Fase Memulai Kelas Studentpreneur Resiliensi Bisnis

Studentpreneur Class #8: Bagaimana cara memulai bisnis di tengah pandemi?

Written by Arry Rahmawan

Halo sobat Studentpreneur, kali ini saya akan menulis tentang bagaimana caranya untuk memulai bisnis di tengah pandemi, atau… setidaknya menemukan ide bisnis yang bisa menarik minat orang – orang untuk membelinya di masa pandemi.

Seperti yang sama – sama kita ketahui, pandemi yang sudah berlangsung sejak Maret 2020 – sekarang ( di mana sudah hampir 1 tahun lho!), banyak mempengaruhi perilaku konsumen, baik karena perubahan gaya hidup ataupun regulasi kesehatan yang lebih ketat. Jangankan dengan bisnis skala UKM, industri yang skalanya besar saja jadi sangat lesu. Sektor yang paling terpengaruh misalnya industri perhotelan, restoran, dan juga pariwisata. Seperti misalnya di Bali penurunan wisata mencapai 95%, yang juga menyebabkan tingkat occupancy/keterisian hotel juga jatuh puluhan persen berdasarkan data dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia yang dihimpun portal berita Detik.

Lalu, bagaimana dengan Anda yang baru ingin menekuni bisnis? Bagaimana cara memulainya, jika untuk bertahan saja sulit?

Hal pertama yang perlu kita miliki tentu saja adalah pola pikir atau mindset yang tepat. Sebagai seorang entrepreneur, setiap masalah pasti ada celah peluang bisnis yang menguntungkan, termasuk di tengah pandemi.

Jika sudah memiliki mindset ini, maka saya ingin memperkenalkan suatu konsep yang saya sering bagikan kepada mahasiswa saya di kelas pengantar kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Konsep ini saya bagikan saat mereka sedang dalam tahap proses pencarian ide bisnis untuk dijadikan tugas proyek lapangan.

Ide bisnis seringkali banyak muncul dari pikiran kita, namun saat dieksekusi belum tentu semuanya bisa menghasilkan profit.

Maka dari itu, para praktisi Startup umumnya membagi ide bisnis di fase awal itu menjadi 2 jenis: ide bisnis dengan tipe painkiller, atau ide bisnis dengan tipe supplement

Mengenal Apa itu Ide Bisnis Painkiller vs Supplement

Sesuai dengan namanya, ide bisnis Painkiller adalah suatu ide bisnis yang berfokus menyelesaikan akar masalah konsumen, dan ide bisnis merupakan obat penyembuh untuk masalah tersebut. Sederhananya: jika konsumen ingin bisa sembuh dari pain yang mereka alami, maka mereka harus menggunakan obat dari kita! Contoh paling nyata saat ini tentu saja adalah vaksin! Di mana – mana masyarakat takut akan tertular virus Corona (pain). Maka vaksin ini nanti diharapkan bisa menjadi (painkiller). Maka siapa yang dapat menciptakan vaksin dengan efektif maka pasti akan sangat banyak peminatnya.

Lalu bagaimana dengan ide bisnis dengan tipe supplement? Ide bisnis ini sifatnya adalah nice to have, tapi tidak need to have. Misalnya menurut saya berlangganan Netflix untuk menonton serial film streaming online. Mengapa ini tipenya supplement? Karena produk spesifik untuk membuat kita happy, so it is nice to have, but you don’t need to have it. Tidak punya juga tidak apa – apa, toh masih banyak juga cara lainnya agar diri kita terhibur, bukan?

Apa poin yang ingin saya sampaikan?

Di masa pandemi saat ini, fokuslah untuk menghasilkan, menguji, dan mengembangkan ide bisnis yang fokus pada painkiller.

Fokuslah pada ide bisnis yang betul – betul menyelesaikan tier 1 problem masyarakat di masa pandemi ini. Cari dan betul – betul selesaikan apa masalah segmen pelanggan yang ingin kita layani.

Bagaimana menemukan ide bisnis painkiller? Studi Kasus AlkindiKids

Saya ingin berbagi sedikit cerita tentang bagaimana salah satu unit usaha di bawah binaan saya dan CerdasMulia Institute, yaitu AlkindiKids, mencoba untuk menciptakan produk painkiller di masa pandemi. Seperti yang sudah saya ceritakan dalam banyak seminar dan pelatihan saya, bahwa passion saya dan istri adalah di bidang pendidikan, sehingga unit usaha kami tidak jauh – jauh dari dunia pendidikan.

