Uncategorized

Why Not Now?

Pekan ini saya mulai mencoba untuk merutinkan diri berolahraga, dengan bermain badminton. Pokoknya setiap pekan, saya mencoba bagaimana caranya bisa menjadi berkeringat karena ternyata berolahraga dapat membuat diri kita menjadi lebih segar dan bugar.

Tulisan kali ini bukanlah untuk membahas permainan badminton saya (yang biasa saja dan cuma buat santai tentunya), namun adalah awal mula kemudian merutinkan bermain badminton ini.

Sebagai seorang yang masih terhitung muda, 22 tahun saya seringkali merasa bahwa diri ini belum waktunya untuk rajin berolahraga. Dua hal yang paling penting adalah belajar dan bekerja. Kesibukan sebagai mahasiswa S2 dan pemimpin sebuah lembaga training membuat saya seringkali lupa untuk berolahraga, padahal kita semua tentu sama-sama tahu bahwa olahraga itu penting.

Sampai pada suatu saat saya bertemu dengan seorang teman yang (menurut saya) sangat sehat dengan kehidupan yang juga happy. Dia mengingatkan saya pentingnya olahraga rutin, minimal sepekan sekali.

“Iya sih sebenernya gue juga pengen olahraga, tapi gue sibuk banget karena banyak hal yang harus gue kerjakan. Mungkin nanti kali ya, kalau gue udah lulus kuliah, bisnis gue udah bisa ditinggal, gue akan mulai membiasakan olahraga.”

Teman saya ini hanya menjawab singkat, “Why not now?”

Hah? Saya tertegun. Saya pun kemudian berpikir, “Iya juga sih kenapa menunggu nanti? Bukannya saya bisa justru mewajibkan olahraga bersama di lembaga pelatihan yang saya pimpin? Kenapa harus menunggu nanti ya? Bagaimana kalau saya sakit duluan?”

Sejak itulah kemudian saya sadar dan merutinkan olahraga. Namun ada satu hal yang menarik yang saya pelajari, yaitu pertanyaan, “why not now?

Sewaktu kuliah S1 dulu saya pernah banyak ketemu dengan teman-teman mahasiswa seusia saya yang lagi idealis-idealisnya. Semangat untuk mengabdi kepada masyarakat, beberapa semangat untuk berbisnis, yang lainnya semangat mengejar prestasi. Namun banyak dari mereka yang juga mirip-mirip dengan saya berbicaranya,

“Gue nanti pengen banget deh bikin sekolah, ngasih beasiswa untuk anak-anak ga mampu, membuka lapangan pekerjaan, membuka bisnis, tapi nantilah setelah gue kuliah dan gue mau nabung dulu, kerja dulu 10 tahun.”

Why not now?

Saya jadi ingat dengan diri saya sendiri 3 tahun yang lalu.

“Saya ingin menjadi seorang penulis yang menginspirasi. Namun saya mau belajar dulu ah, mau kursus, mau tau dulu teori menulisnya (karena waktu itu tulisan saya buruk sekali). Baru nanti setelah gue lulus kursus nulis, gue mau langsung nulis.”

Salah? Tidak, tapi “Why not now?” Kenapa itu nggak dilakukan sekarang? Akhirnya ya saya coba-coba juga menulis di blog, menulis buku, ternyata di usia 22 tahun saya jadi sering diminta untuk menjadi pembicara dalam berbagai workshop menulis dan diminta (diminta lho, bukan mengajukan) menulis oleh beberapa penerbit besar.

Jadi, jika Anda memiliki sesuatu yang ingin diwujudkan, asa, harapan, cita, dan impian, benarkah hal itu memerlukan penundaan waktu 1,5, bahkan hingga 10 tahun bagi Anda untuk memulainya?

Why not Now?

Bagaimana menurut Anda?

Ingin berkomunikasi dengan saya? Follow saja @ArryRahmawan

*Anda ingin request tips dan trik bisnis untuk memecahkan masalah yang sedang Anda hadapi? Silakan tinggalkan komentar Anda. Temukan artikel berkualitas seputar tips pengembangan bisnis, karier dan pencapaian hidup di ArryRahmawan.net setiap harinya.Klik di sini untuk mendapat kiriman artikel langsung ke email Anda. Gratis!

Opt In Image

Download Ebook SimplyProductive Gratis!

Saatnya MELIPATGANDAKAN Produktivitas Hidup dengan CEPAT dan MUDAH

Pelajari bagaimana saya dapat MELIPATGANDAKAN PRODUKTIVITAS hidup hanya dengan MELAKUKAN BEBERAPA HAL SEDERHANA. Cukup masukkan nama dan alamat email Anda untuk mendapatkan ebook nya. 100% gratis dan langsung download! Berminat? Masukkan Email Anda Sekarang!

100% Aman. Link Download akan Dikirim Via Email.

About the author

Arry Rahmawan Destyanto

Arry Rahmawan adalah seorang yang memiliki cita - cita sebagai guru bagi pemimpin masa depan Indonesia. Saat ini berkarya sebagai dosen di Departemen Teknik Industri, Universitas Indonesia yang sedang melaksanakan tugas belajar di Technische Universiteit Delft, Belanda.

Selain beraktivitas sebagai pengajar tetap di UI dan peneliti di TU Delft, Arry juga mengisi hari-harinya dengan menjadi narasumber di berbagai instansi pemerintah, BUMN, swasta, lembaga pendidikan, serta lembaga non-profit terkait seputar pengembangan diri dan tulisan - tulisan yang ada di blog ini.

Untuk menghubunginya, silakan kontak melalui direct message LinkedIn atau Instagram

Tinggalkan Komentar