Kelas Studentpreneur

#Studentpreneur Tips: Kesalahan Umum Studentpreneur Dalam Mengelola Uang

Written by Arry Rahmawan

#STUDENTPRENEUR TIPS merupakan rubrik artikel berseri yang saya buat khusus untuk menambah wawasan para pembaca buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOK.  Agar mendapatkan pemahaman yang menyeluruh, sebaiknya Anda membaca habis terlebih dahulu buku STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik Di Sini untuk pemesanan.

Saat kita memutuskan menjadi seorang studentpreneur, selain perlu mempelajari teknik dan strategi untuk memulai bisnis dan mempertahankannya, kita juga perlu sedikit mengatur kebiasaan-kebiasaan lama kita terhadap uang. Walaupun kita mungkin membuat bisnis ini dengan niat dan tujuan mulia, tetapi kita perlu siap menata kebiasaan dan mental kita dengan apa yang namanya uang. Karena bagaimanapun, uanglah yang menentukan apakah bisnis kita tetap berjalan atau tidak. Keberadaan uang pula yang menentukan apakah sebuah usaha dikatakan bangkrut atau tidak.

Nah, umumnya bagi pelajar/mahasiswa yang belum terbiasa menjadi entrepreneur masih terbawa kebiasaan bahwa uang adalah alat tukar konsumsi dan bukan untuk investasi. Berikut adalah kesalahan-kesalahan yang perlu dihindari dalam pengelolaan keuangan. Gunanya untuk apa? Tentu untuk membuat kamu dan bisnismu bertahan lebih lama karena pengelolaan uangnya jauh lebih efektif.

Kesalahan #1: Tidak Dapat Membedakan Belanja Konsumtif dan Produktif

Jika kamu memutuskan untuk menjadi seorang entrepreneur, maka selalu lihat pengeluaran itu dari 2 sudut pandang: pengeluaran konsumtif dan pengeluaran produktif. Pengeluaran konsumtif adalah pengeluaran yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan yang jika dibelanjakan nilainya terus turun atau habis seiring berjalannya waktu. Belanja produktif adalah sebaliknya, yaitu di mana uang yang kita belanjakan nilainya akan terus bertambah seiring berjalannya waktu.

Zaman yang semakin maju dengan berbagai macam tawaran produk-produk baru tentu membuat banyak pelajar dan mahasiswa yang ingin memiliki produk terbaru. Namun pertanyaannya kembali lagi apakah produk terbaru tersebut untuk kepentingan konsumtif atau produktif?

Tips untuk mengalokasikan pengeluaran keuangan pribadi dapat dibaca dalam tulisan berikut ini.

Tidak Memiliki Perencanaan Belanja

Bagi kamu yang sedang membaca tulisan ini, coba jawab pertanyaan saya,

“Apakah bulan ini kamu memiliki perencanaan belanja?”

Saya pernah melakukan survey iseng kecil terhadap beberapa orang studentpreneur yang bermasalah dalam mengatur keuangannya dan ternyata mereka tidak memiliki perencanaan keuangan yang matang.

Mengapa perencanaan belanja ini penting? Dengan adanya daftar perencanaan belanja, setiap awal bulan kita dapat mempersiapkan uang dan membelanjakan sesuai dengan post yang dibutuhkan. Kita dapat mengerem pengeluaran yang tidak penting karena sebelumnya sudah dialokasikan dan direncanakan (kecuali yang darurat atau tidak terduga).

Mungkin ada yang sangsi, tapi logika kerjanya begini,

“Kalau yang sudah merencanakan pengeluaran aja kadang-kadang masih boros, kira-kira gimana buat yang ga punya atau ga biasa merencanakan keuangan sama sekali?”

Pengeluaran Tidak ditracking

Anggaplah saya menulis tulisan ini di pertengahan bulan Oktober dan bertanya kepada kamu: berapa banyak pengeluaran yang sudah kamu habiskan dari tanggal 1 Oktober, dan untuk apa saja?

Bisakah kamu menjawabnya?

Nah, untuk apa sebenarnya tracking pengeluaran ini? Tracking pengeluaran adalah untuk mengevaluasi apakah masih ada kebocoran-kebocoran belanja yang tidak perlu.

Kamu bisa melakukannya secara manual, tetapi saya lebih suka melakukan tracking dengan menggunakan software di iPhone saya. Daftar software manajemen keuangan pribadi yang bisa kamu gunakan dapat dilihat di sini.

Tidak Memiliki Prioritas Pengeluaran

Anggaplah bulan ini kamu memiliki banyak sekali pengeluaran di beberapa pos, mulai dari pengeluaran kuliah, bisnis, hangout, nge gaul, dan lain sebagainya. Tiba-tiba di waktu yang bersamaan dan tidak diduga-duga, semua pos ini butuh pengeluaran.

Mana pengeluaran yang harus dikeluarkan, mana yang bisa ditahan?

Kalau kita tidak memiliki prioritas pengeluaran maka semuanya bisa jadi susah, bukan?

Nah, makanya kita perlu untuk menetapkan prioritas dalam keuangan pribadi kita. Tips ini tentu awalnya terasa rumit dan mungkin kita berpikir, “Duit ya duit gue, kok jadi ribet banget ngebelanjainnya?” Bukan bermaksud untuk membuat ribet dan juga bukan membuat kita jadi cinta uang, namun kita jadi lebih menghargai di setiap lembar uang yang kita miliki.

Jika kamu merasa bahwa tulisan di atas bermanfaat, maka jangan sungkan untuk mengungkap semua rahasia membuka bisnis sejak masih muda dalam buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik di sini untuk memesan, atau kamu dapat membeli langsung di toko buku terdekat di kotamu.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!