Uncategorized

Social Media dalam Menghancurkan Produktivitas Kita [Infographic]

ERA social media seperti sekarang ini banyak sekali membawa keuntungan bagi kita. Kita menjadi lebih mudah terhubung dan berkomunikasi dua arah. Mudah dalam membuat komunitas, dan yang lebih penting adalah semakin mudah kita untuk saling berbagi informasi.

Tetapi jika membicarakan social media terkait dengan produktivitas? Belum tentu bermanfaat, malah kadang menghancurkan! Berapa banyak waktu yang seharusnya kita gunakan untuk bekerja malah asik digunakan untuk membuka social media seperti Facebook, Twitter, Google+, LinkedIn, Foursquare, Pinterest, Instagram, dan yang lain (parahnya semakin lama semaking banyak) ?

Perhatikan sebuah penelitian di bawah ini. Peran dari social media termasuk email yang tanpa disadari penggunanya menjadi monster pembunuh produktivitas kerja mereka.

 Bayangkan betapa banyaknya kerugian yang disebabkan social media dalam menghancurkan produktivitas kita.

Tapi, tunggu dulu. Jangan salahkan social media. Mereka hanyalah alat yang digunakan oleh manusiai. Tergantung bagaimana manusia menggunakannya bukan? Menjadi produktif bukan sesuatu hal yang sulit untuk dilakukan. Jika Anda ingin tahu bagaimana caranya, silakan download buku terbaru saya SimplyProductive: Prinsip-Prinsip Sederhana dalam Membangun Produktivitas yang sudah dibaca ratusan orang sejak beberapa jam setelah peluncurannya.

Menurut Anda, bisakah social media digunakan untuk mendukung produktivitas yang kita kerjakan? Silakan share gagasan Anda melalui kotak komentar di bawah.

Ingin ngobrol lebih lanjut? Follow saja @ArryRahmawan.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author