Entrepreneurship Toolbox Kelas Studentpreneur

Studentpreneur Class #9 – Mengenal Design Criteria Canvas untuk Merancang Produk atau Jasa dalam Bisnis

Written by Arry Rahmawan

Pada kesempatan kali ini, saya ingin berbagi tentang salah satu hal yang juga seringkali saya sampaikan dalam kelas pengantar kewirausahaan teknologi, yaitu sebuah alat bantu bisnis bernama Design Criteria Canvas.

Banyak orang yang mungkin jauh lebih familiar dengan Business Model Canvas (BMC) atau Value Proposition Canvas (VPC). Lalu, apalagi ini Design Criteria Canvas (DCC)? Pada intinya baik BMC, VPC, maupun DCC sama – sama bermanfaat untuk mengembangkan bisnis. Hanya saja DCC memiliki fungsi yang lebih spesifik dibandingkan BMC dan VPC.

Pada artikel kali ini insyaAllah akan saya jabarkan tentang Design Criteria Canvas dan bagaimana cara menggunakannya untuk mengembangkan bisnis kita.

Mengenal Konsep Design Criteria

Seperti namanya, Design Criteria adalah atribut dari rancangan produk/jasa yang ingin kita berikan kepada konsumen untuk memecahkan masalah yang dihadapi konsumen. Sederhananya, “apa saja sih kriteria – kriteria yang harus dimiliki oleh produk/jasa yang kita rancang untuk memenuhi kebutuhan/memecahkan masalah kita?”

Jika kamu sebagai startup teknologi pemula yang sedang mencari funding, maka komunikasi yang singkat dan simpel menjadi sangat penting untuk dapat menjawab pertanyaan tersebut.

Sayangnya, berdasarkan pengalaman saya sebagai tim penilai presentasi ide startup bisnis dan juga staf ahli di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI, jarang sekali dari mereka yang bisa menjawab design criteria produk atau jasa dengan jelas dan sederhana.

Untuk alasan itulah Design Criteria Canvas ini dapat mengkomunikasikan apa saja kritera yang dimiliki oleh produk/jasa yang ingin kita rancang dengan singkat, padat, dan jelas. Anda juga bisa menggunakan canvas ini untuk menjelaskan kriteria rancangan produk/jasa yang akan menjadi value added dari bisnis yang sedang Anda kembangkan.

Saya mempelajari Design Criteria Canvas ini dari Delft Center of Entrepreneurship saat saya sedang mengambil studi doktoral. Semoga tutorial kali ini dapat memberikan sedikit manfaat.

Mengenal dan Menggunakan Design Criteria Canvas

Design Criteria Canvas adalah business tools yang menggunakan metode “MoSCoW” dalam menjelaskan bagaimana desain produk atau jasa yang kita buat. “MoSCoW” ini adalah singkatan dari “Must”, “Should”, “Could”, dan “Won’t”. Berikut ini penjelasannya masing – masing:

“MUST”: atribut yang “Wajib ada” dalam desain produk/jasa kita

“SHOULD”: atribut yang “Sebaiknya ada” untuk membuat produk semakin kompetitif

“COULD”: atribut “tambahan” yang umumnya tidak berkaitan langsung dengan produk/jasa tetapi penting untuk dimiliki alias opsional

“WON’T”: atribut yang “tidak boleh ada” dalam produk atau jasa yang kita buat, tanpa terkecuali

Design criteria canvas membantu kita untuk menggambarkan 4 kriteria di atas hanya dalam satu kanvas saja. Sehingga, bentuknya adalah sebagai berikut ini:

Tampilan Design Criteria Canvas (sumber: van der Pijl, et al. (2016)

Dengan menggunakan design criteria canvas, Anda bisa mengkomunikasikan kriteria desain produk atau jasa yang menjadi value proposition bisnis dengan lebih singkat, padat, dan jelas. Komunikasi ini tidak hanya berguna untuk pihak luar (seperti investor), tetapi juga untuk internal tim.

Bagian selanjutnya dari tulisan ini adalah cerita bagaimana saya dan tim di AlkindiKids menggunakan Design Criteria Canvas untuk merancang program AlkindiKids Online preschool di tengah pandemi.

Studi Kasus Penggunaan Design Criteria Canvas: AlkindiKids Online Preschool

AlkindiKids Online Preschool adalah layanan dari AlkindiKids berupa modul homeschooling untuk ibu – ibu muda yang memiliki anak usia dini, namun terkendala untuk menyekolahkan anaknya dikarenakan pandemi. Alkindi Online Preschool ini dimulai pada awal tahun 2021.

Ide untuk membuat Online Preschool ini hadir sejak September 2020 tahun lalu, ketika saya dan istri melihat bagaimana perkembangan COVID-19 yang tidak kunjung turun dan sangat mempengaruhi dunia pendidikan di Indonesia.

Maka dari itu, istri saya mencoba untuk membuat value proposition baru yaitu bagaimana jika dibuat online preschool, dengan menyiapkan materi, kurikulum, dan pelatihan untuk ibu – ibu muda sehingga mereka dapat menjadi guru untuk anak – anaknya sendiri di rumah!

Di tahap awal, saya dan istri banyak berdiskusi tentang konsep AlkindiKids Online Preschool ini, sebuah value baru yang ingin kami tawarkan kepada konsumen.

Bagaimana design criteria untuk AlkindiKids Online Preschool ini? Berikut ini adalah DCC nya:

Ilustrasi penggunaan DCC untuk pengembangan AlkindiKids Online Preschool

Dengan menggunakan DCC ini, tim pengembang AlkindiKids Online Preschool menjadi lebih mudah untuk mengembangkan modul yang akan didistribusikan kepada ibu – ibu yang akan mendidik anaknya di rumah selama pandemi.

Terakhir saya mendapatkan kabar bahwa dalam waktu 1.5 jam pendaftaran untuk menjadi peserta, kuota 500 orang sudah langsung terpenuhi. Alhamdulillah…

DCC ini menurut saya juga akan sangat cocok digunakan untuk produk yang berbasis digital, seperti mobile apps. DCC ini juga mulai saya ajarkan di kelas pengantar kewirausahaan teknologi dalam bab perancangan produk. Hasilnya adalah para mahasiswa menjadi jauh lebih mudah memahami cara mengkomunikasikan bagaimana desain produk/jasa yang mereka ingin ciptakan untuk konsumen hanya dalam satu lembar canvas.

Semoga bermanfaat ya untuk sahabat semua yang saat ini sedang merancang kriteria pembuatan Produk/Jasa sebagai value utama bisnisnya.

Semoga bermanfaat!

Salam,
Arry Rahmawan

Dosen Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia
Staf Ahli, Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis UI (2015 – 2019)
Author, Studentpreneur Guidebook
PhD Candidate, Delft University of Technology


Catatan:

Studentpreneur class adalah seri artikel yang membahas khusus seputar topik kewirausahaan. Seri artikel ini merupakan bagian dari materi pelajaran yang saya berikan dalam mata kuliah Pengantar Kewirausahaan Teknologi, Universitas Indonesia. Beberapa bagian dari seri artikel ini juga dimuat dalam buku best-seller saya, Studentpreneur Guidebook, yang diterbitkan oleh GagasMedia. Artikel yang ada pada seri studentpreneur class ditujukan untuk referensi praktis lapangan, dan bukan referensi artikel ilmiah karena masih harus diuji lebih lanjut validitasnya.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!