Keilmuan

#STUDENTPRENEUR TIPS: Tips Mengatur Keuangan Pribadi untuk Mengoptimalkan Bisnis

Written by Arry Rahmawan

#STUDENTPRENEUR TIPS merupakan rubrik artikel berseri yang saya buat khusus untuk menambah wawasan para pembaca buku terbaru saya, STUDENTPRENEUR GUIDEBOOK.  Agar mendapatkan pemahaman yang menyeluruh, sebaiknya Anda membaca habis terlebih dahulu buku STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik Di Sini untuk pemesanan.

Halo sobat studentpreneur! Kali ini kita akan membahas tentang bagaimana mengatur keuangan bulanan kamu yang biasa kamu gunakan sehari-hari. Kali ini tulisan ini tidak menyentuh aspek sisi bisnis, namun memberikan tips bagaimana mengoptimalkan uang pribadi yang kamu miliki agar bisa dimanfaatkan untuk keperluan kuliah/sekolah maupun bisnis dengan lebih optimal.

Tentu sobat studentpreneur semua saat ini (umumnya) memiliki pendapatan bulanan dari orang tua, yang memberikan uang bulanan untuk keperluan kuliah. Studentpreneur yang sudah memiliki bisnis tentu uang bulanannya lebih besar karena ada hasil keuntungan dari bisnisnya. Sayangnya, masih sedikit sekali studentpreneur yang sensitif terhadap uang, sehingga seringkali alokasi penggunaan uang bulanan yang dimiliki menjadi tidak produktif. Nah lho, gimana tuh? Hehe.. Mau tahu bagaimana tips mengelola uang bulanan kamu? Yuk silakan diintip tulisannya. 🙂

Sedikit Tentang Uang Bulanan

Uang bulanan yang dimaksud dalam tulisan ini merupakan pemasukan bulanan kamu, baik itu yang bersumber dari orang tua, kerja magang, gaji kerja, atau keuntungan bisnis kamu setiap bulannya. Tentu dari masing-masing kita berbeda cara menghabiskannya. Sudah tepatkah cara kita menghabiskannya, atau ada cara yang lebih optimal?

Tulisan kali ini mengajak kamu untuk mengalokasikan uang dengan lebih bijaksana karena bagi studentpreneur, uang bulanan bisa menjadi sumber modal uang untuk bisnis kamu. Sayangnya, karena tidak punya perencanaan alokasi seringkali uang itu lenyap tidak bersisa (bahkan sebelum akhir bulan datang). Berikut ini adalah alokasi-alokasi yang perlu dipertimbangkan,

Keperluan Sehari-Hari (Necessities & Consumerism) – 50%

Saya akan sampaikan satu hal mengerikan tentang bagaimana fitrah orang membelanjakan uangnya: semakin banyak uang bulanannya, semakin banyak keinginan (nafsu) konsumsinya. Maka, mulai saat ini coba kamu pisahkan kebutuhan konsumsi dasar (necessities) dengan kebutuhan konsumsi keinginan (consumerism). Usahakan, untuk keperluan sehari-hari (seperti makan, uang transport, jajan, dan sebagainya) ditambah untuk keperluan konsumsi (consumerism) tidak lebih dari 50%. Jadi, jika kamu punya uang bulanan secara default 5 juta rupiah, usahakan untuk kebutuhan sehari-hari dan belanja konsumtif tidak lebih dari 50% nya. Semakin tinggi uangnya, tentu nafsu belanjanya semakin tinggi. Nah, untuk belanja yang bersifat consumerism, diambil dari porsi ini setelah kebutuhan necessities terpenuhi.

Business / Investment Capital – 25%

Usahakan dalam setiap uang bulanan yang kita miliki ada yang disisihkan untuk ditumbuhkan menjadi uang kembali (investasi). Inilah bedanya antara investasi dan konsumsi. Kalau investasi, jika uangnya dibelanjakan maka cepat atau lambat akan naik. Bagian inilah yang bisa kamu gunakan untuk membantu modal bisnis yang sedang kamu buat. Harapannya, nanti bisnis bisa semakin menguntungkan karena modalnya terus ditambah.

Future Purchases – 10%

Future purchases adalah alokasi untuk hal-hal yang diperlukan di kemudian hari. Misalnya sebagai mahasiswa kamu semester depan itu perlu beli buku dengan biaya sekian dan sekian. Nah, kamu bisa mengurangi beban keperluan sehari-hari dari bagian future purchase ini.

Sebagai ilustrasi:

Kamu mengalokasikan kebutuhan sehari-hari 50% dari total uang bulanan. Saat semester baru datang, kamu akan kaget karena kebutuhan necessities kamu melonjak untuk beli buku, fotokopi modul, dan lain sebagainya. Untuk mengurangi kekagetan ini, ambillah alokasi dari future purchase kamu. Bayangkan jika dalam 5 bulan kamu menabung future purchase sebesar Rp300.000, maka kamu akan memiliki cadangan uang untuk keperluan masa depan tersebut sebesar Rp1.500.000,00. Lumayan kan?

Savings or Emergency Fund – 10%

Emergency fund adalah dana darurat yang tidak boleh diambil (uang mati) kecuali ada hal-hal luar biasa yang mengharuskan kita untuk mengambilnya. Seperti misalnya kita tiba-tiba bangkrut, terkena bencana alam, miskin mendadak ga punya uang sama sekali, atau sakit. Emergency fund diambil saat memang benar-benar tidak ada uang lagi dan kondisinya mendesak.

Giving for Charity – 5%

atau bahasa lainnya: sedekah. Ini sebenarnya untuk menjaga harta kita agar tetap tumbuh dan berkembang. Berdasarkan firman Allah dalam QS. Al-Baqarah : 261

Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: Seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.

Cukup 5% saja, jika kita percaya dan yakin maka Allah akan ditumbuhkan dengan lebih banyak hingga 700 kali lipat dari biasanya.

Angka-angka alokasi di atas dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan teman-teman. Namun yang bisa diadopsi adalah pos-pos apa saja yang perlu diperhitungkan dalam mengatur keuangan pribadi. Terkait prosentase nya, saya hanya sekedar menyarankan. Sangat boleh atau mungkin disesuaikan dengan kondisi setiap orang masing-masing.

Oke! Sekian dulu #STUDENTPRENEUR TIPS nya, nanti akan kita lanjutkan lagi di tulisan selanjutnya.

Pembahasan bagaimana mengelola keuangan seperti di atas dibahas lengkap dalam buku saya,STUDENTPRENEUR GUIDEBOOKKlik di sini untuk memesan, atau Anda dapat membeli langsung di toko buku terdekat di kota Anda.

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen Kewirausahaan dan Manajemen Teknologi (Technology Entrepreneurship & Management) di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Selain menjadi dosen, Arry juga merupakan trainer Business Model Canvas dan Business Model Innovation di Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis, Universitas Indonesia. Arry juga aktif membagikan ilmu dan inspirasi di berbagai kampus, perusahaan, dan juga beberapa kementerian di Indonesia tentang inovasi dan kewirausahaan teknologi.

Apabila Anda berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!