Akademik Menuils Ilmiah

Tips Mencari Artikel Ilmiah atau Jurnal Internasional untuk Skripsi, Tesis, Disertasi, dan Penelitian Ilmiah di Google Scholar

Written by Arry Rahmawan

Hai sahabat pembaca semuanya, alhamdulillah pada kesempatan kali ini saya bisa kembali sharing di blog kesayangan saya ini. Hehe… Pada hari ini saya ingin berbagi sedikit tips tentang bagaimana caranya kita mencari artikel ilmiah di jurnal internasional yang efektif dengan media Google Scholar. Artikel ilmiah ini sangat penting untuk dibaca dan dicari, khususnya oleh para mahasiswa yang sedang mengerjakan proyek karya tulis, mengerjakan tugas akhir (skripsi, tesis, dan disertasi), mahasiswa doktoral seperti saya yang sedang mengerjakan disertasi, hingga peneliti yang umumnya berada di perguruan tinggi. Walaupun banyak sekali mahasiswa yang umumnya “alergi” jika diminta membaca artikel ilmiah karena umumnya rumit dan relatif lebih sulit dimengerti bahasanya dibanding artikel populer, namun banyak manfaat yang bisa didapatkan antara lain:

  1. Memberikan update terkini tentang penelitian di fokus bidang kita. Mengetahui update terkini sangat penting untuk mengidentifikasi apa yang sudah dilakukan orang lain di bidang penelitian kita, sekaligus mendapatkan ‘arahan’ tentang apa yang bisa kita teliti di masa yang akan datang untuk melengkapi penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya. “Arahan penelitian” ini, yang umumnya bisa ditemukan di bagian further research, sangat berguna untuk menemukan research gap sehingga penelitian kita tidak kembali mengulang penelitian yang sudah dilakukan sebelumnya.
  2. Mendapatkan justifikasi klaim atau penguat argumen dari karya tulis yang kita buat. Ini umumnya digunakan untuk tugas – tugas kelas, yang membiasakan mahasiswa untuk membuat esay kritis dan argumentatif. Misalnya kita memiliki argumentasi bahwa “membiasakan diri menulis dapat meningkatkan kreativitas seseorang dua kali lipat dibanding yang tidak biasa menulis”. Nah, argumen ini harus dilengkapi dengan fakta dan data yang dapat mendukung kebenarannya. Salah satu cara menguatkan argumentasi itu adalah dengan merujuk pada penelitian yang telah ada sebelumnya.

Sebelum masuk ke tips teknis, mungkin ada pembaca yang bertanya, “sebenarnya untuk apa sih kita repot – repot belajar mencari artikel jurnal? Lha bukannya tinggal googling aja ya?”. Ya, tidak salah juga sih kalau ada yang berpendapat demikian, karena memang toh dengan googling kita juga bisa mendapatkan artikel ilmiah di jurnal. Namun, ada beberapa hal yang ketika saya amati mahasiswa dalam mencari literatur, saya menemukan ada beberapa ‘masalah’ dalam melakukan hal yang sederhana dan yang paling banyak ditemukan adalah mahasiswa tidak mampu menemukan cukup banyak lilteratur yang berkualitas dalam penelitian mereka (termasuk saya dulu ketika menjadi mahasiswa, hehe…).

Jadi, agar tidak mengulang kesalahan saat saya menjadi mahasiswa (sekaligus karena sekarang saya juga sedang menempuh studi S3), saya ingin berbagi artikel sesuai dengan judul di atas. Artikel ini saya tulis untuk memandu rekan – rekan semua agar mendapatkan artikel ilmiah di jurnal internasional dengan kualitas baik, dan juga dengan jumlah yang cukup banyak. Sebelum saya tahu tips ini, saya juga seringkali menemukan artikel yang ingin saya cari jumlahnya sangat sedikit. Selain jumlah yang sedikit, toh kualitasnya ternyata bukan dari jurnal yang bagus. Nah, bagaimana cara mencarinya? Berikut ini adalah tips nya.

