Uncategorized

Siapa Mentor Anda?

Malam ini saya mendapatkan pesan di BBM saya dari seseorang, “Udah dapet 16 trainer baru ya?” Itulah pesan singkat dari Pak Fauzie Abdullah, owner Hanin Store sekaligus mentor bisnis saya di Komunitas TDA Kampus. Sebuah pesan singkat yang mengawali percakapan panjang setelahnya. Pesan itu beliau kirim setelah saya posting status bahwa CerdasMulia saat ini sudah mendapatkan 16 trainer baru.

Alasan saya mencari trainer bermula dari tekanan nyata yang saya dapatkan dari Pak Fauzie. Ada sebuah masa di mana CerdasMulia ini mengalami stuck dan jalan di tempat. Alasannya sederhana, CerdasMulia selalu kekurangan SDM untuk memenuhi permintaan training di berbagai wilayah dan target bulan ini sederhana, rekrut 10 orang trainer baru kemudian dilatih untuk menjadi inspirator baru. Saya sebagai CEO CerdasMulia seringkali membuat keputusan-keputusan yang mengesampingkan peran SDM. Saya lebih fokus ke pengembangan program, marketing, dan manajemen investasi. Saya takut untuk merekrut SDM baru terkait development cost nya yang mahal.

Saya tidak tahu bagaimana jadinya bisnis saya jika memang tidak dimentor. Mungkin saja saat ini saya masih coba-coba meraba berbagai macam cara untuk bisa memajukan usaha. Trial and error lah istilahnya. Selain itu bisa jadi semangat saya naik turun tidak karuan karena merasa tidak ada keharusan untuk mengembangkan usaha ini.

Pak Fauzie Abdullah

Pak Fauzie lah salah satu orang yang selalu membuat saya bersemangat ketika semangat itu sedang turun. Beliau lah yang seringkali membuat saya merasa menjadi seorang yang kepepet untuk terus melakukan pengembangan bisnis. Misalnya, jika dalam bulan ini omzet usaha di bawah rata-rata, denda beberapa ratus ribu rupiah atau traktir semua anggota kelompok mentoring bisnis. Saya tidak memikirkan masalah dendanya, namun justru dengan itu kita akan selalu tertantang untuk bertanggungjawab atas pilihan kita menjadi seorang pengusaha muda. Pengembangan bisnis ini terus dimonitor oleh beliau, ditanya-tanya bagaimana perkembangannya, bahkan beliau menawarkan diri untuk setiap mentee nya agar tidak sungkan datang ke ruko nya hanya sekedar bermain dan konsultasi bisnis. Tidak heran jika setiap bulannya, insyaAllah selalu ada inovasi dan pengembangan baru di CerdasMulia Leadership and Training Center.

Saya belajar tentang pentingnya cashflow dalam bisnis. Saya belajar bagaimana strategi peningkatan penjualan dan closing kontrak dengan berhasil. Saya belajar bagaimana menumbuhkan inovasi. Saya belajar strategi bersinergi. Saya belajar tentang membuat laporan keuangan (yang jujur ternyata masih banyak yang harus diperbaiki). Saya belajar bagaimana SDM terbaik akan menghasilkan perusahaan terbaik pula. Sungguh banyak saya belajar dari beliau.

Saya salut kepada beliau yang bahkan dalam menyelenggarakan mentoring bisnis ini tidak dibayar sepeser pun. Pak Fauzie adalah seorang di mana saya bisa belajar bahwa kesederhanaan adalah sebuah pilihan. Beliau memiliki miliaran aset dalam usahanya, namun subahanallah orangnya sangat sederhana. Tidak banyak gembar-gembor ke sana kemari, namun sangat care dan perhatian kepada kami. Beliau dengan sangat sabar mengajarkan ilmu-ilmunya kepada kami. Ah.. kegiatan mentoring bisnis ini selalu saya rindukan, yang biasa kami lakukan di Hanin Store jalan Kartini, Depok.

Saya hanya bisa mendoakan semoga Allah selalu memberikan keberkahan atas usaha beliau membimbing saya dan teman-teman di Komunitas TDA Kampus. Semoga usahanya selalu berkembang dan bisa menjadi penolong di dunia dan akhiratnya. Kami belajar bagaimana memang tangan di atas (memberi) akan selalu lebih baik daripada menerima.

Nama bapak akan selalu saya sebut dalam shalat saya, karena jasa yang sangat besar dalam membimbing saya dan teman-teman pengurus TDA Kampus. Saya berharap bisa mendoakan agar mimpi terbesar bapak bisa saya doakan dalam shalat-shalat saya. Kemudian Pak Fauzie menjawab lewat pesan di BBM, “Saya pingin punya pesantren buat orang-orang berprestasi, kurang mampu, yatim, dhuafa. Doain juga ya.”

InsyaAllah, akan selalu saya doakan untuk Bapak. Dalam setiap shalat wajib, dhuha, tahajud, dan sunnahnya. Mungkin saya tidak dapat memberikan apapun saat ini, selain doa tulus terucap dari hati terdalam untuk mentor bisnis saya tercinta. Mohon maaf atas segala khilaf dan kesalahan yang pernah kami perbuat selama mentoring. Maaf jika kami selalu merepotkan bapak, namun justru di situlah kami merasakan bahwa bapak seperti ayah kami sendiri. Ayah dari komunitas TDA Kampus.

Saya sudah merasakan betapa memiliki mentor itu sangat membantu diri untuk tumbuh dan berkembang. Bahkan silakan telusuri orang-orang sukses, mereka pun memiliki mentor untuk membimbing mereka agar terus berkembang. Sudahkah Anda memiliki mentor untuk mengembangkan diri? Siapa mentor Anda? Bersediakah membagi kisah mentor Anda kepada saya melalui sebuah kotak suara di bawah tulisan ini?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar