Mengenal Diri Pengembangan Diri

Sudahkah Kita Memaksimalkan Potensi Diri Kita?

Sudahkah kita memaksimalkan potensi yang ada dalam diri kita?

Tuhan menciptakan manusia sebagai sebuah mahakarya. Dalam Al-Quran, dijelaskan bahwa manusia diciptakan dengan sebaik – baik bentuk dan sebaik – baik rupa. Kita juga dapat mengambil hikmah bahwa ternyata dari semua makhluk ciptaan Tuhan, manusialah yang memiliki potensi paling sempurna.

Namun sayangnya, potensi yang demikian besarnya ini seringkali tidak keluar sepenuhnya, atau hanya sedikit sekali bisa dikeluarkan karena sang pemilik potensi berkeyakinan bahwa dirinya tidak berdaya untuk melakukan ini dan itu.

Dosen saya dulu pernah bercerita, suatu hari dia pernah ada kejadian mahasiswa S1 yang mendapatkan tugas dari dosennya untuk dikerjakan di rumah. Mahasiswa ini datang terlambat, dan yang dia tahu tugasnya ada di depan papan tulis tersebut. Dia segera menyalinnya, kemudian mengerjakannya setelah pulang kuliah.

Mahasiswa ini awalnya merasa kesulitan saat mengerjakan soal ini (soalnya hanya 1 saja). Namun dia tidak menyerah, dia merasa tertantang, dan kemudian yakin dia bisa mengerjakan soal tersebut. Hingga setelah 3 hari berpikir, dia berhasil menyelesaikan soal tersebut dan kemudian mengumpulkan tugas tersebut ke dosennya.

Lama setelah itu, tidak ada kabar. Sang mahasiswa juga masih merasa bahwa biasa – biasa saja. Dia menganggap itu adalah tugas biasa. Namun, suatu hari dia dipanggil ke kantor dosennya. Dia diberitahu bahwa ternyata dia baru saja memecahkan sebuah soal yang selama ini tidak terpecahkan oleh ilmuwan manapun di dunia. Bahkan, bisa dikatakan itu adalah soal tersulit yang pernah ada. Nama mahasiswa itu adalah George Danzig yang kemudian menjadi seorang profesor terkenal di Stanford University.

Cerita itu terus menginspirasi saya, bahwa keyakinan yang hebat bisa memaksimalkan potensi yang kita miliki. Namun, tentu saja keyakinan itu tidak langsung muncul begitu saja. Keyakinan itu muncul karena George Danzig sudah mengenal potensinya, sehingga dia yakin bahwa dia bisa memecahkan soal tersebut. Keyakinan ini pula yang membuat saya akhirnya berani menetapkan IPK S2 saya 4.00. Sewaktu saya lulus S2 di tahun 2014, berbekal keyakinan bahwa saya bisa karena potensi yang ada dalam diri saya luar biasa maka alhamdulillah atas izin Allah saya mendapatkan IPK 4.00.

 

Sebaliknya, apabila kita tidak mengenal potensi yang ada dalam diri kita, bagaimana mungkin kita bisa yakin bahwa diri kita memiliki potensi yang besar? Hal inilah yang seringkali membuat mengapa pelajar itu malas, dapat nilai pas – pasan, mahasiswa memiliki IPK dua koma, tidak lulus – lulus karena skripsi tidak kunjung selesai, dan merasa tidak berdaya dalam kuliahnya. Salah satunya disebabkan karena mereka tidak tahu dan belum menemukan potensi diri mereka, yang menyebabkan keyakinan mereka yang kerdil terhadap diri mereka sendiri.

InsyaAllah, pada hari Sabtu, 15 Mei 2016 nanti saya akan mengisi Seminar Nasional “Kenali Diri Sebagai Muslim Sejati” di Universitas Dian Nuswantoro, Semarang. Untuk informasi dan pendaftaran silakan ketik SYI_nama_no hp_email ke 0877-3953-3693 atau bisa juga isi formulir di bit.ly/semnasif16. Anda juga bisa mendengarkan podcast eksklusif dari saya tentang 7 Keyakinan yang Dimiliki Oleh Orang yang Berprestasi.

Semoga bermanfaat untuk sahabat semua dalam menemukan dan mengoptimalkan potensi dirinya. Sampai jumpa di Semarang!

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar