Uncategorized

Uang di Mata Orang Kaya

Sahabat, apa kabar! Semoga selalu dalam suasana hati yang dahsyat dan bersemangat ya! Kali ini saya mau posting tentang artikel menarik saat saya bertemu dengan seorang pengusaha batik kaya waktu saya ada di pesawat menuju Solo untuk memberikan training kewirausahaan. Artikel ini pun saya tulis sewaktu saya ada di dalam pesawat dan setelah berbincang-bincang cukup lama, kita membahas tentang sebenarnya bagaimana pandangan orang kaya terhadap uang?

Kita seringkali sinis terhadap orang kaya. Kadang tidak jarang juga kita menilai orang-orang kaya itu memang bisa menjadi kaya karena mereka terlahir untuk kaya, berbuat curang, atau korupsi. Tetapi  jika memang ingin lebih terbuka banyak lho orang-orang kaya yang jujur dan memang mereka memiliki cara tersendiri sehingga menjadi kaya. Bahkan, dimulai dari pola pikir mereka yang berbeda dari orang-orang biasanya. Nah, ini adalah salah satu contoh hasil transfer wawasan dari pengusaha batik tadi ke saya bagaimana cara orang-orang kaya memandang uang.

1. Pola Arus Kas: Investasi – Menabung – Belanja

Kalau orang-orang kaya, ketika memiliki uang dalam jumlah besar dan harus dihabiskan, maka urutannya ada tiga. Dipikirkan untuk investasi, sisanya dialokasikan untuk ditabung, sisanya lagi baru dialokasikan untuk belanja. Bagaimana dengan orang biasanya? Kebalik. Mereka mengalokasikan untuk belanja dulu, baru kalau ada sisanya ditabung. Jarang yang bisa diinvestasikan karena untuk ditabung saja sedikit, karena sudah habis untuk belanja. Hayo, kita termasuk yang mana? 🙂

2. Membelanjakan Uang sesuai dengan yang Direncanakan

Indonesia adalah negara yang pertumbuhan ekonominya bagus dan positif. Tetapi ternyata pertumbuhan itu dikarenakan tingkat konsumsi yang juga semakin besar. Nah, orang-orang yang kaya, umumnya mereka membelanjakan uang sesuai dengan yang mereka rencanakan sebelumnya. Sementara, umumnya orang biasa mereka membelanjakan uang mereka dengan tidak direncanakan. Jika ada uang dan ada barang yang mereka inginkan, langsung dibelajakan. Jadi, ada uang sedikit langsung habis. Apalagi jika ada obral dan diskon-diskon. Jika seperti ini, semakin kaya dia, maka dia semakin ingin menghambur-hamburkan uang. Benar juga ya? Kita termasuk yang mana hayo?

3. Uang itu Untuk Memperkaya dan Memberdayakan – Semakin banyak Uang, semakin Banyak Amalnya.

Pengusaha batik itu bertanya kepada saya, “Ry, menurut kamu kenapa banyak sekali orang yang kaya tetapi tidak bahagia?” Padahal, uang dan materi mereka sudah kurang banyak apa coba? Tetapi mengapa mereka masih tidak bahagia juga? Ternyata, karena mereka hanya berpikir tentang ‘aku’. Walaupun mereka punya cara pikir dua poin di atas, tetapi untuk menjadi orang kaya yang bahagia adalah ketika memang harta dan uang yang mereka miliki itu untuk memberdayakan orang lain. Membangun sekolah, masjid, panti asuhan, memberikan beasiswa, dan lain sebagainya. “Ingat Ry, orang yang masuk surga dilihat dari amal shaleh. Bagaimana kita ingin beramal shaleh yang luas seluas-luasnya jika materi dan uang kita terbatas? Dengan menjadi kaya kita bisa sedekah, zakat, membangun peradaban! InsyaAllah, dari situlah kita akan menabung banyak amal shaleh melalui uang yang kita miliki.”

Perjalanan Jakarta-Solo yang singkat akhirnya harus mengakhiri percakapan kami yang seru ini. Terima kasih banyak pak atas pelajarannya, semoga catatan ini bermanfaat bagi mereka yang ingin kaya, mempertahankan diri menjadi orang yang selalu kaya, dan menularkan kekayaan mereka kepada orang lain.

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!