Uncategorized

The Power of Personal Branding in Business

Berbicara tentang personal branding, berarti berbicara mengenai individu, atau diri kita sendiri. Ya, personal branding akan berbeda dengan corporate branding yang biasa kita kenal pada umumnya. Personal branding adalah bagaimana kita sebagai individu, memiliki merk untuk diri kita sendiri sehingga kita semua dapat dibedakan satu sama lainnya.

Jika kita amati, personal brand paling awal dan paling dasar yang dimiliki oleh seorang manusia adalah namanya. Yap, dengan nama itu kita kemudian masih bisa dibedakan antara satu dengan yang lain. Dengan nama itu pula kemudian kita dikenal orang, dan dengan nama itu pula pada akhirnya kita dapat menimbulkan persepsi bagaimana orang menilai dan memandang kita.

Nah, di situlah peran utama personal branding yaitu bagaimana menciptakan persepsi atau penilaian orang terhadap diri kita secara personal. Walaupun mungkin sama-sama memiliki nama, tetapi banyak orang yang mengartikannya berbeda-beda. Misalnya ketika seseorang mendengar nama si A, orang akan langsung teringat bahwa dia adalah arsitek hebat. Jika mengenal nama si B, maka orang akan mengingat bahwa dia pengusaha sukses. It’s personal branding, personal branding guarantee a quality perception.

3 Fungsi Utama Personal Branding

Jika membicarakan personal branding, maka saya akan menyebutkan 3 fungsi utama yang menurut saya paling penting. Banyak kalangan yang menganggap bahwa saya sangat baik sekali membangun personal branding sebagai pengusaha dan pembicara nasional (apalagi melalui blog ini). Sebenarnya kenapa sih kita harus sadar pentingnya personal branding dalam bisnis?

1. Trust

Ini adalah yang menurut saya paling penting. Kepercayaan dalam sebuah usaha atau bisnis itu adalah segalanya. Ini menyangkut nama baik kita. Dengan memiliki personal branding yang baik, orang akan dengan senang hati dan percaya untuk bekerja sama. Begitu pula dengan klien yang akan sangat senang bahkan terus melakukan order ke kita karena memang sudah percaya. Bisnis tidak semata-mata profit, bisnis itu juga tentang trust. Jelas, untuk menumbuhkan ini yang diperlukan adalah karakter.

Tapi jangan sampai kita melihat bahwa fungsi karakter hanya untuk branding ya, pendek banget itu. Jika karakter kita memang baik, jujur, terpercaya, dan menepati apa yang kita janjikan, toh personal branding akan terbentuk sendirinya sebagai dampak dari karakter kita tadi, bukan? Jadi beruntunglah untuk orang-orang baik. 🙂 . Makanya perlu diperhatikan dalam membangun personal branding jangan sampai ada yang namanya tipu-tipu alias bohong. Ketahuan sedikit saja, maka bisa-bisa malah kita kehilangan trust.

2. Knowing Expertise

Melalui personal branding yang baik kita juga bisa membuat orang memiliki persepsi tentang kita sebagai seorang ahli di suatu bidang tertentu. Saya sering sekali nih sewaktu jadi panitia-panitia di sekolah atau kampus dalam mencari pembicara, kami pasti sangat memperhatikan personal branding. Misalkan kita ingin membuat seminar tentang “The Power of Marketing”. Apa yang kemudian muncul adalah saya menyebut nama Hermawan Kertajaya atau Rhenald Kasali. Sudah jelas personal branding beliau di bidang marketing tidak terbantahkan. Jadi enak kan kalau kita punya personal branding yang membuat orang bisa mempersepsikan apa keahlian kita?

Apa yang Anda ingat ketika mendengar nama Arry Rahmawan? Saya pernah survey kecil-kecilan tentang apa asosiasi yang akan muncul jika nama saya disebut, bahkan dengan orang yang belum kenal sama sekali. Ternyata jawaban yang keluar tidak jauh-jauh di antara 5 ini: Mahasiswa berprestasi, penulis, motivator, pengusaha, dan blogger. Alhamdulillahnya itu sesuai, dan saya semakin yakin bahwa personal brand itu ya diciptakan, bukan datang dengan sendirinya. :). Untuk menciptakan personal brand yang baik di bagian ini, maka yang harus dikembangkan adalah Knowledge, Skill, dan Achievement!

3. Business Booster

Memiliki personal branding yang baik akan membuka banyaknya peluang-peluang kerjasama strategis dan lebih dikenalnya produk yang kita miliki. Ini sebenarnya adalah dampak dari trust tadi. Tapi ternyata trust saja tidak cukup jika kita tidak memiliki apa yang namanya network atau jaringan.

Makanya, saya sangat setuju bahwa seorang pebisnis harus memiliki relasi yang luas dan banyak. Karena seperti laba-laba membangun sarang, semakin luas jaringnya, semakin besar peluang tangkapannya. Tapi saya kurang sepakat jika kita belum menciptakan personal branding yang kuat, tetapi sudah gembar-gembor sana-sini. Malah nanti kita yang akan tertutupi oleh network kita yang lain. Jadi fungsi network sendiri adalah sebagai ajang memperkenalkan personal dan corporate branding kita.

Contohnya ada sahabat saya @yoraanastasha yang sudah memiliki personal branding yang sangat baik di bidang perhijaban (pakaian hijab untuk muslimah). Dia aktif sekali berkomunitas untuk membangun jaringan dan tepat! Seisi komunitas pasti akan teringat oleh @ZaidaHejab nya. Kalau @ArryRahmawan ini, awalnya orang hanya mengenal saya sebagai motivator, yang akhirnya mengenali saya sebagai pemilik @CerdasMulia. Ada lagi sahabat saya @nurimannisa yang memiliki personal branding sebagai seorang yang kreatif, arsitek yang suka berkreasi dengan kardus bekas ^^, yang akhirnya dikenal dengan pembuatan barang-barang kreasi ala Corboy nya. Yah, itulah fungsi networking, lebih bagus jika kita bisa menjadi bahan perbincangan (yang baik-baik tentunya) di komunitas tersebut karena media promosi yang efektif saat ini adalah dari mulut ke mulut (word of mouth). Baca: StoryTelling Marketers.

Personal Branding for Strat-Up Entrepreneur

Bagi pengusaha start-up, memajukan personal branding akan menjadi senjata ampuh agar produk atau usaha kita dikenal. Karena tentu saja pengusaha start-up pastinya memiliki keterbatasan dalam membuat brand yang dimilikinya populer. Nah, itu bisa lho didongkrak dengan personal branding.

Sebagai contoh adalah sahabat saya yang berbisnis di bidang fashion. Orangnya dikenal jujur dan terampil dalam membuat pakaian-pakaian muslimah. Orang tidak tahu dan tidak mengenal apa nama corporate brand nya. Yang diketahui adalah bahwa sahabat saya ini adalah orang jujur, terampil, dan pengusaha juga. Sampai akhirnya dari situ timbul sebuah trust (karena personal branding tadi) yang akhirnya orang-orang berani membicarakan produk dan corporate brand nya dia karena memang secara personal kita sudah percaya. Jadilah bisnis yang kita bangun terangkat.

Kenapa saya lebih mengangkat start-up? Karena biasanya untuk perusahaan yang besar, yang dipentingkan adalah corporate brand nya dulu baru kemudian kita mengetahui siapa di belakangnya. Sementara untuk start-up, karena banyak sekali jumlahnya dan memiliki kemampuan terbatas dalam mempromosikan produk (kalau kita kebanyakan promosi barang yang namanya ga jelas, orang pasti jengkel), maka di sinilah peran dari personal branding bekerja. Dari personal branding yang baik, orang akan ingin lebih tahu apa corporate brand yang kita punya dan justru di sana akan tercipta jalinan emosi yang lebih kuat di mana brand yang kita miliki akan dikenal dengan lebih lama.

Yaps, tips ini saya intisarikan catatan saya sebagai moderator hari ini dengan Mas Andi Nata dan sahabat saya Aditya Rian Anggoro alias ARA dalam acara seru Ngabuburit Bareng @CEDS_UI 2012 (NBC 2012). Terima kasih banyak atas sharing nya yang sangat menginspirasi dan semoga catatan ini bisa bermanfaat bagi yang tidak hadir. (Walaupun 75% lebih dari catatan ini adalah tulisan sendiri. ^^)

Saya, Ara, dan Mas Andi Nata di NBC 2012 sharing-sharing tentang personal branding

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!