Uncategorized

What's Your Dream Job?

Sebuah pertanyaan sederhana namun penting untuk dijawab oleh para mahasiswa tingkat akhir yang sedang galau ingin memutuskan menjadi apa, hehe.. Ya, ini adalah pertanyaan yang belum tentu bisa dijawab setiap orang. Saya terinspirasi menulis artikel ini karena ada beberapa teman yang meminta saya untuk menulis tentang bagaimana memilih pekerjaan dan juga sewaktu saya ke Jepang, ternyata para mahasiswa di sana masih sangat sedikit yang berani mengutarakan dream job alias pekerjaan yang dimilikinya. Kenapa? Karena rata-rata dari mereka berprinsip mengalir seperti air. Lihat bagaimana nanti saja setelah lulus kuliah.

Berbicara mengenai dream job, saya adalah salah satu orang dari sekian banyak orang Indonesia yang terdidik dengan pandangan klasik. Kamu sekolah, kuliah dengan sungguh-sungguh, setelah itu mendapatkan pekerjaan dengan gaji yang besar, menikah, berkeluarga, pensiun, menikmati hari tua, dan meninggal dunia dengan tenang.

Untuk masalah pekerjaan, seringkali saat kita memiliki sebuah mimpi tentang pekerjaan yang kita dambakan, orang-orang (bahkan orang tua kita) berkata ‘tapi, tapi, dan tapi’. Kita dididik untuk belajar sungguh-sungguh dengan banyak ‘tapi’ nya dalam menentukan pilihan masa depan kita. Dulu saya ingin jadi dokter. “Tapi gimana kalau malpraktek? Gimana kalo biaya pendidikannya mahal?” dan lain sebagainya. Pernah mengalami hal seperti itu? So, what’s your dream job?

3 Muara Pekerjaan

Dalam pengamatan saya, setelah lulus kuliah (yang rata-rata S1), maka ada 3 muara yang di mana setiap orang akan memilih untuk berada di sana. Pertama, menjadi seorang akademisi/peneliti. Kedua, menjadi seorang profesional karir baik di swasta maupun negeri, dan terakhir menjadi seorang pengusaha. Satu hal yang sering terlupakan bagi orang-orang adalah bahwa ketiga muara ini sama baiknya untuk menjemput rezeki. Namun, orang-orang cenderung lebih menganak emaskan pilihan ketiga. Saya pun demikian. Ya, menjadi seorang pengusaha adalah sebuah pilihan untuk hidup yang lebih enak dan lebih merdeka. Benar-benar bebas. Tetapi saya berani jamin, jika pilihan menjadi pengusaha itu benar-benar Anda buat dari awal dan dibangun dari nol, perjuangannya akan jauh lebih berdarah-darah dari 2 pilihan lain sebelum mencapai kemerdekaan itu. Kalau Anda tidak siap bangkrut dan gagal, jangan memilih jadi pengusaha. Jika ada yang bilang ada rahasia cepat jadi pengusaha atau pengusaha anti gagal, bohong tuh.

Sementara menjadi seorang akademisi/peneliti akan sangat bermanfaat selain untuk memberikan ilmu kepada banyak orang, juga menghasilkan inovasi-inovasi baru yang berguna untuk dunia. Tetapi menurut saya, Indonesia masih kurang menghargai orang-orang yang pintar. Masih banyak orang yang bekerja dengan model ‘yes, man’ di mana bos lebih suka pada mereka yang manut-manut saja ketimbang yang bisa memberikan inovasi. Bahkan, gaji atau bayaran seorang akademisi/peneliti bisa jadi sangat kecil untuk orang-orang yang cerdas ini. Berbeda dengan di luar negeri, terutama negara barat atau Jepang yang sangat menghargai akademisi dan peneliti. Di sana, jika Anda memilih menjadi seorang akademisi bisa mendapatkan bayaran yang sangat luar biasa besar dan bahkan mendapat tawaran citizenship dari negara yang bersangkutan. Fasilitas penelitian pun jauh lebih mumpuni daripada fasilitas dalam negeri. Belum lagi jika kita melihat dari sudut birokrasi.

Terakhir adalah seorang profesional, sebuah pilihan yang juga baik karena memberikan pengalaman, keamanan, dan juga kenyamanan. Maksudnya adalah sebagai seorang profesional, jika Anda bisa klop dengan lingkungan kerja dan pekerjaan Anda, saya rasa pilihan ini menjadi sangat layak diperhitungkan. Betapa tidak, menjadi seorang profesional memiliki keamanan pendapatan setiap bulan atau setiap pekannya. Menjadi seorang profesional dapat membuat Anda belajar banyak hal tentang kultur organisasi dan proses bisnis dari perusahaan-perusahaan yang mapan. Untuk profesional yang bekerja di perusahaan top, umumnya jenjang karir mereka sangat jelas dan concern perusahaan untuk menumbuhkan orang yang bekerja di sana juga sangat tinggi. Tapiiii, ada kekurangannya juga menjadi seorang profesional. Beberapa yang paling umum adalah kejenuhan terhadap pekerjaan, sulitnya mengusahakan kenaikan gaji/pendapatan, hingga akses pergaulan yang terbatas karena hanya bergaul dengan orang yang itu-itu saja.

Dare to Make a Dream

Mimpi, adalah sebuah awal dari semua hal yang terjadi. Semua hal yang belum terwujud diawali dari sebuah mimpi. Termasuk tentang pekerjaan kita. Dulu sewaktu saya tidak boleh menjadi seorang dokter, saya tidak lantas menghancurkan mimpi saya tetapi saya memperbaruinya dengan bermimpi bahwa saya akan menjadi seorang pengajar perguruan tinggi dan memiliki lembaga training dan pelatihan nomor 1 di Indonesia (menjadi seorang entrepreneur). Inilah yang sedang saya rintis sekarang.

Saran saya, cobalah untuk menyusun dream job Anda mulai dari saat ini. Tidak perlu khawatir Anda tidak bisa mencapainya. Tidak perlu khawatir orang akan mengecap Anda akan gagal, justru itulah momen di mana kita harus menunjukkan bahwa kita bisa. Saat bermimpi, hilangkan kata ‘tapi, tapi, dan tapi’. Ikuti kata hati, ke mana kita akan melangkah. Dare to make a dream! Beranilah bermimpi. Dengan mimpi hidup menjadi terarah dan lebih menantang!

Think About Your Passion

Saya adalah orang yang percaya bahwa mereka yang melakukan pekerjaan terbaik adalah mereka yang melakukan pekerjaannya dengan cinta. Ya, mereka mencintai pekerjaan mereka. Jika kita membicarakan tentang cinta terhadap pekerjaan, maka muaranya hanya satu yaitu passion. Dalam blog ini saya sudah menulis banyak sekali artikel tentang passion yang intinya adalah di era saat ini sangat dan lebih memungkinkan untuk ‘memilih’ pekerjaan dibandingkan dengan ‘menerima’ pekerjaan apa adanya. Maksudnya memilih adalah kita bisa menemukan pekerjaan yang sesuai dengan apa passion kita.

Jadi, sebaiknya selagi Anda menyusun mimpi tentang your dream job, pikirkan juga tentang passion Anda. Film 3 Idiots adalah contoh yang bagus untuk menggambarkan hal ini. Jika memang passion Anda di bidang fotografi, mengapa Anda masuk di bidang engineering? 

Bagi Anda yang saat ini mungkin sudah bekerja, coba tanya kepada diri Anda, “Are you happy with your job?”. Orang yang bekerja berdasarkan passion adalah mereka yang selain cinta juga senang saat mengerjakan pekerjaannya.

Jadi, bagaimana menurut Anda? What’s your dream job?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan

Arry Rahmawan adalah seorang pembelajar dan juga praktisi pendidikan. Arry merupakan dosen tetap di Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia. Saat ini Arry sedang menjalankan tugas belajar dengan melanjutkan studi doktoral di Faculty of Technology, Policy, and Management, Technishce Universiteit Delft, Belanda.

Di sela-sela kesibukannya, Arry senang berbagi pemikiran seputar pendidikan dan pengembangan diri melalui blognya di arryrahmawan.net, Youtube Channel, dan juga sebagai trainer di CerdasMulia Institute.

Untuk informasi lebih lengkap, silakan klik halaman berikut ini.

Leave a Comment

Ingin Mempelajari Ilmu Pengembangan Diri Lebih Mendalam?
Join dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia!
Jadilah satu dari sedikit orang yang mendapatkan tips berkualitas untuk membuat hidup lebih bermakna, bertumbuh, dan berdampak
Saya Gabung!
*Klub Pengembangan Diri Indonesia adalah sebuah klub online di Facebook yang berisi berbagai arsip, artikel, serta training pengembangan diri online gratis!
Dapatkan ebook "SimplyProductive" untuk melipatgandakan produktivitas Anda
Saya Mau!

Ingin Hidup Anda Bertumbuh?

Segera bergabung dengan Klub Pengembangan Diri Indonesia untuk mendapatkan tips dan online course tentang bagaimana mewujudkan hidup yang lebih baik
Saya Mau!