Fase Memulai Kelas Studentpreneur

Studentpreneur Class #4: Strategi Membentuk Tim Saat Membangun Startup

Written by Arry Rahmawan

Bagaimana strategi membentuk tim saat membangun startup?

Seperti apa tim ideal untuk membangun bisnis pertama kali? Pertanyaan ini mungkin sering muncul di benar para Studentpreneur pemula, khususnya bagi mereka yang belum pernah membangun bisnis sama sekali. Saya juga jadi teringat ketika pertama kali memulai bisnis di CerdasMulia Institute pada tahun 2012 lalu, saya sampai berganti partner atau rekanan bisnis hingga 5 kali. Pada waktu itu saya membentuk tim bisnis hanya karena modal ‘semangat’ untuk berbisnis bareng. Namun ternyata modal semangat saja tidak cukup karena seiring perjalanan waktu ada konflik antar tim ketika bisnis sudah semakin berkembang.

Seiring dengan berjalannya waktu, saya berkaca dari pengalaman, kesalahan, serta pelajaran yang saya dapatkan dari mentoring – mentoring bisnis. Di situ saya belajar bahwa fondasi tim yang solid menjadi penentu maju atau tidaknya bisnis.

Untuk membuat tim yang solid pada masa – masa awal membangun bisnis, berikut ini adalah beberapa hal yang dapat dilakukan:

Strategi #1: Membangun Tim Berbasis Skill / Keterampilan Bisnis

Bland dan Osterwalder (2019) dalam bukunya “Testing Business Ideas” menjelaskan bahwa untuk memulai bisnis (khususnya di bidang teknologi), kita memerlukan tim yang mampu mencakup 9 bidang, yaitu:

9 bidang utama dalam pengembangan awal bisnis (sumber: Bland & Osterwalder, 2019)

Desain: yang merancang arah dan visi strategis bisnis di masa yang akan datang
Produk: yang membuat produk atau jasa untuk diberikan kepada pelanggan
Teknologi: yang mengendalikan aspek teknologi, seperti social media, platform internet yang dipakai, dll
Legal: yang menjadi penasihat di bidang hukum dan legal
Data: yang memastikan bahwa data pengguna dan layanan aman
Penjualan (Sales): yang memastikan penjualan perusahaan naik terus-menerus
Pemasaran (Marketing): yang memasarkan bisnis dan layanan agar dikenal masyarakat luas
Penelitian & Pengembangan (R&D): yang bertugas melakukan penelitian untuk pengembangan produk jika diperlukan
Keuangan (Finance): yang bertugas mengatur dan mengalokasikan keuangan bisnis

Keterampilan di sembilan bidang tersebut sangat dibutuhkan di fase awal bisnis karena umumnya kita masih berada dalam tahap validasi ide. Validasi ide adalah upaya memastikan bahwa ide bisnis yang sedang kita jalankan mampu menghasilkan keuntungan yang signifikan untuk kemudian diperbesar skalanya.

Adanya kesembilan fase ini bukan berarti susunan tim juga gemuk dan terdiri dari 9 orang. Bisa saja tim awal cukup terdiri dari 2 – 3 orang karena setiap orang memiliki 2 – 3 keahlian sekaligus pada bidang di atas. Pesan utama yang ingin disampaikan adalah pastikan susunan tim saling melengkapi, dan jangan sampai tumpang tindih.

Jika mencari partner yang tepat begitu sulit, kita juga bisa menggantikan peran tim menggunakan teknologi. Seperti misalnya jika kita belum sanggup untuk merekrut tim pemasaran, maka kita dapat membuat sebuah website atau blog sederhana yang digunakan untuk mensosialisasikan apa bisnis kita (tentunya dengan SEO yang bagus). Dengan adanya blog/web yang online 24 jam sehari, 7 hari seminggu, maka kita sudah bisa mengurangi sedikit ketergantungan pada tim marketing. Hal lainnya misalkan bisnis kita baru dan belum memiliki logo, maka kita bisa menggunakan software yang tersedia secara online dan gratis untuk membuat logo tersebut, seperti misalnya free logo design. Kemampuan kita memetakan teknologi yang tersedia saat ini akan sangat membantu mengurangi ketergantungan pada jumlah tim yang besar.

Strategi #2: Pembentukan berdasarkan pengalaman Berwirausaha (Entrepreneurial Experience)

Dalam wirausaha, pelajaran dari pengalaman jauh lebih berharga dibanding dengan apa yang ada di buku – buku bisnis (dan juga blog ini, hehe). Saya banyak menemukan bahwa apa yang tertulis secara teori ternyata berbeda ketika ada di lapangan. Misalnya dulu ketika saya mengajukan proposal pelatihan ke beberapa instansi pemerintahan, saya selalu kalah karena ternyata saya tidak punya akses jaringan ke instansi tersebut (saya tidak dikenal, walaupun secara produk mungkin bisa lebih bagus dari kompetitor). Dari situ kemudian saya belajar bagaimana cara networking yang efektif dengan tetap meningkatkan kualitas produk pelatihan yang saya berikan.

Belajar dari hal tersebut, saat kita membangun tim bisnis ada kalanya kita harus memperhatikan pengalaman bisnis anggotanya. Maka saya tidak merekomendasikan jika Anda baru memulai bisnis, Anda membangun tim dengan orang yang sama – sama belum berpengalaman juga. Kalau dulu kita pernah tahu ada game Angry Birds yang terkenal, Rovio selaku pengembangnya mengatakan bahwa dibutuhkan waktu 6 tahun dan 51 game yang gagal di pasar hingga Angry Birds bisa booming.

Maka jika ingin merekrut anggota tim, pastikan (jika memungkinkan) sudah memiliki rekam jejak pengalaman di bisnis dan tetap memperhatikan bahwa keahlian yang dimiliki saling melengkapi.

Strategi #3: Membentuk tim bisnis dengan keberagaman

Apa yang dimaksud dengan keberagaman di sini adalah kita mencoba untuk merekrut tim yang terdiri dari beragam macam ras, etnis, agama, gender, usia, pengalaman, pemikiran, atau latar belakang pendidikan. Saat ini dunia sudah berubah dengan sangat cepat dan sebuah bisnis dituntut agar bisa beradaptasi dengan cepat juga. Nah, dengan adanya tim bisnis yang beragam, maka segala macam usulan dan ide – ide yang keluar untuk beradaptasi akan semakin fresh karena terdiri dari berbagai macam perspektif.

Kurangnya keberagaman umumnya akan membuat bisnis sulit tumbuh karena memiliki banyak asumsi yang bias terhadap perkembangan pasar, dikarenakan hanya melihat satu sisi perspektif saja. Hal ini juga penting dalam konteks keberagaman di Indonesia, di mana sangat mungkin konsumen kita berasal dari suku, bangsa, agama yang berbeda sehingga memiliki perspektif yang juga berbeda dalam memandang produk kita. Dengan memiliki tim yang beragam, maka diharapkan tim tersebut dapat berinovasi dan beradaptasi dengan lebih cepat dengan adanya perkembangan zaman yang juga pesat.

Kesimpulan

Dalam membentuk tim di fase awal bisnis, terdapat 3 aspek yang perlu diperhatikan:

  1. Keterampilan yang saling melengkapi
  2. Pengalaman setiap anggota tim dalam berbisnis
  3. Keberagaman dalam tim

Hal ini pula yang coba saya terapkan sewaktu menjadi staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia, saya merekomendasikan bahwa mahasiswa yang didanai untuk mengembangkan usaha adalah yang memiliki tim beragam, baik dari sisi jurusan/keilmuan/keterampilan, pengalaman bisnis, dan juga keberagaman yang terwakili dalam bisnis tersebut. Berdasarkan pengalaman yang lalu, mereka yang memperhatikan 3 aspek ini memiliki nafas yang lebih panjang dalam menjalankan bisnis dibandingkan dengan yang tidak.

Untuk para Studentpreneur yang saat ini berencana untuk membuka bisnis, maka sadarilah sebuah bisnis yang bertumbuh pasti akan memerlukan tim yang lebih besar dengan anggota yang lebih banyak.  Untuk tahap awal, masih sangat mungkin kita mengerjakan semua seorang diri. Namun, jika ingin dapat berkembang, pertimbangkan merekrut anggota tim, berinvestasilah untuk SDM yang bagus, dengan memperhatikan ketiga hal tersebut.

Lebih lengkap tentang bagaimana merekrut anggota tim saya jelaskan di Buku saya Studentpreneur Guidebook, sub bab Build your Dream Team di halaman 114.

Semoga kelas Studentpreneur kali ini bermanfaat ya!

Salam,
Arry Rahmawan
Dosen Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia

Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi artikel ilmiah karena masih harus diuji lebih lanjut validitasnya.

Referensi:
Bland, D. J., & Osterwalder, A. (2019). Testing business ideas: A field guide for rapid experimentation. John Wiley & Sons.
Rahmawan, A. (2013). Studentpreneur Guidebook: Berani Memulai Bisnis di Usia Muda. Jakarta: GagasMedia.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain itu, Arry juga merupakan staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia sejak 2015 - 2019. Per akhir tahun 2019, Arry melanjutkan studi doktoral di Delft University of Technology (TU Delft), Belanda. Disela-sela kesibukannya sebagai peneliti, Arry juga memanfaatkan waktunya untuk menimba ilmu kewirausahaan dari Delft Centre for Entrepeneurship, inkubator kewirausahaan TU Delft.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

2 Comments

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!