Fase Memulai Kelas Studentpreneur

Studentpreneur Class #2 – Pentingnya Aspek “WHY” Dalam Memulai Bisnis

Written by Arry Rahmawan

Sahabat Studentpreneur, selamat datang di seri kelas Studentpreneur #2. Kali ini kita akan sama – sama membahas tentang pentingnya aspek “WHY” sebelum memulai bisnis.

Apa yang dimaksud aspek WHY dan mengapa ini penting?

Apa yang saya maksud sebagai aspek “WHY” adalah kemampuan kita menjawab pertanyaan, “mengapa kita ingin memulai bisnis?”

Saya mengibaratkan jawaban WHY ini seperti “bahan bakar” yang akan mempengaruhi sejauh apa kita bisa bertahan menjalankan bisnis.

Kualitas bahan bakar yang bagus, akan membuat mesin menjadi awet dan bisa melakukan perjalanan jauh. Sebaliknya, kualitas bahan bakar yang buruk akan membuat mesin cepat rusak dan mobil pun tidak akan bisa berjalan jauh.

Sekarang untuk kamu Studentpreneur pemula, coba jawab pertanyaan ini,

“Kenapa akhirnya kamu memilih untuk membangun StartUP?”

Kira – kira jawaban apa yang paling sering muncul?

Jawaban dari aspek WHY yang Paling Sering Muncul

Terkait aspek WHY ini, selama saya berkecimpung sebagai dosen kewirausahaan teknologi dan seorang coach, maka yang paling sering muncul adalah, “menjadi kaya, banyak uang, atau merdeka secara finansial.”

Jawaban kedua yang sering muncul lainnya adalah ingin “mengikuti passion.”. Jadi salah satu alasan membuka startUP adalah ingin bisa menyalurkan passion dan bekerja sesuai dengan yang kita inginkan.

Pertanyaannya, apakah jawaban di atas sudah cukup kuat untuk menjadi bahan bakar dalam jangka waktu yang lama?

Secara pribadi, ketika dulu saya menjadi Studentpreneur jujur alasan tersebut tidak cukup kuat buat saya. Pernah ada suatu titik di mana ketika saya memulai bisnis tapi tidak kunjung ada pelanggan dan tidak ada uangnya, saya langsung menyerah.  Sebaliknya, saya juga pernah memiliki bisnis yang cukup menghasilkan (training), namun setelah saya bisa menghasilkan uang yang cukup, saya bingung ingin melakukan apalagi?

Akhirnya saya belajar dari Mitchell Harper, seorang startUP Coach bahwa:

“Kita boleh menjadikan kaya dan uang sebagai motivasi utama, namun StartUP yang bertahan lama memiliki alasan yang lebih dari itu.”

Lalu, apa saja alasan-alasan atau WHY yang dimiliki oleh StartUP yang awet? Berikut adalah tipsnya:

WHY #1 – Memiliki unsur emosional dan spiritual, dibanding hanya sekedar material (untuk gerak jangka panjang)

Mitchell Harper mengatakan pada saat dirinya sukses mendirikan StartUP BigCommerce dia ingin menjadi seorang yang kaya. Dan dia mendapatkan hal tersebut. Sayangnya, dia kehilangan kesehatan, selalu stress, tidak memiliki teman dekat, yang pada akhirnya dia sadar bukan itu hidup yang dia inginkan.

Sejak itu, dia mengubah alasan WHY nya dari yang tadinya bersifat material, menjadi lebih emosional dan bersifat spiritual.

Emosional, maksudnya adalah kita menjalankan bisnis karena untuk melaksanakan misi yang otentik dari diri kita sendiri. Tidak ikut – ikutan orang, atau ngiler dengan pencapaian orang lain.

Contoh jika kamu memiliki produk kuliner, maka WHY nya adalah: “Saya ingin mengenalkan cita rasa nusantara kepada masyarakat dunia, agar tahu betapa Indonesia sangat kaya cita rasa.”

Spiritual, maksudnya adalah kita menjalankan bisnis untuk mengisi makna hidup kita di dunia.

Contoh: Saya menjalankan bisnis karena ingin bisa bersedekah dan membantu 100.000 anak putus sekolah sebagai bentuk pengabdian saya kepada Allah SWT.

Memiliki makna hidup yang ada unsur emosional dan spiritual ini, sebagai tambahan dari goals material, akan membuat kamu lebih semangat dan tahan banting menjalankan peran sebagai Studentpreneur.

WHY #2 – Mencari Alasan yang Mendesak (untuk gerak jangka pendek)

Aspek yang kedua ini saya jelaskan dan tuliskan dengan sangat lengkap di buku Studentpreneur Guidebook saya Halaman 83, pada sub bab Find Your Reason.

Pada sub-bab ini saya menjelaskan bahwa seringkali kita memiliki alasan material, emosional, dan spiritual, namun juga masih tidak mengambil action atau kata orang kebanyakan teori, kebanyakan mikir, jadi ga ada aksi.

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa segera ambil aksi nyata untuk memulai bisnis? Yaitu dengan membuat alasan yang mendesak. Alasan mendesak ini ibarat anjing gila yang mengejar – ngejar ingin menggigit kita. Tentu karena adanya anjing gila ini kita jadi berlari.

Nah, dalam bisnis apakah kita sudah memiliki ‘anjing gila’ ini?

Beberapa bentuknya antara lain:

  1. Ikut mentoring bisnis, mengerjakan tugas, dan bersedia dihukum jika tugas tidak selesai
  2. Membentuk kelompok mastermind untuk saling berbagai target yang ingin dicapai, dan bersedia dihukum jika target tidak tercapai

Dan banyak cara kreatif lain yang saya sampaikan di buku saya, Studentpreneur Guidebook. Kamu bisa menggunakan contoh worksheet untuk mendata apa saja penyebab kamu terjun ke dunia bisnis, sehingga kalau kamu sedang jatuh atau tidak bersemangat, kamu bisa lihat lagi lembaran ini untuk mendukung semangat kamu.

Demikianlah 2 tips dasar untuk memperbaiki aspek WHY kita sebelum memulai bisnis, yang saya harap bisa bermanfaat untuk Studentpreneur Pemula yang saat ini sedang mencoba memulai bisnis.

Luruskan niat, tetapkan alasan yang tepat, dan semoga kamu bisa mencapai cita – cita yang kamu harapkan!

Semoga bermanfaat ya!

Salam,
Arry Rahmawan
Dosen Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!