Teknik Mencari Artikel Ilmiah Berkualitas dengan Efektif

#1: AKSES GOOGLE SCHOLAR

Tips pertama adalah tips paling basic, tapi ternyata ada juga yang belum tahu: Google punya subdomain khusus untuk urusan pencarian artikel ilmiah yang bernama Google Scholar. Google Scholar dikhususkan dalam mengindeks artikel ilmiah di dunia, dari berbagai jurnal top dan jurnal abal – abal, proceeding conference, hingga buku – buku ada semua di sana. Google Scholar bisa diakses melalui scholar.google.com.

Apakah Google Scholar adalah tempat satu – satunya untuk mencari artikel ilmiah? Tentu saja tidak. Selain Google Scholar, ada juga Scopus, Science Direct, Web of Science, ProQuest, dan lain sebagainya. Artikel ini dikhususkan untuk Google Scholar, karena aksesnya free dan bisa dilakukan oleh semua orang, sementara indeks pencarian lain cenderung terbatas (tergantung institusi tempat kita sekolah berlangganan atau tidak).

Tampilan Google Scholar (Google Cendekia), mesin pencari yang khusus didedikasikan untuk menemukan artikel ilmiah

#2: TEKNIK PENCARIAN GOOGLE SCHOLAR

Setelah masuk ke Google Scholar, bagaimana cara yang efektif untuk mendapatkan artikel jurnal yang kita inginkan? Karena tidak jarang saat mengetikkan keyword, kita hanya mendapatkan jurnal yang jumlahnya sedikit. Kali ini saya akan mencoba untuk berbagi 3 teknik dalam mencari artikel jurnal di Google Scholar:

  1. Mengoptimalkan Boolean Operator
  2. Teknik Snowballing
  3. Duplicate Keyword Technique

Teknik #1 – Boolean Operator

Umumnya ketika kita ingin mencari artikel di jurnal internasional, kita akan langsung mengetikkan kata kunci yang sekiranya cocok. Sebagai contoh, misalnya saya yang sedang melakukan penelitian S3 di bidang jaringan transportasi maritim (maritime transportation network), maka saya akan langsung saja mengetikkan “maritime transport network” di Google Scholar dan berharap akan banyak artikel terkait yang muncul.

Namun biasanya jika hanya cara itu yang dicoba, kita belum tentu mendapatkan semua artikel bagus tentang maritime transport network ini. Sehingga, ada trik lain yang bisa dicoba yaitu dengan menggunakan “Boolean Logic”.

Saya tidak akan menjelaskan detil mengenai Boolean Logic, namun intinya Boolean Logic ini adalah cara kita meminta keluaran Google Scholar dengan lebih spesifik. Boolean Logic yang dipakai umumnya adalah AND, OR, dan NOT (belum didukung Google Scholar) dalam kata kunci pencarian. Dengan menggunakan Boolean Logic ini, permintaan kita akan lebih dipahami oleh mesin dan akan memberikan banyak artikel baru yang sebelumnya tidak muncul.

Sebagai contoh, masih dengan pencarian penelitian saya di bidang jaringan transportasi maritim / laut, maka saya bisa mengetikkan keyword berikut ini sebagai input di Google Scholar:

Contoh 1 – Maritime AND transportation OR Shipping

Kata kunci tersebut akan mencarikan kita judul yang terkandung kata Maritime DAN transportation ATAU mengandung kata Shipping.

Hasil pencarian menggunakan kata kunci Boolean “maritime AND Transportation OR Shipping”

Contoh 2 – “Maritime Transportation” AND “Graph Theory”

Kata kunci tersebut akan mencarikan frasa “Maritime Transportation” dan juga “Graph Theory”. Kata kunci ini umumnya saya gunakan untuk mencari apa saja artikel di bidang Maritime Transportation yang mengaplikasikan Graph Theory. Perhatikan penggunaan tanda petik (“”). Tanda petik itu bisa digunakan untuk membatasi frasa artikel yang ingin dicari di Google Scholar.

(Maritime OR Sea) AND Transportation

Kata kunci tersebut akan mencarikan artikel dengan judul yang mengandung kata Maritime DAN Transportation ATAU Sea DAN Transportation (tidak harus dalam bentuk frasa).

