Inovasi Bisnis Keilmuan

Strategi Mempertahankan Bisnis untuk UMKM di Tengah Pandemik Corona COVID-19 menggunakan Powerful Questioning (Seri Self-Coaching UMKM #1)

Written by Arry Rahmawan

Strategi Mempertahankan Bisnis untuk UMKM di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Hari Minggu kemarin, seorang teman sesama alumni Teknik Industri UI mengontak saya. Teman saya ini adalah salah satu pelaku UMKM di Indonesia. Selang beberapa saat setelah saling sapa karena sudah lama tidak berjumpa, akhirnya kami memutuskan untuk melakukan video call. Di video call tersebut, teman saya sang pelaku UMKM ini bercerita tentang betapa beratnya menjalankan bisnis sebagai UMKM di tengah pandemik Corona (COVID-19). Teman saya ini kebetulan adalah seorang pelaku UMKM di 2 sektor, baik manufaktur dan jasa. Dia bercerita betapa dirinya dan juga rekan – rekannya sesama pengusaha UMKM tertekan karena tidak pernah memperhitungkan akan adanya pandemik COVID-19. Banyak di antara pelaku UMKM yang sudah memproyeksikan permintaan yang akan meningkat di tahun 2020, mengambil kredit perbankan untuk meningkatkan kapasitas produksi, memperbanyak persediaan (inventory), dan mempersiapkan berbagai strategi pemasaran yang jitu. Namun, akhir Februari lalu hingga saat ini munculah pandemik COVID-19. Anjuran social distancing dan work from home, membuat struktur permintaan masyarakat berubah jauh dari sebelumnya.

Dampaknya:

Pengusaha ritel tidak lagi banyak pengunjung
Pengusaha restoran tidak lagi banyak kedatangan pelanggan
Pengusaha transportasi kehilangan banyak penumpang
Dan masih banyak lagi, yang kalau disebutkan satu per satu membuat miris.

Inilah situasi riil yang terjadi di Indonesia, di mana menangani wabah COVID-19 adalah sebuah dilema yang nyata. Sedikit banyak saya memahami betapa dilematisnya keputusan yang diambil pemerintah untuk menangani COVID-19 ini. Di satu sisi jika menerapkan ‘ketegasan penuh’ atau suppression, seperti yang disarankan oleh Tomas Pueyo dalam artikelnya “Coronavirus: The Hammer and the Dance” , kita mungkin dapat mengontrol persebaran corona dalam waktu 1 – 2 bulan, namun itu berarti perlu pengorbanan UMKM sekitar 3 – 4  minggu untuk vakum. Artinya, tidak ada pendapatan sama sekali, bahkan selalu rugi karena terus-menerus akan ada pengeluaran seperti biaya sewa dan karyawan. Jika UMKM memutuskan untuk layoff, maka akan banyak pengangguran. Dengan semakin banyaknya pengangguran, tentunya akan menambah masalah baru.

Sebaliknya, jika pemerintah agak ‘kendor’ dalam penanganan COVID-19, sudah tentu masa pemulihan akibat COVID-19 ini menjadi lama. Dengan begitu, UMKM pun akan merasakan tantangan yang jauh lebih lama yang bahkan tidak dapat diprediksi kapan COVID-19 akan berakhir. Hal ini tentunya juga sangat sulit. Pemerintah saat ini berupaya untuk memberikan insentif dan keringanan bunga kredit untuk UMKM, namun tentu juga banyak UMKM yang memilih jalan tanpa hutang, di mana banyak UMKM yang akan tidak tersentuh oleh stimulus pemerintah. Ketika bergantung pada peran pemerintah bukan solusi, maka kemandirian UMKM dalam menghasilkan solusi akan menjadi kunci.

Jadi, strategi apa yang harus dilakukan untuk mempertahankan bisnis bagi UMKM di tengah Pandemi Corona COVID-19 ini? Begitu pertanyaan teman saya, yang meminta pandangan dari sudut akademisi. Saya pun terpacu untuk memberikan sedikit kontribusi konkrit berupa masukan untuk para pelaku UMKM yang terdampak UMKM.