Sekilas tentang AlkindiKidsAlkindiKids adalah lembaga pendidikan yang fokus memberikan edukasi spiritual, emosional, dan intelektual untuk anak – anak usia dini. AlkindiKids fokus dalam membuat buku dan mainan edukasi populer, untuk membantu anak – anak usia dini Indonesia menjadi pribadi yang cemerlang, sesuai dengan misinya. AlkindiKids ini dikelola oleh istri saya, dan saya lebih banyak berperan sebagai penasihat karena saya adalah salah satu investornya.

Untuk mendapatkan ide bisnis painkiller ini, tim AlkindiKids mencoba melakukan survey sejak September 2020 dan menemukan ada masalah penting di kalangan ibu – ibu dengan anak usia 3-5 tahun, yaitu kebingungan karena harus segera memasukkan anaknya ke TK, namun terkendala dengan PSBB. Sementara biaya TK begitu mahal, dan sangat sayang apabila semuanya dilakukan secara online, yang ujung – ujungnya guru sang anak adalah orang tuanya sendiri.

Tapi jika tidak dimasukkan ke TK, bagaimana cara ibu – ibu ini mendidik anak mereka selama anak mereka di rumah?

Di sinilah kemudian AlkindiKids membuat yang namanya AlkindiKids Online Preschool, yaitu sebuah paket program pendidikan anak usia dini dari rumah yang semua kurikulum dan education set nya sudah disediakan oleh AlkindiKids.

Sontak, ketika dibuka pendaftaran program ini, dalam 1,5 jam sudah tertutup kuota untuk 500 orang tua terpilih dan terkumpul ratusan juta rupiah dari hanya program tersebut, alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT (AlkindiKids masih memiliki beberapa program lainnya).

Saya dan istri sepakat bahwa program AlkindiKids Online Preschool ini memang diniatkan untuk membantu ibu – ibu yang kesulitan mendidik anaknya di rumah, bukan untuk mencari profit. Profit itu pun lebih karena harus membayar materi cetak dan instruktur untuk melatih para ibu menjadi guru di rumah. Namun, pelajaran penting yang bisa didapatkan dari pengalaman ini adalah:

Carilah masalah utama (primary pain) dari segmen pasar Anda, lalu buatlah PAINKILLER nya

Arry Rahmawan

Oh ya, Produk supplement bukan berarti tidak laku. Banyak juga produk supplement yang sukses. Namun, saya menyarankan di masa pandemi ini fokus pada painkiller produk karena langsung fokus pada inti masalah di tengah daya beli masyarakat yang cenderung terbatas.

Tips Aplikasi Praktis

Bagian ini umumnya adalah tugas yang saya berikan kepada mahasiswa. Anda bisa mengerjakannya juga jika berkenan:

  1. Tentukan siapa segmen pasar yang ingin Anda layani. Tulis dengan cukup jelas, namun jangan terlalu sempit cakupannya
  2. Tuliskan daftar masalah utama yang mereka hadapi, awali dengan melakukan studi literatur atau cek berita – berita
  3. Validasi masalah tersebut dengan berkomunikasi langsung kepada segmen pasar Anda
  4. Buatlah ide-ide bisnis yang relevan untuk memecahkan masalah tersebut
  5. Eksekusi ide bisnis yang paling potensial, sesuaikan dengan strength, weakness, opportunity, dan threat (analisis SWOT) yang Anda punya.
  6. Bagi Anda yang baru pertama kali mengeksekusi bisnis, Anda mungkin akan gagal sekali, dua, tiga, atau bahkan sepuluh kali. Setiap Anda gagal, catat dan pelajari di mana letak kegagalannya.
  7. Perbaiki ide bisnis Anda, lakukan iterasi dan pivot ke arah model bisnis yang lebih baik
  8. Anda juga bisa menggunakan Business Model Canvas untuk memudahkan proses ini, yang panduannya sudah saya ulas juga di blog ini.

Demikianlah yang ingin saya sampaikan kali ini tentang bagaimana cara memulai bisnis di tengah pandemi, di mana saran saya adalah fokus dalam mengembangkan painkiller ketimbang produk-produk supplement.

Terakhir yang dapat saya sampaikan, dalam bisnis janganlah jatuh cinta pada ide bisnisnya, tapi cintailah customer kita dan terus berpikir bagaimana agar bisa melayani mereka dengan sebaik – baiknya.

Semoga bermanfaat!

Salam,
Arry Rahmawan

Dosen Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia
Staf Ahli, Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI (2015 – 2019)
Author, Studentpreneur Guidebook
PhD Candidate, Delft University of Technology


Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi artikel ilmiah karena masih harus diuji lebih lanjut validitasnya.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda. Bidang yang ditekuninya saat ini adalah metode pemodelan dan simulasi sistem untuk pengambilan keputusan di bidang transportasi, khususnya transportasi laut.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmwan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Arry berpengalaman sebagai narasumber di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)gmail.com.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!