Fase Memulai Kelas Studentpreneur

Studentpreneur Class #3 – Membuat Business Blueprint

Written by Arry Rahmawan

Di tengah sulitnya konidisi ekonomi akibat pandemi seperti saat ini, menjadi seorang studentpreneur merupakan salah satu pilihan yang paling tepat di mana kita sebagai seorang pelajar atau mahasiswa juga berlatih untuk dapat menghasilkan uang sendiri sebagai entrepreneur. Namun seringkali keinginan dan semangat untuk menjadi entrepreneur itu tidak bertahan lama. Baru saja kita dengan semangat menindaklanjuti ide bisnis, beberapa saat kemudian semangat untuk melanjutkan bisnis tersebut luntur entah kemana.

Pada pembahasan Studentpreneur Class #2, saya menjelaskan bahwa salah satu cara menjaga semangat seorang Studentpreneur adalah dengan memiliki WHY yang jelas, mengapa memulai bisnis? Jika kita hanya sekedar ikut – ikutan, kemungkinan besar kita tidak akan bertahan lama dalam menjalankan bisnis. Silakan dicek kembali artikelnya di Studentpreneur Class #2 – Pentingnya Aspek “WHY” dalam Memulai Bisnis.

Lalu, jika kita sudah memiliki WHY yang kuat, apakah sudah cukup?

Ternyata, belum! Karena WHY pada umumnya adalah suatu pernyataan yang umum. Maka, kita harus membuatnya lebih spesifik agar semangat kita menjalankan bisnis meningkat. Ibarat ingin membangun sebuah rumah, bayangkan seperti apa rumah yang ingin kamu bangun. Jika kamu sudah membayangkannya, kamu tidak bisa membangunnya tanpa memiliki Blueprint atau cetak biru yang spesifik. Bahkan, sudah memiliki blueprint pun belum tentu rumah akan terbangun jika perhitungannya tidak pas dan akurat.

Itulah mengapa setiap studentpreneur harus memiliki blueprint yang jelas untuk setiap bisnisnya. Blueprint yang jelas ini akan sangat membantu jika suatu saat semangatmu sedang turun. Mungkin ada kalanya kamu mengerjakan hal lain dan larut di hal tersebut. Dengan blueprint yang jelas ini kamu dapat kembali lagi ke arah yang kamu inginkan dengan lebih cepat.

Ketika saya diminta untuk mewawancarai proposal bisnis untuk sivitas akademik di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI, selain aspek teknis bisnis yang sudah tertuang dalam proposal, saya melontarkan beberapa pertanyaan untuk mengecek seberapa jelas blueprint bisnis mereka. Kalau jawabannya sudah jelas, itu menjadi salah satu nilai tambah buat saya menilai aspek leadership dari founder startup tersebut.

Bagaimana membangun Blueprint sebuah sebagai Studentpreneur?

Ketika saya membicarakan blueprint, banyak orang langsung menganggap bahwa yang dimaksud di sini adalah business plan. Namun buat saya, business plan itu adalah makhluk lain lagi. Blueprint di sini adalah visi besar, yang mampu dibayangkan dengan detil dan presisi.

Lalu, bagaimana membuat Blueprint ini?

Kamu perlu ingat bahwa saat ini kamu adalah seornag Studentpreneur, bukan entrepreneur saja. Hal tersebut berarti kamu harus memikirkan blueprint yang detil dari aspek Student dan juga Entrepreneur. Sehingga dalam blueprint ini kamu harus menjawab apa yang ingin kamu capai sebagai seorang student dan entrepreneur dengan spesifik.

Cara membuat blueprint bisa dilakukan dengan menjawab pertanyaan – pertanyaan berikut:

Sisi akademik:

  • Berapakah IPK yang saya dapatkan di Semester X, Y, Z?
  • Mata kuliah apa saja yang saya akan mendapatkan A?
  • Di manakah tempat saya magang (internship) nantinya?
  • Organisasi atau ekstrakulikuler apa saja yang saya ingin excellence di dalamnya pada Semester X, Y, dan Z?
  • Dan lain sebagainya

Sisi bisnis, 3 – 5 tahun dari sekarang:

  • Seperti apa kamu melihat bisnis kamu? Gambarkan dengan detil!
  • Siapa orang – orang terdekat yang paling sering kamu ajak diskusi tentang bisnis?
  • Akivitas apa yang sering kamu lakukan sebagai seorang entrepreneur di waktu tersebut?
  • Kontribusi apa saja yang telah saya berikan kepada masyarakat di waktu tersebut?
  • Dan lain sebagainya

Pertanyaan di atas adalah ‘pemicu’ untuk membangkitkan gambaran yang akan kita lakukan nantinya dengan lebih detil. Saran saya, jawab pertanyaan-pertanyaan secara tertulis dengan detil, atau bahkan jika perlu digambarkan. Menggambarkan ini bukan berarti harus dengan gambar tangan, tetapi juga bisa dengan guntingan gambar yang sudah ada. Gambar ini bisa ditempel di kamar atau di tempat yang mudah terlihat sehingga kamu akan selalu bersemangat untuk menjalankannya, karena kamu bisa memvisualisasikannya dengan lebih jelas.

Berikut adalah contoh dari vision board yang dibagi menjadi 3 fokus goals: Financial Goals, Personal Goals, dan Business Goals.

Lebih lengkap terkait dengan konsep business blueprint ini saya jelaskan di buku Studentpreneur Guidebook halaman 70. Semoga bermanfaat ya!

Salam,
Arry Rahmawan
Dosen Kewirausahaan Teknologi
Penulis Buku Studentpreneur Guidebook

Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi untuk artikel ilmiah.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!