Uncategorized

Takut Salah dan Takut Gagal

Beberapa waktu lalu saya sempat salah melakukan investasi dan mendapatkan kerugian mulai dari puluhan hingga ratusan US dollar. Pada waktu itu saya ingin mencoba untuk bermain dalam saham , namun karena belum memiliki ilmunya, saya terkena short run yang akhirnya saya kehilangan beberapa ratus dolar dalam sekejap. Waktu itu awal bermain saham adalah karena saya mengira bahwa itu mudah dan hasilnya memang bisa besar.

Kegagalan itu menyebabkan saya sedikit lebih berhati-hati dalam menyusun strategi untuk kesempatan berikutnya. Saya yakin bahwa setiap kesalahan dan kegagalan adalah belajar. Membuat kegagalan berarti kita akan menemukan sekurang-kurangnya sebuah cara yang lebih baik dari sebelumnya.

Saya jadi teringat sewaktu masa SMP dan SMA dulu. Kalau ada guru kita yang bertanya dan menyuruh kita untuk ke depan kelas mengerjakan soal, maka hampir tidak ada yang berani untuk mengacungkan tangan. Mungkin hanya 1 atau 2 orang saja. Begitu pula ketika misalnya ditanya, “Siapa yang bisa?” Hanya satu atau dua orang saja yang mengangkat tangan mereka.

Padahal, saya yakin yang bisa jauh lebih banyak daripada itu. Mengapa tidak mengacung? Takut salah dan takut gagal. Selama ini mungkin kita santai-santai saja, namun siapa tahu dalam setiap kesempatan yang datang kita selalu melewatkannya. Alasannya: karena takut salah dan gagal.

Berapa sering kita melewatkan kesempatan untuk bisa diperbaiki dan meningkatkan mental kita agar bisa lebih tahan banting? Saya melihat bahwa teman-teman masa SMP saya yang berani untuk mengacung, berani maju ke depan kelas, dan berani untuk menerima kritik serta masukan, sekarang menjadi petinggi-petinggi organisasi di kampusnya. Atau minimal, menjadi orang yang berbeda dan diperhitungkan di kampusnya.

Ternyata dengan kita terbiasa untuk gagal akan membuat mental kita menjadi lebih baik karena kita akan belajar bagaimana untuk tidak mengulangi hal yang sama. Apalagi jika kita berada dalam seminar-seminar, biasanya pembicara seminar seringkali menawarkan, “Apakah ada yang ingin maju ke depan dan sharing mimpinya?” Biasanya sedikit sekali yang berani melakukan itu. Padahal, dengan kita maju ke depan, kita bisa mendapatkan tambahan feedback agar kita bisa menjadi lebih baik lagi.

Kegagalan yang permanen adalah saat kita takut untuk mencoba karena kita sudah merasa gagal duluan.

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar