Entrepreneurship & Business Venture Design

Wall of Ideas Canvas: Mengenal Business Canvas untuk Menghasilkan Ide-Ide Kreatif

Sebagai seorang trainer dan konsultan yang sudah mengangani beberapa BUMN atau perusahaan swasta, sering sekali saya menemukan bahwa tim direksi atau manajemen merasa bahwa mereka stuck dalam menghasilkan inovasi bisnis. Jika sudah seperti itu, mereka cenderung bertanya kepada trainer atau konsultan tentang apa solusi inovatif untuk membuat perusahaan mereka bertumbuh.

Pernah suatu ketika saya dihadapkan pada pengelola pariwisata di suatu daerah di Jawa Barat. Karena adanya pandemi COVID-19 di Indonesia (yang bahkan ketika artikel ini ditulis, pandeminya semakin parah), tempat pariwisata itu tentu saja semakin menuju situasi sulit karena tidak bisa dibuka. Mereka pun bertanya kepada saya, “saya harus ngapain ya, Pak?”

Ketimbang saya langsung memberikan solusi kepada pengelola, perusahaan atau BUMN tersebut, saya lebih senang menawarkan alat bantu agar mereka bisa menghasilkan inovasi mereka sendiri. Mengapa? Karena saya yakin stuck nya mereka dalam menghasilkan ide untuk inovasi kreatif seringkali bukan karena mereka tidak kreatif, tapi lebih karena tidak tahu caranya.

Maka dari itu, pada kesempatan kali ini saya ingin mengenalkan kepada sahabat semua tentang apa yang dinamakan Wall of Ideas Canvas, atau biasa disingkat dengan WIC. WIC merupakan alat bantu dalam bisnis yang berfungsi untuk memudahkan kita dan tim dalam menghasilkan ide – ide kreatif untuk berinovasi. Wall of Ideas Canvas dirancang oleh tim penulis buku Design a Better Business Tools dan sudah banyak digunakan secara luas untuk menghasilkan ide-ide inovasi bisnis di perusahaan.

Silakan simak caranya berikut ini untuk diterapkan dalam bisnis Anda.

Mengenal Wall of Ideas Canvas

Bagi Anda yang belum pernah mendengar WIC, bentuknya mirip dengan BMC yaitu sama – sama berbentuk selembar kanvas. Untuk lebih detilnya, berikut ini adalah gambar dari WIC,

Tampilan utama dari Wall of Ideas Canvas

WIC memiliki tampilan sederhana, yaitu hanya berupa bohlam – bohlam yang memiliki tulisan “idea” di dalamnya. Untuk menggunakan WIC ini, pastikan Anda sudah menyiapkan beberapa pertanyaan pemicu (triggering questions).

Pertanyaan pemicu adalah pertanyaan yang digunakan untuk memicu kreativitas peserta dan harus relevan dengan apa yang ingin dijawab oleh perusahaan. Seperti misalnya: “bagaimana caranya agar di tengah pandemi COVID-19, penghasilkan bisnis saya naik 2x lipat?”. Anda bisa membuat pertanyaan pemicu lainnya yang dirasa lebih sesuai untuk dijawab di perusahaan Anda.

Jika Anda sudah mempersiapkan pertanyaan pemicu, berikut ini adalah cara menggunakan WIC.

  1. Cetak WIC di kertas ukuran besar (A0) dan siapkan sticky notes serta spidol
  2. Pastikan semua anggota tim sudah siap di tempat. Pastikan suasana ruangan nyaman dan kalau ada musik yang bisa memicu kreativitas lebih disarankan.
  3. Anda bisa menjadikan sesi ini lebih seru dengan memberikan hadiah bagi mereka yang menghasilkan ide unik dengan jumlah terbanyak
  4. Berikan pertanyaan pemicu kepada para peserta dan berikan waktu bagi mereka berpikir tentang sebanyak – banyaknya ide untuk menjawab pertanyaan pemicu tersebut. Biasanya waktu yang diberikan berkisar 2 – 3 menit.
  5. Setelah itu mulailah sesi menulis di Sticky notes yang terdiri dari beberapa ronde. Satu ronde bisa 1 – 2 menit. Berikan kesempatan kepada peserta untuk menuliskan ide – ide mereka di Sticky Notes (satu ide, satu lembar) lalu ditempelkan bebas di WIC pada bohlam manapun.
  6. Jika ronde 1 sudah selesai, tanyakan pada peserta apakah masih ada yang punya ide? Jika masih, ronde kedua dimulai dan mengulang apa yang dilakukan di langkah 5. Begitu terus hingga sudah tidak ada lagi ide yang bisa ditulis, atau waktu yang dialokasikan habis (misal maksimal hanya 5 – 7 ronde saja).
  7. Silakan cek WIC yang dimiliki masing – masing peserta dan hitung siapa yang paling banyak menghasilkan ide.

Jika sesi menghasilkan ide dalam 7 langkah di atas sudah dilakukan, maka langkah berikutnya adalah melakukan pengelompokan dan penyeleksian ide. Di sinilah WIC akan sangat berguna karena bohlam – bohlam pada WIC sebenarnya mengacu pada kategori ide dengan tingkat kemiripan tertentu.

Sehingga dari ide – ide yang sudah dihasilkan tadi, bisa dikelompokkan sesuai kategori tertentu. Misalnya, apakah ide – ide tersebut masuk ke dalam bohlam “konsumen” karena ide – ide nya terkait dengan konsumen, atau apakah ide – ide tersebut masuk ke dalam bohlam “produk” karena ide – idenya terkait dengan inovasi pada produk atau jasa yang dimiliki.

Setelah tahap pengelompokkan, berikutnya adalah penyeleksian ide. Tahap ini mencoba menyaring mana ide – ide yang relevan dalam menjawab pertanyaan dan mana ide liar kreatif yang sebenarnya tidak berhubungan dengan pertanyaan pemicu sama sekali. Namun penyeleksian ini bukan berarti dibuang. Siapkan satu ruang pada bohlam dan namakan “bohlam epic” atau apa sesuai selera Anda untuk mengumpulkan ide – ide gila yang (saat ini) tidak ada hubungannya sama sekali untuk menjawab pertanyaan pemicu. Ide ini dikumpulkan di katgeori “bohlam epic” agar nantinya mungkin sewaktu – waktu Anda dapat menggunakannya kembali.

Demikianlah sesi panduan pemanfaatan WIC kali ini. Semoga bermanfaat untuk Anda yang saat ini sedang stuck dalam menghasilkan ide kreatif dan dengan menggunakan WIC ini bersama tim, Anda dapat menghasilkan ide kreatif yang lebih baik.

Artikel ini saya tulis dengan gaya panduan workshop, berdasarkan dari pengalaman saya membawakan workshop di korporat. Semoga cara di atas bisa Anda ikuti dan lakukan di organisasi Anda secara mandiri. Cara di atas juga saya sering bawakan kepada mahasiswa yang mengikuti kelas pengantar kewirausahaan teknologi yang saya ampu.

Bagi Anda yang ingin mengundang saya sebagai instruktur untuk melakukan inovasi dengan menggunakan business canvas ini, silakan hubungi via WhatsApp 0856 4087 9848 (Melinda) atau email langsung ke arry.rahmawan@gmail.com.

Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi di pembahasan business canvas series berikutnya!

Salam,
Arry Rahmawan

Untuk sahabat yang ingin mendapatkan tutorial lainnya, silakan subscribe, like dan share Channel youtube saya.

Bagi yang ingin berinteraksi dan mendapatkan update tentang aktivitas saya, silakan follow akun Instagram saya di @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar