitasi sebanyak 51 kali. Beberapa artikel yang melakukan sitasi pun adalah jurnal - jurnal top Q1 El Sevier atau Springer. Sebagai contoh, Model konseptual ini mendorong Dantas dkk (2020) untuk mengkombinasikan konsep industry 4.0 dengan circular economy untuk mencapai SDGs. Model konseptual ini juga mendorong Zhou dkk (2020) untuk untuk mengukur pertumbuhan ekonomi di China pasca penerapan industri 4.0 secara masif. Feng dkk (2019) menggagas agar model industry 4.0 tersebut diadopsi untuk mengukur sinergi pencapaian SDG antara China dengan negara di Belt and Road Initiatives. Hingga yang terbaru, Handayani (2020) mencoba melihat apakah model industry 4.0 masih relevan digunakan dalam skenario pandemi COVID-19. Hal ini menunjukkan bahwa makalah ilmiah ini tidak hanya bermanfaat buat saya dan tim, melainkan juga masyarakat luas di Indonesia dan dunia.

Saya dan tim pun terus berinovasi untuk mengembangkan model - model konseptual yang dapat digunakan sebagai fondasi pembuatan model sistem dinamis, model diskrit, atau model berbasis agen untuk membantu Indonesia mencapai roadmap SDGs, khususnya goals 7 dan 10. Terhitung dalam rentang tahun 2018 - 2019, saya dan tim peneliti di laboratorium SEMS secara konsisten menghasilkan 15 makalah terkait penerapan pemodelan sistem untuk SDGs (semua terindeks SCOPUS) dalam aplikasinya di bidang energi dan transportasi untuk menurunkan disparitas kesejahteraan di Indonesia. Sebagai seorang peneliti pemula, merupakan suatu kebanggaan saat mengetahui publikasi - publikasi saya sudah disitasi dengan total lebih dari 100 kali dan mengantarkan saya memiliki H-index 6 versi SCOPUS dalam waktu 2 tahun.

Saya akui bahwa saya belum banyak bisa menghasilkan karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi. Maka dari itu, saya memutuskan untuk melanjutkan sekolah doktoral di Delft University of Technology, Belanda melalui Beasiswa Unggulan Dosen Indonesia (BUDI) LPDP. TU Delft merupakan satu dari sedikit kampus terbaik di dunia dalam mengembangkan metode pemodelan sistem inovatif untuk memecahan masalah yang kompleks. Topik penelitian disertasi saya melanjutkan apa yang sudah saya kerjakan sebelumnya, yaitu memanfaatkan pemodelan sistem untuk merancang sistem jaringan transportasi maritim yang dapat mengurangi kesenjangan dan disparitas sosial, dengan studi kasus di Indonesia untuk memperkuat jati diri Indonesia sebagai negara maritim sesuai dengan Nawacita. 

Adapun inovasi dalam disertasi saya adalah metode yang saya kembangkan bersifat multi-method, yaitu menggabungkan 2 atau lebih metode pemodelan untuk memecahkan masalah yang kompleks terkait logistik maritim di Indonesia. Metode pemodelan ini akan menjadi metode pemodelan pertama yang secara khusus digunakan untuk menghitung dampak dari keputusan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan jaringan pelayaran perintis terhadap pengurangan ketimpangan sosial di negara kepulauan. Terlebih lagi saat ini Indonesia memiliki rencana memindahkan Ibu Kota, di mana menjadi salah satu skenario dalam disertasi saya. Jika studi ini selesai, maka model ini dapat digunakan atau direplikasi di berbagai negara kepulauan lain yang ingin mengurangi ketimpangan sosial antar pulau dengan membangun infrastruktur maritim yang lebih baik.

Adapun rencana saya ke depan setelah kembali dari Tugas Belajar adalah terus mengembangkan metode pemodelan sistem yang relevan untuk memecahkan masalah SDGs yang lebih kompleks untuk Indonesia. Tren nya saat ini adalah pemodelan sistem mengarah pada penggunaan multi-method approach, yaitu menggabungkan 2 atau lebih metode secara simultan untuk memecahkan masalah secara lebih komprehensif. Selain multi-methods, pendekatan pemodelan saat ini juga mengarah pada multi-disciplined, di mana beragam rumpun ilmu saling bekerja sama untuk mengembangkan model yang mampu menjawab efek multi indikator, mulai dari ekonomi, sosial, dan juga lingkungan secara lebih komprehensif.

Satu hal yang perlu diperhatikan adalah ketika membuat narasi terkait PDD-UKTPT penelitian, pastikan apa yang kita ceritakan konsisten dengan data yang ada pada Daftar Riwayat Hidup. Jadi kalau kita memberikan contoh 1-2 publikasi, pastikan publikasi tersebut sudah terupload di SISTER dan ada pada daftar riwayat hidup yang kita submit.

Dokumen PDD-UKTPT Pengabdian Masyarakat

Untuk dokumen Pengabdian Masyarakat bentuknya sama seperti narasi penelitian. Inti dokumen ini adalah menjelaskan keterlibatan kita dalam pengabdian masyarakat. Pastikan bahwa klaim – klaim yang kita berikan di dokumen ini juga diperkuat dengan dokumen yang disubmit di daftar riwayat hidup.

Berikut ini adalah contoh dari PDD-UKTPT Pengabdian masyarakat yang saya tulis,

Dikarenakan 90% waktu saya sebagai dosen diprioritaskan untuk darma penelitian dan pengajaran, maka saya mencoba berpikir strategis terkait bagaimana saya dapat memberikan dampak luas ke masyarakat dengan sisa waktu alokasi yang tersisa untuk darma pengabdian masyarakat. Maka salah satu topik PkM yang saya fokuskan adalah membantu pemerintah secara langsung, baik pusat maupun daerah, untuk memecahkan masalah kebijakan kompleks sesuai dengan keilmuan yang saya miliki, yaitu rekayasa dan pemodelan sistem.

Salah satu PkM yang pernah dan sedang saya lakukan terkait keilmuan saya adalah menjadi narasumber tetap untuk Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Salah satu peran PkM krusial yang saat ini sedang saya jalankan adalah menjadi narasumber ahli untuk memberikan masukan kepada tim peneliti Balitbanghub serta pemerintah pusat dalam mengevaluasi dan memberikan rekomendasi terkait rute jaringan pelayaran perintis. Pelayaran perintis adalah layanan angkutan di perairan pada trayek-trayek yang ditetapkan serta disubsidi secara operasional oleh pemerintah untuk melayani daerah atau wilayah yang belum terlayani oleh angkutan perairan karena tidak bernilai komersial.

Salah satu kesulitan terbesar dalam menentukan trayek pelayaran perintis setiap tahunnya adalah setiap trayek harus dapat mengakomodir konektivitas pada rute non-komersil di pulau-pulau kecil namun diimbangi dengan efisiensi subsidi operasional kapal. Apabila pemerintah terlalu fokus pada konektivitas, maka dapat menjadi beban anggaran yang besar karena jalur tersebut tidak komersil. Namun, jika terlalu fokus pada efisiensi anggaran, maka daerah - daerah pulau terpencil, terluar akan merasa terlantar, tidak terkoneksi, dan tidak mendapatkan hak akses transportasi yang sama dengan masyarakat Indonesia lainnya. Untuk itu diperlukan kerjasama antara pemerintah, operator pelayaran, dan akademisi untuk bersama - sama menentukan mana trayek - trayek perintis terbaik setiap tahunnya.

Peran saya sebagai narasumber pada PkM ini adalah memberikan masukan secara aktif dalam rapat, focus group discussion, dan rapat evaluasi trayek pelayaran perintis. Adapun dalam setiap kesempatan, saya menggunakan pendekatan pemodelan simulasi, lebih tepatnya network analytics untuk menganalisis mana rute - rute yang sebaiknya dipertahankan untuk disubsidi dan mana yang bisa ditinggalkan karena sudah terbentuk jalur komersial di wilayah tersebut. Dengan menggunakan model network analytics serta digabung dengan teknologi GIS, dapat dilihat mana saja pelabuhan, rute, atau ruas pelayaran perintis yang saling tumpang tindih dengan pelayaran komersil. Data - data ini kemudian dievaluasi dengan membandingkan data permintaan trip antar daerah (origin and destination), baik arus penumpang dan barang untuk ditentukan apakah masih diperlukan pelayaran perintis di wilayah tersebut atau dilepas sepenuhnya ke komersil. Saya kemudian membuat berbagai macam skenario rute pelayaran perintis untuk disimulasikan ke dalam model vessel assignment lalu melakukan kalkulasi terhadap dampaknya, dilihat dari indeks konektivitas dan juga indeks efisiensi subsidi. Alternatif rute yang memberikan indeks konektivitas terbaik dan subsidi terendah akan dipilih untuk diajukan menjadi trayek di tahun berikutnya.

Salah satu dampak nyata yang bisa saya rasakan secara langsung adalah adanya beberapa rute pelayaran perintis yang pada akhirnya direvisi atau diganti atas rekomendasi saya dan tim narasumber lain. Walaupun hanya berdampak pada 1 - 2 rute, namun dampak nyata yang dirasakan masyarakat adalah adanya total frekuensi (voyage) pelayaran yang lebih sering berkunjung ke pulau - pulau kecil tersebut. Dari yang tadinya rata - rata dikunjungi kapal setiap 14 hari, sekarang dapat turun menjadi 10 - 12 hari tanpa membebani anggaran dengan lebih besar. Bagi orang yang tinggal di daerah pulau-pulau terluar dan terpencil, dikunjungi oleh kapal perintis dengan lebih sering amat sangat berarti. Hal tersebut berarti meningkatkan peluang perdagangan antar pulau, meningkatkan aksesibilitas angkutan penumpang, dan yang lebih penting lagi adalah menjaga kedaulatan NKRI dan meminimalisir potensi separatisme pada wilayah - wilayah terluar. Dukungan dari masyarakat terkait evaluasi rute perintis ini saya rasakan ketika tim narasumber berkunjung ke pelabuhan-pelabuhan kecil (sebelum pandemi), di mana mereka sangat menyambut baik dan rela untuk ditanya, didata, tentang apa manfaat pelayaran perintis untuk daerah - daerah terluar.

Dalam PkM ini peran saya hanya sebagai narasumber yang memberi masukan dan bukan konsultan. Saya mengembangkan analisa dan model dengan susah payah, semata - mata karena ingin mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan keilmuan yang saya bisa. Mohon maaf apabila data laporan PkM tidak dapat saya sertakan dalam riwayat hidup, karena menjadi laporan tertutup untuk Balitbanghub dan Kementerian Perhubungan. Namun mudah - mudahan narasi deskriptif ini mampu menggambarkan dengan jelas apa manfaat dan dampak dari PkM yang saya lakukan ini.

Adapun model simulasi yang saya buat sepenuhnya berada dalam kepemilikan dan hak intelektual saya, karena  melakukan hal tersebut, semata - mata karena ingin mengabdi kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Demikian 3 dokumen PDD-UKTPT yang semoga saja bisa bermanfaat untuk pembaca sesama rekan dosen yang sedang atau bersiap mengikuti Sertifikasi Dosen SMART gelombang berikutnya.

Setelah semua dokumen disubmit, maka yang bisa saya lakukan adalah berdoa semoga diberikan hasil yang terbaik. Karena setelah fase T2, masuk ke fase T3 yang mana ini merupakan fase penilaian asessor terhadap dokumen yang sudah disubmit. Fase ini memakan waktu sekitar 1,5 bulan. Jika fase T3 udah selesai, nantinya di SISTER akan langsung muncul pengumuman apakah kita lulus atau tidak.

Daaan… setelah menunggu sekian purnama, akhirnya pada Bulan lalu saya mendapatkan hasil seperti ini di SISTER saya,

Alhamdulillah, saya bisa LULUS SERDOS Tahun 2021!

Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT bahwa saya dapat lulus SERDOS di tahun 2021 ini. Walaupun tunjangannya tidak bisa aktif karena saya sedang tugas belajar, tetapi yang terpenting adalah saya sudah melewati satu milestone wajib sebagai dosen dan semoga ini menjadi pelecut semangat untuk saya agar bisa berkarya dengan lebih baik lagi sebagai dosen.

Semoga bermanfaat ya untuk sahabat semua!

Salam,
Arry Rahmawan

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

1 Comment

  • Thank you for sharing and your inspiration. Pak Arry! sharing yang sangat jelas, runtun dan bermanfaat sekali. Mohon doanya semoga saya dan kawan-kawanlainnya bisa segera menyusul, lolos dan lulus seluruh proses dalam waktu dekat (semoga dipanggil di tahun ini- aamiin). Salam kenal dari Bandung untuk bapa dan istri dan keluarga pak Arry semoga diberikan kesehatan, kelancaran dalam segera urusan termasuk studi Phdnya di Belanda. Semoga nanti bisa bersilaturahmi.

Tinggalkan Komentar

%d bloggers like this: