Fase Ekspansi Fase Memulai Fase Mengelola Fase Menumbuhkan Kelas Studentpreneur

Studentpreneur Class #6 – Mengenal Fase Pertumbuhan Bisnis Startup

Written by Arry Rahmawan

Salah satu pengalaman menarik yang selalu saya temui saat aktif sebagai dosen kewirausahaan teknologi dan staf ahli Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis di Universitas Indonesia adalah menemukan banyak mahasiswa/dosen atau sivitas akademika yang overconfidence atau kelewat percaya diri dengan ide bisnis yang sedang dikembangkannya. Ketika saya menyeleksi berbagai proposal untuk didanai di fase pre-seed funding, saya menemukan banyak founder yang dalam jangka waktu setahun pertama sudah memiliki proyeksi keuntungan hingga ratusan hingga milyaran rupiah.

Mengapa saya kemudian sangsi bahwa proyeksi ini tingkat kegagalannya besar? Karena hampir sebagian besar sivitas akademik di kampus-kampus belum memiliki pengalaman bisnis. Selain itu, sebagai penilai proposal bisnis untuk didanai, saya kesulitan untuk mencari logika bagaimana sebuah bisnis baru bisa begitu melesat dengan ide yang belum teruji laku atau tidaknya di pasar. Saya pernah meloloskan 2 – 3 proposal yang begitu ambisius dan selalu berujung pada kegagalan. Maka dari itu saya mencoba mempelajari mengapa para founder startup yang begitu ambisius di fase awal bisnis banyak yang gagal.

Salah satu hikmah yang saya temukan adalah para founder startup ini begitu terbutu – buru untuk mengambil omzet tinggi, sementara ide bisnis mereka belum teruji. Sehingga mereka menjadi bingung mana yang harus difokuskan terlebih dulu. Pengembangan produk? Marketing? Ekspansi bisnis? Manakah yang perlu dikuatkan terlebih dulu? Inilah mengapa saya selalu mengatakan kepada mahasiswa yang mengikuti kelas pengantar kewirausahaan saya untuk selalu sabar dan menikmati proses.

Dalam Studentpreneur Class #6 kali ini, saya akan berbagi salah satu materi kuliah yang saya bawakan di dalam kelas, yaitu tentang fase pertumbuhan bisnis Startup.

Dengan mengetahui fase pertumbuhan bisnis Startup ini, para founder Startup akan memahami bahwa yang namanya bisnis itu memerlukan proses untuk bertumbuh. Selain itu, fase pertumbuhan bisnis ini akan mampu menjadi panduan mana hal – hal yang harus difokuskan terlebih dulu.

Mengenal 4 Fase Kunci Pertumbuhan Bisnis

Di kelas pengantar kewirausahaan teknologi atau pengantar kewirausahaan umum, saya berpesan kepada mahasiswa untuk memahami 4 fase kunci pertumbuhan bisnis sebagai berikut,

Mengenal 4 fase kunci pertumbuhan bisnis startup

Tabel di atas saya susun berdasarkan klasifikasi pengertian UMKM oleh kementerian koperasi dan UKM, sekaligus saya modifikasi sedikit dari pengalaman saya sebagai reviewer di Inkubator Bisnis UI serta dosen kewirausahaan.

Saya juga ingin sedikit menceritakan tentang studi kasus “Abon Ikan Marlin” yang saya sarankan menggunakan fase ini. Jadi alkisah pada sekitar tahun 2011 – 2012 ada seorang studentpreneur pemula yang mempunyai ide untuk membuat abon dari ikan. Umumnya abon di Indonesia dibuat dari sapi atau ayam. Dia berpikir untuk membuat abon ikan karena daerahnya memiliki suplai ikan marlin yang melimpah (di daerah Sulawesi).

Ketika itu dia berkonsultasi dan saya menceritakan tentang 4 fase pertumbuhan startup ini.

Adapun 4 fasenya adalah sebaga berikut:

Fase 1, adalah fase product-marketing fit. Fase ini adalah tahap untuk pengusaha pemula yang umumnya belum berpengalaman dalam bisnis, baru terbakar semangat untuk memulai, dan belum teruji dalam badai sebagai entrepreneur.

Pada waktu itu berhubung abon ikan marlin belum terlalu populer, maka saya menyarankan kepada studentpreneur tersebut untuk fokus mendapatkan omzet di angka Rp30 – 300 juta per tahun. 300 juta dibagi 12, berarti 25 juta per bulan. Hal yang difokuskan pertama adalah bagaimana membuat abon ikan marllin yang sedap dan laku di pasar. Fokus pada fase 1 ini adalah jual, jual, dan jual. Jika ada yang membeli maka ide ini valid.

Fase 2, adalah fase ready to scaledi mana bisnis sudah teruji peminatnya. Pada tahap ini saya menyarankan kepada studentpreneur ini untuk fokus menghasilkan omzet hingga 2.5 miliar. Fokusnya kemudian adalah meningkatkan kapasitas produksi, membentuk tim manajemen dan tim inti yang solid, serta melakukan inovasi beberapa varian produk baru. Selain itu ini adalah fase yang tepat untuk melakukan mengurus beberapa hal penting seperti perlindungan merek, resep, uji BPOM, halal, dan lain sebagainya.

Fase 3, adalah fase scalingdi mana fase ini sudah masuk ke tahap produksi penuh. Pada tahap ini saya menyarankan studentpreneur untuk fokus mencapai Rp50 miliar. Dari keuntungan yang dihasilkan, maka diputar kembali untuk membeli mesin produksi, pengepakan, yang akhirnya mampu mengurangi biaya produksi karena ada unsur efisiensi. Selain itu juga penting untuk melakukan ekspansi pasar, membuka cabang, mencari jalur distribusi baru. Misalnya menjadikan abon ikan Marlin ini menjadi ikon oleh – oleh daerah yang dapat dimasukkan ke banyak toko oleh – oleh yang dikunjungi wisatawan

Fase 4, adalah fase mature, di mana salah satu tanda pada fase ini bisnis sudah dapat berjalan secara autopilot dan memiliki penghasilan lebih dari Rp50 miliar per tahun. Pada fase ini sangat pening untuk membuat SOP terstandar yang baik, memiliki baku mutu, sehingga seluruh produk memiliki kualitas yang terstandar. Pada tahap ini, owner bisa terus mengembangkan penjualan atau mewariskan bisnis pada generasi berikutnya. Dalam konteks startup teknologi, umumnya yang dilakukan founder adalah mendaftarkannya ke lantai bursa IPO, lalu exit (memulai bisnis yang baru lagi agar memiliki tantangan baru).

Apa pelajaran penting yang ingin saya sampaikan dari 4 fase ini? Bersabarlah dalam menjalani proses sebagai seorang entrepreneur. Menjadi seorang entrepreneur adalah jalan yang panjang dan membutuhkan mental baja. Entrepreneur-entrepreneur sukses adalah mereka yang sudah gagal atau jatuh berkali – kali dalam setiap fase. Saya sendiri hingga saat ini masih menikmati proses sebagai entrepreneur di fase 2 (CerdasMulia Institute), setelah sebelumnya saya jatuh berkali – kali di fase 1. Untuk fase 3 dan 4, saya memutuskan untuk menjadi investor saja, karena aktivitas saya sebagai dosen dan peneliti sudah cukup sibuk, hehe.

Tugas Praktis

Bagi kamu studentpreneur yang ingin memulai dan ingin merasakan kuliah di dalam kelas saya, maka kamu bisa mengerjakan tugas berikut ini:

  • Temukan 5 – 10 startup teknologi yang ingin kamu contoh kesuksesannya (boleh di dalam atau luar negeri)
  • Cari informasi detil tentang startup tersebut, lalu petakan di fase mana saat ini startup tersebut berada
  • Pelajari apa fokus yang saat ini sedang mereka kerjakan di masing – masing fase tersebut. Pelajaran penting apakah yang dapat kamu ambil?
  • Bagi kamu yang saat ini berada di fase 1, pelajaran apa yang paling penting agar kamu bisa tembus ke omzet Rp25 juta pertamamu dalam satu bulan yang akan datang?

Semoga bermanfaat untuk Studentpreneur yang saat ini sedang berjuang.

Enjoy your journey! 🙂

Salam,
Arry Rahmawan

Dosen Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia
Staf Ahli, Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI (2015 – 2019)
PhD Candidate, Delft University of Technology


Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi artikel ilmiah karena masih harus diuji lebih lanjut validitasnya.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda. Bidang yang ditekuninya saat ini adalah metode pemodelan dan simulasi sistem untuk pengambilan keputusan di bidang transportasi, khususnya transportasi laut.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmwan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!