Uncategorized

We're Doing Generation

Beberapa waktu lalu saya diminta oleh Mas Handoko Hendroyono (Mas Koko) untuk membuat tulisan dan mengirimnya ke doinc. Awalnya saya ragu karena saya berpikir, ‘siapa saya?’ Saat saya membuka situs doinc, di sana ada berbagai macam kontributor yang nama-namanya membuat saya sedikit jiper. Mereka adalah mas Koko, mas Rene Suhardono, Mas Ayip Bali, Mas Arief Budiman dan beberapa nama lain yang tidak kalah dahsyatnya.

Satu hal yang menarik adalah pada saat saya membaca about doinc. Doinc is A community based social movement with the Doing generation that wants to innovate the next big thing in digital age entrepereneurship. Ya, situs ini merupakan gerakan sosial basis komunitas untuk mereka para doing generation yang siap berinovasi dan mewujudkan inovasinya di era digital entrepreneurship seperti saat ini. Apa dan siapa doing generation itu?

Doing generation adalah sebutan bagi mereka yang memiliki action or doing oriented, berorientasi tindakan terhadap segala macam ide-ide positif. Jika memang ide tersebut positif, bisa menjadikan sesuatu lebih baik, kenapa tidak segera dieksekusi? Bukankah semakin cepat justru akan semakin baik?

Itulah yang kemudian saya dapatkan dari Mas Koko melalui doinc nya. Bayangkan, berbekal mention dan sok kenal di Twitter, saya dan Yora mengajak Mas Koko untuk berkolaborasi dengan TDA Kampus dan bersinergi mengembangkan kewirausahaan pemuda, khususnya mahasiswa. Karena memang awalnya sudah cocok, TDA juga sering diidentikkan singkatannya menjadi take double action, yang memang kita berorientasi terhadap tindakan, hehe..

Hasilnya? Tidak banyak ngomong lagi, ketika kita punya ide, tahu apa yang harus kita lakukan, maka langsung aksi! Yes! We’re doing generation! We just have simple idea, we know what we should do, and we don’t waste a time to execute it. Muncullah kemudian ide untuk membuat sebuah gathering sekaligus perkenalan doinc dan juga kemungkinan sinergis lainnya.

Berapa banyak dari kita yang punya ide-ide cemerlang dan sangat kreatif namun harus kandas dan terkubur selamanya karena kita tidak juga mengeksekusinya? Berapa kali kita punya ide unik yang kemudian kita berkata pada diri kita sendiri, “Ini kayaknya ga mungkin deh gue lakukan, ide ini terlalu sulit, dan sebagainya.” Bahkan sebelum merencanakan pun seringkali kita membunuh ide kita terlebih dahulu.

Ada juga yang punya ide menarik, dan tahu apa yang harus dilakukan. Namun sayangnya, mereka memilih slow track, “alah gampanglah ini dikerjain nanti aja toh masih banyak waktu.” Hasilnya? Kita lupa, terlalu sibuk menghabiskan waktu yang justru tidak menghasilkan apapun, dan kita pun sudah kehilangan energi untuk menggerakkan diri kita mewujudkan ide tersebut.

Saya jadi teringat setahun yang lalu, sewaktu saya dan Kak Beky memiliki sebuah ide sederhana, “Gimana ya kalau kita buat sebuah komunitas TDA untuk mahasiswa? Mahasiswa perlu nilai-nilai kehidupan yang lurus sebagai fondasi pengembangan bisnisnya, tidak melulu hanya berorientasi uang.” Dua minggu setelah itu, dideklarasikanlah kemudian Komunitas TDA Kampus pada Februari 2012 di Depok dan siapa sangka membernya saat ini sudah lebih dari 700 orang dan telah dibuka 2 Komunitas TDA Kampus wilayah, yaitu Semarang dan Jogjakarta.

Saya juga ingat saat pertama kali mulai serius untuk nge blog. Waktu itu saya cuma punya ide sederhana, “Gue punya beberapa catatan-catatan penting terkait bisnis dan pengembangan diri, tidak ada salahnya untuk dibagi. Kenapa ga bikin blog aja? Sayang kan kalau misalnya ilmunya cuma tersimpan di notes pribadi.” Akhirnya tidak disangka dari niat seperti itu, berawal dari blog ini saya ditawari untuk menulis buku, mengisi seminar, dan yang lebih dahsyat lagi adalah bisnis saya alhamdulillah terus berkembang dan pertumbuhannya positif. Dalam waktu kurang dari 12 bulan, peringkat Alexa blog saya naik dua belas juta peringkat, ternyata pembacanya cukup antusias dengan catatan-catatan saya.

Saat ditawarkan Mas Handoko untuk berkontribusi di doinc, saya langsung menjawab “YES!”. Siapa yang tidak mau menjadi seorang doing generation? Maka inilah beberapa tulisan saya yang kemudian dipublikasi di doinc (klik gambar untuk membacanya):

Pendidikan penting untuk pengembangan bisnis

Pemicu dalam Bisnis

The Power of Storytelling

Bahkan, tulisan saya yang berjudul 3 Alasan Mengapa Pendidikan Penting untuk Bisnis Anda, berhasil menempati trending stories doinc selama beberapa pekan,

So, kamu punya ide unik, menarik, dan memiliki pengaruh positif? Tunggu apalagi? Bergabunglah bersama kami menjadi Doing Generation!

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips bisnis, pemasaran, dan motivasi bisnis di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah dosen kewirausahaan teknologi di Departemen Teknik Industri Universitas Indonesia yang saat ini sedang melakukan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda. Arry memiliki semangat dan passion dalam menulis, khususnya melalui media blog. Tulisan - tulisan di blognya ssat ini mayoritas membahas tentang kehidupan seputar akademik di perguruan tinggi, pengembangan diri, serta entrepreneurship.

Pada tahun 2013, buku Studentpreneur Guidebook yang ditulisnya menjadi national best seller dan rujukan pengajaran kewirausaahaan untuk pelajar serta mahasiswa di Indonesia. Sejak tahun 2013, Arry juga aktif membantu Direktorat Inovasi dan Inkubator Bisnis Universitas Indonesia untuk menyeleksi dan membina para entrepreneur terbaik dari sivitas akademik UI. Dalam 10 tahun terakhir, Arry juga dipercaya untuk memberikan pelatihan, pendampingan, dan jasa konsultasi bagi kementerian, BUMN, korporasi, serta yayasan yang ingin menumbuhkan kewirausahaan dalam organisasi (corporate entrepreneurship / intrapreneurship) atau melakukan inovasi bisnis untuk bisa terus bertumbuh di era disruptif seperti saat ini.

Untuk terus mengembangkan minat keilmuannya di bidang kewirausahaan, Arry belajar dari para pakar kewirausahaan Eropa melalui Delft Centre for Entrepreneurship di Technische Universiteit Delft, Belanda sejak tahun 2019.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!