Sebagai dosen kewirausahaan teknologi di Universitas Indonesia, saya sendiri memiliki asumsi bahwa tidak ada solusi atau strategi baku yang bisa saya berikan, karena UMKM di Indonesia itu sangat beragam. Dari segi karyawan, misalnya, UMKM Indonesia ada yang memiliki 2 karyawan, 10, 100, hingga 1000. Dari sisi aset, juga ada yang baru ratusan juta, hingga sudah miliaran rupiah banyaknya. Belum lagi jika kita berbicara dari sisi value chain dan supply chain, maka sektor yang berbeda juga akan membutuhkan strategi yang berbeda-beda. Jika dirinci, sektor-sektor yang beraneka ragam ini begitu banyak bentuknya: mulai dari pertanian, perikanan, perdagangan, makanan dan minuman, jasa perhotelan, perakitan, dan masih banyak lagi.

Sehingga, saran saya kepada teman saya ini, strategi terpenting UMKM untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19 ini adalah mempelajari bagaimana caranya menghasilkan strategi yang tepat, mengeksekusi, dan mengevaluasi strategi tersebut secara berkala sesuai dengan bidang bisnisnya masing – masing. Sekali lagi, strategi terbaiknya adalah learn how to formulate right strategies, execute it, and evaluate it continuously.

Salah satu teknik yang biasa saya berikan kepada klien UMKM saya untuk menghasilkan strategi yang tepat untuk diri mereka adalah dengan merumuskan dan menjawab powerful questions. Powerful questions adalah pertanyaan yang mampu memberikan jawaban yang powerful dan memberdayakan. Saya pernah menulis tentang ini 6 tahun yang lalu di artikel “Teknik Menjadi Coach Bisnis untuk Diri Sendiri.” Di artikel tersebut, kita perlu berhati – hati dengan pertanyaan yang kita lemparkan ke diri kita, karena pertanyaan itu bersifat 2: pertanyaan konstruktif dan pertanyaan destruktif. Silakan cek kembali lebih lengkapnya di artikel saya tersebut.

Kembali lagi ke powerful questions, lalu pertanyaan seperti apa yang dapat membantu kita untuk menghasilkan strategi agar dapat bertahan di tengah Pandemi COVID-19 ini? Sebelum merumuskan pertanyaan, ada sekurang-kurangnya 7 aspek yang perlu diperhatikan oleh setiap pelaku UMKM,

  1. Informasi dan Komunikasi
  2. Sumber Daya Manusia
  3. Produk dan Jasa
  4. Jaringan Kunci
  5. Teknologi dan Data
  6. Pemasaran dan Penjualan
  7. Distribusi

Sekarang, saya akan mencontohkan beberapa pertanyaan powerful yang dapat digunakan untuk menghasilkan strategi bertahan di tengah Pandemi COVID-19 ini:

INFORMASI DAN KOMUNIKASI

  1. Bagaimana strategi efektif yang dapat diterapkan di perusahaan saya untuk mencegah penyebaran Hoax COVID-19 dan memastikan setiap orang di bisnis saya mendapat informasi yang akurat setiap harinya?
  2. Bagaimana membuat komunikasi dan koordinasi jarak jauh yang efektif untuk tim saya, namun juga efisien (murah secara biaya)?

SUMBER DAYA MANUSIA

  1. Bagaimana strategi yang terjangkau untuk memastikan setiap orang di divisi atau bisnis saya aman dari penularan virus COVID-19, tanpa mengganggu produktivitas kerja mereka?
  2. Apabila saya sebagai pemimpin bisnis terpapar virus COVID-19 dan harus berhenti bekerja sementara, kriteria pemimpin seperti apakah yang bisa menggantikan saya dan siapakah orang yang akan saya percaya untuk menjalankan bisnis yang saya pimpin?

PRODUK DAN JASA

  1. Siapa saja orang atau klien atau jaringan yang bisa saya kontak untuk membantu saya menghabiskan persediaan barang di bisnis saya? (jika memang sudah terlanjur memiliki banyak inventory)
  2. Apa saja alternatif yang paling realistis untuk mengubah persediaan barang saya menjadi uang?
  3. Jika pandemik COVID-19 ini terjadi 2-3 bulan ke depan, bagaimana strategi agar produk yang saat ini tidak laku bisa menghasilkan uang untuk bisnis saya?

JARINGAN KUNCI (SUPPLIER DAN KONSUMEN)

  1. Kolaborasi seperti apakah yang bisa saya sinergikan dengan pemasok saya agar pasokan bahan baku tetap lancar?
  2. Peluang permintaan konsumen apa yang bisa saya dan tim manfaatkan di tengah Pandemi COVID-19 ini?

