Uncategorized

Takjub Pada Diri Sendiri

Dalam sebuah sesi sharing di sebuah seminar kepenulisan, saya pernah mengatakan bahwa dalam setahun saya menghasilkan sekitar 500 tulisan yang tersebar di berbagai media massa. Di sana kemudian saya share dan menantang peserta yang ingin menjadi seorang penulis. “Berapa artikel tulisan kamu dalam setahun ini?” Banyak dari mereka yang menjawab, “20, 10”, bahkan belum sama sekali. Saya kemudian menantang, “Saya bisa menulis 500 tulisan dalam setahun, kamu pasti juga bisa.”

Beberapa saat setelah seminar, saya dihampiri oleh seorang yang ingin bicara dengan saya. “Mas Arry, saya hanya ingin mengingatkan bahwa jangan pernah ujub atas semua prestasi yang mas Arry torehkan. 500 tulisan itu belum ada apa-apanya, hati-hati menjadi sombong mas.”

Saya tertegun saja, kemudian hal ini menjadi sebuah diskusi yang sangat menarik. Saya akan menceritakannya pada tulisan kali ini.

Saya tertarik dengan kata ujub. Buat saya, dan memang arti secara umum dijelaskan bahwa ujub adalah suatu sikap bangga akan diri sendiri. Takjub pada diri sendiri, yang nantinya berpotensi membuat diri kita merasa lebih tinggi dari yang lain.

Saya langsung berintropeksi, mungkin ada yang salah dengan cara pembawaan saya. Hmm.. Padahal kalau boleh jujur, saya merasa diri saya ini belum ada apa-apanya dan tidak hebat sama sekali. Saya hanya share dan melakukan sesuatu yang saya sukai. Baiklah, ini mungkin bisa menjadi intropeksi secara pribadi buat diri saya. Namun, saya juga ada beberapa catatan khusus terkait hal ini,

Bagaimana Cara Kita Berpikir, Maka Menentukan Bagaimana Kita Bertindak

Banyak saya menemukan teman atau sahabat saya yang memiliki potensi besar untuk menjadi orang hebat, namun memilih untuk menjadi orang bisa dengan alasan “takut ujub, takut riya’, dan takut menjadi sombong.” Tahukah Anda, sampai detik ini pun orang yang menasihati saya tentang ujub, belum pernah mengirimkan tulisan yang pernah dia janjikan ke saya sebagai bentuk action setelah pelatihan. Semoga bukan karena takut ujub ya.

Saya hanya mendoakan buat teman saya yang seperti itu. Bukankah Allah telah menciptakan manusia dengan sebaik-baik bentuk dan potensi? Mengapa kita mengerdilkan diri kita sendiri? Mengapa kita menghancurkan diri kita sendiri dengan berkata, “Biarlah gue menjadi biasa, yang penting gue ga ujub, ga sombong, ga riya'” Lah, bukankah merasa diri ga ujub itu justru malah termasuk ujub? Apa yang akan terjadi kira-kira dengan orang yang berpikir seperti ini? Mereka pasti tidak akan bergerak, karena mereka menganggap apa yang namanya prestasi bisa membuat orang menjadi sombong. Padahal, dengan berprestasi, kita bisa dengan mudah mengajak orang untuk melakukan hal yang sama. Sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang bermanfaat bagi sesamanya, berkarya nyata, dan tetap rendah hati. Bukankah begitu?

Tidak Ada Prestasi, tidak Ada Inspirasi

Seringkali mungkin kita iri dengan mereka yang seumuran dengan kita, namun capaian mereka lebih besar dari diri kita. Saya pun pernah mengalami hal ini. Namun, ujung dari rasa ini hanya ada dua:

Pertama, mereka mencari alasan dan pembenaran untuk tetap pada kondisi saat ini.

Kedua, mereka memutuskan untuk bisa (minimal) menyamakan atau bahkan mengalahkan prestasi orang yang membuat iri itu.

Mana yang lebih baik? Jelas yang kedua. Orang yang pertama, seringkali berkata “terang saja dia begitu, dia kan…..” “Pantas saja dia sukses, dia kan……” dan yang paling parah adalah, “Gue milih biasa aja, gue ga mau sombong bro.” Ini namanya bunuh diri dan logikanya terbalik. Merasa diri tidak sombong otomatis akan merasa bahwa diri ini lebih baik dari yang lain.

Intinya, ujub atau tidak itu diri kita sendiri yang menentukan. Saya berterima kasih kepada teman dan rekan saya yang selalu mengingatkan saya untuk tidak ujub, riya’, dan sombong. Berat memang untuk menjaga niat, namun gerakan menebar kebaikan tetap harus jalan.

Pesannya yang saya terima dari kritik ujub kepada saya satu: Don’t Think Others Smaller than You

Semoga menginspirasi dan selamat berkarya! ūüôā

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!