Nah, sekarang coba Anda praktikkan dan eksperimen sendiri. Jika Anda mencobanya, kemungkinan besar akan ada banyak alternatif artikel yang sebelumnya tidak muncul, sekarang malah keluar. Selamat mencoba ya! 🙂

Teknik #2 – Snowballing atau Bola Salju

Di kalangan peneliti, teknik Snowballing sudah sangat dikenal sebagai salah satu cara yang efektif untuk mencari literatur. Teknik Snowballing ini sederhana: jika kita menemukan sebuah artikel, maka cek artikel apa saja yang “mengutip” dan “dikutip” oleh artikel jurnal tersebut. Teknik ini dapat menuntun kita secara otomatis ke artikel relevan yang lainnya.

Google Scholar bisa dengan mudah mengecek artikel apa saja yang “mengutip” artikel yang kita temui. Informasi tentang apa saja artikel yang mengutip bisa ditemukan di setiap entri artikel. Sebagai contoh, artikel saya yang berjudul “Industry 4.0 technology implementation impact to industrial sustainable energy in Indonesia: a Model Conceptualization” sudah dirujuk sebanyak 9 kali di artikel lain.

Google scholar menampilkan data berapa kali sebuah artikel ilmiah dirujuk pada bagian bawah sebuah entri

Kita bisa klik di bagian “dirujuk 9 kali” tersebut, dan menemukan artikel lainnya yang umumnya relevan dengan studi tersebut. Maka kalau penelitian Anda adalah tentang industry 4.0, Anda dapat merujuk artikel – artikel lainnya.

Contoh beberapa artikel ilmiah yang merujuk penelitian saya tentang industry 4.0

Gambar di atas adalah ilustrasi beberapa artikel yang muncul dan mengutip sebuah artikel. Karena umumnya artikel yang merujuk memiliki kemiripan tema dengan penelitian yang kita lakukan, maka kita dapat mempertimbangkan artikel tersebut untuk ditambahkan ke dalam referensi kita. Teknik snowballing ini dinamakan teknik forward, di mana kita mencari referensi “setelah” sebuah artikel dipublikasi.

Teknik snowballing lain yang bisa digunakan adalah teknik backward, di mana kita mencari artikel yang relevan “sebelum” sebuah artikel dipublikasi. Cara paling mudah mencarinya adalah dengan melihat daftar pustaka atau references sebuah artikel ilmiah.  Ya tentu kita harus mengunduh dan membaca artikelnya, lalu lihat daftar pustaka (references) nya. Cara lainnya, kita juga bisa melihatnya di website jurnal tersebut, seperti gambar di bawah ini.

Daftar pustaka dari artikel ilmiah saya tentang Industry 4.0

Dengan menggunakan teknik Snowballing ini, Anda akan menemukan banyak sekali referensi yang relevan dengan penelitian Anda namun Google Scholar belum tentu mengindeksnya. Dengan hitungan kasar, menggunakan cara ini maka Anda bisa mendapatkan sekitar 5 – 8 artikel ilmiah tentang industry 4.0 hanya dengan teknik Snowballing dari 1 artikel!

Teknik #3 – Duplicate Keyword Technique

Sebelum kita menggunakan teknik ini, saya mengasumsikan bahwa Anda sudah memiliki cukup banyak artikel sebagai bahan bacaan awal. Jika Anda masih ingin mencari lebih banyak artikel, Anda bisa menggunakan teknik duplikasi keyword. Teknik duplikasi keyword ini juga sederhana: cek keyword di artikel ilmiah sudah Anda temukan, lalu gunakan keyword yang ada di artikel tersebut sebagai input di Google Scholar.

Dengan memasukkan keyword nya dan dikombinasikan dengan Boolean Logic yang sudah kita pelajari bersama di bagian sebelumnya, maka kita akan mendapatkan hasil sebagai berikut

Hasil pencarian duplikasi kata kunci, di mana menghasilkan banyak alternatif artikel ilmiah baru

#3 – Mendapatkan Akses ke Artikel Jurnal yang Anda Temui

Sayangnya, walaupun kita sudah mendapatkan judul artikel yang cocok, lalu setelah membaca abstraknya kita semakin tertarik untuk membaca artikel jurnal tersebut, eeh… institusi tempat kita mengakses tidak berlangganan jurnal tersebut. Artinya, kita tidak bisa mengunduh dan membaca artikel jurnal tersebut secara utuh, sampai kita harus membayar sejumlah uang tertentu. Harganya bervariasi, mulai dari 15 – 45 US$ untuk satu artikel. Bukan harga yang murah, memang. Karena kendala ini, mahasiswa biasanya suka kreatif, mereka mengutip artikel hanya dengan membaca abstraknya seolah – olah daftar pustakanya banyak. Yaa… kalau bisa jangan seperti ini ya, hehe..

Saya beruntung bisa kuliah di dua institusi pendidikan yang berlangganan jurnal – jurnal mahal seperti ini. Baik Universitas Indonesia maupun Delft University of Technology, keduanya berlangganan jurnal ilmiah yang lengkap. Contoh institusi yang berlangganan, umumnya langsung bisa mendownload artikel ilmiah dalam format PDF. Berikut adalah contoh artikel yang saya tulis dan diterbitkan oleh Springer, di mana untuk mengunduhnya perlu membayar akses sekitar 35 Euro, namun karena institusi berlangganan jadi gratis.

Contoh artikel saya di Springer, di mana memerlukan 35 Euro jika institusi tidak berlangganan

Lalu, yang tidak bisa bagaimana? Kalau Anda punya teman yang sedang kuliah di kampus – kampus unggulan, Anda bisa request ke mereka untuk dibantu downloadnya. Cara lain, Anda bisa juga bergabung ke milis atau grup – grup Telegram dan WhatsApp terkait dengan studi di luar negeri atau yang membahas tips beasiswa. Umumnya di sana juga ada member grup yang aktif sebagai mahasiswa Master dan Doktoral. Anda bisa request meminta artikel tersebut kepada mereka. Mereka akan senang hati membantu Anda, termasuk saya, jika waktu saya available :).

Cara lainnya lagi? Ada. Caranya adalah dengan mencari profil ResearchGate (RG) semacam LinkedIn atau Facebook nya para peneliti – dari penulis artikel tersebut. Umumnya para penulis ini sudah meng upload artikel mereka di RG jika publikasinya sudah berumur lebih dari 6 bulan – 1 tahun (tergantung penerbit).

Bagaimana jika tidak ada juga? Ada cara lain lagi? Ada. Caranya adalah dengan mengontak langsung penulisnya. Kirim mereka email, minta artikel mereka dan bilang bahwa kita memiliki minat/bidang penelitian yang sama dengan sang penulis. Mereka dengan senang hati akan memberikan balasan dan mengirimkan artikel tersebut kepada kita.

Apakah ada cara lainnya lagi? Ada. Namun cara yang ini terhitung semi – ilegal dan masih ‘abu – abu’ secara hukum, yaitu menggunakan SciHub. SciHub ini adalah semacam sistem yang dapat melakukan bypass untuk mendapatkan semua artikel berbayar secara gratis. Pada tulisan kali ini saya tidak membahas hal tersebut lebih lanjut dan tidak merekomendasikan kepada Anda cara itu. Informasi ini hanya sebatas pengetahuan saja, yaa… 🙂

Nah, demikianlah sedikit tips dan trik untuk mencari artikel ilmiah di Google Scholar. Semoga bermanfaat buat teman – teman semua, khususnya yang saat ini sedang berupaya menyelesaikan tugas akhir atau proyek penelitian. Saya doakan semua berjalan dengan lancar, dan mohon doanya juga untuk kelancaran saya menempuh studi doktoral di Belanda. Hehe…

Salam,
Arry Rahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen milenial di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia. Selain beraktivitas sebagai pengajar dan peneliti, Arry juga senang membagikan tips dan informasi seputar pengembangan diri melalui blog nya di arryrahmawan.net karena percaya bahwa softskill juga sangat penting dimiliki seseorang dibandingkan hanya menguasai hardskill. Informasi pengembangan diri yang dibagikannya antara lain mengenai keterampilan akademik (belajar dan mengajar), manajemen waktu, entrepreneurship, blogging dan public speaking.

Arry berpengalaman sebagai narasumber pengembangan diri di berbagai macam instansi pemerintah, kementerian, BUMN, dan institusi pendidikan. Apabila berminat untuk mengundang Arry sebagai narasumber, dosen tamu, atau juri di institusi Anda, dengan sangat senang kami akan berusaha menyanggupinya. Silakan hubungi 0813 1844 2750 (Melinda) atau email ke arry.rahmawan(at)eng.ui.ac.id

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

6 Comments

Leave a Reply to Arry Rahmawan X

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!