TEKNOLOGI DAN DATA

  1. Jika bisnis saya menerapkan work from home (WFH) untuk karyawan, bagaimana strategi yang ekonomis agar data perusahaan tetap aman dan rahasia?
  2. Fasilitas teknologi apa yang ekonomis namun dapat menunjang produktivitas karyawan di bisnis saya selama bekerja dari rumah?

PEMASARAN DAN PENJUALAN

  1. Strategi pemasaran dan penjualan apa yang paling cocok diterapkan di tengan pandemik COVID-19?
  2. Strategi pemasaran kreatif apa yang paling murah namun hasilnya paling signifikan untuk mendongkrak bisnis saya di tengah COVID-19?
  3. Selain strategi diskon / potong harga, strategi apa yang mampu membuat orang mau membeli produk atau jasa saya dengan harga murah?

DISTRIBUSI

  1. Bagaimana strategi yang hemat agar produk atau jasa saya tetap dapat terjangkau dengan mudah oleh masyarakat, di tengah COVID-19?
  2. Bagaimana kolaborasi efektif yang dapat saya lakukan dengan distributor, reseller, atau agen saya agar penjualan mereka meningkat di tengah COVID-19?

Jika Anda adalah seorang pelaku bisnis yang kebetulan sedang membaca pertanyaan – pertanyaan di atas, cobalah untuk direnungkan dan dipikirkan jawabannya semaksimal mungkin. Jika Anda tidak memungkinkan melakukannya sendirian, cobalah mengajak partner atau tim kunci Anda berdiskusi. Siapa tahu, diskusi tersebut dapat membuka kemungkinan – kemungkinan jawaban yang tidak terpikirkan sebelumnya. Jika Anda sudah menjawabnya, silakan tuliskan jawaban Anda di kotak komentar di bawah.

Pertanyaan di atas hanyalah sampel / contoh saja, di mana Anda bisa merumuskan pertanyaan Anda sendiri dan mencoba untuk menjawabnya bersama dengan tim Anda.  Anda juga bisa ikut menyumbang pertanyaan-pertanyaan yang menurut Anda powerful, dengan menuliskannya di kotak komentar di bawah.

Semoga bermanfaat dan berdampak untuk sahabat UMKM semuanya. Saya yakin, #UMKMIndonesiaBisa!

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

3 Comments

  • halo kak arry , saya dika kak mahasiswa teknik industri ui ,

    saya sudah 3 tahun menjalankan usaha kak di bidang event dan juga entertainment yang mana karena corona ini demand saya bisa dibilang menurun drastis karena banyak event yang batal dan postpone dikarenakan kebijakan social distancing yang diterapkan pemerintah . Sebagai pelaku bisnis di kedua bidang tersebut yang sangat tergantung pada keramaian kira kira powerful question seperti apa yang cocok untuk bisnis saya kak ? saya cukup kesulitan kak untuk menemukan powerful question yang relate dengan bisnis di dunia event dan hiburan karena bisnis yang saya jalani kebetulan bergantung hanya pada 1 revenue stream saja kak.

    By the way tulisannya keren keren bgt kak
    semangat terus dan terus berkarya ya kak !!!

  • Halo Dika,

    Terima kasih banyak ya sudah berkunjung.. Ya, itulah alasan kenapa saya menulis artikel di atas karena ternyata banyak sekali ya UMKM Indonesia yang terkena dampak dari COVID-19 ini, semoga nantinya semua dapat baik – baik saja.

    Ketika bisnis utama kamu memerlukan crowd, maka di tengah covid-19 ini crowd menjadi sesuatu yangd dilarang. Maka pertanyaannya dapat berupa,

    “Bagaimana perusahaan saya dapat memberikan value added yang lebih baik terhadap customer dengan tetap menghasilkan keuntungan tanpa harus mendatangkan crowd?”

    Itu salah satu contoh saja untuk jenis pertanyaannya. Saya menyarankan kamu mencoba untuk berdiskusi langsung dengan sesama teman atau rekan yang berkecimpung di bidang yang mirip (membutuhkan keramaian atau crowd, untuk menciptakan nilai tambah).

    Semoga membantu ya Dika. Selamat menggali powerful question yang lebih mendalam 🙂

    InsyaAllah setelah ini saya coba sharing beberapa tools yang dapat digunakan oleh UMKM untuk mempertahankan bisnis di tengah COVID-19.

    Salam,
    Arry

Leave a Reply to Dika X

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!